Rasionalisasi Pemilihan Menu Kelompok 2.1

MAKALAH RASIONALISASI MENU

1. Menu A
a. Makan pagi
Pemilihan menu yaitu Capcay dengan banana dan strawberry smoothies dikarenakan pada capcay terkandung steak daging sapi tanpa lemak, steak daging sapi tanpa lemak mengandung protein, dan memiliki kandungan lemak yang sedikit. Manfaat telur rebus sebagai penambah protein. Protein dalam telur rebus ini dapat mudah diserap oleh tubuh sehingga dapat menjadi bahan baku untuk membuat dan memperbaiki otot bagi atlet di saat latihan. Di sisi lain pemilihan brokoli, wortel, kembang kol sebagai sayuran dikarenakan tinggi akan serat dan juga mengandung Vitamin A, Vitamin K, dan Vitamin C. Pada brokoli juga terdapat kandungan antioksidan yang dapat bermanfaat untuk kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh bagi atlet (Ayustaningwarno, 2018). Adanya penambahan nasi putih dapat dijadikan sumber karbohidrat sehingga dapat meningkatkan energi. Selanjutnya pemilihan menu Banana disertai strawberry smoothies dikarenakan adanya kandungan vitamin B kompleks pada pisang ambon, Vitamin B kompleks ini dapat membantu untuk mempercepat metabolisme energi. Selain itu kandungan Kalium pada pisang ambon dibutuhkan pada latihan endurance seperti atlet dayung ini. Adanya penambahan susu sapi dikarenakan susu sapi mengandung Vitamin D dan Kalsium yang baik untuk kesehatan tulang bagi atlet (Susanti, 2016). Strawberry sendiri bermanfaat bagi atlet dikarenakan adanya Vitamin C dan dapat bermanfaat sebagai antioksidan yang baik untuk atlet. Disisi lain, penambahan madu dapat dijadikan sumber energi selain nasi, dikarenakan madu mengandung karbohidrat dalam bentuk monosakarida, fruktosa, glukosa dan disakarida. Air diberikan setelah makan pagi agar membantu penyerapan pada pencernaan, terutama setelah makan berat. Air yang diminum sebesar 480 mL.

b. Snack Pagi
Snack pagi yang ditawarkan pada Menu A adalah roti gandum, selai kacang dan anggur. Kandungan pada roti gandum berupa karbohidrat dan protein, roti gandum ini dapat dijadikan sumber kalori bagi atlet. Selai kacang disini mengandung 120 kalori untuk 2 sendoknya dan dijadikan sebagai penambah rasa dari roti gandum. Pemilihan roti gandum selai kacang ini dikarenakan makanan yang rendah lemak tetapi tinggi karbohidrat dan kalori yang berguna sebagai sumber energi bagi atlet. Selain itu anggur mengandung antioksidan yang tinggi untuk menjaga daya tahan tubuh atlet dan buah anggur sendiri merupakan buah yang disarankan dikonsumsi bagi atlet (Wirakusumah, E.S. 2003).

c. Makan siang
Pemilihan menu utama (main course) makan siang yaitu berupa mashed potato dengan ayam bakar madu disertai poached egg. Alasan pemilihan kentang yang direbus kemudian dihaluskan adalah karena kentang memiliki kalori yang cukup sebagai sumber energi dan tidak mengandung lemak yang memiliki efek menggemukkan. Konsumsi kentang yang direbus direkomendasikan untuk seseorang yang ingin melakukan diet sehat. Serat yang terkandung dalam kentang setengah larut (half soluble) dan setengah tidak larut (half insoluble), sehingga membantu menurunkan dan menjaga konsentrasi kolesterol, serta memperlambat proses pencernaan sehingga membantu membuat rasa kenyang yang bertahan lebih lama. Sebagai sumber makanan yang kaya karbohidrat, kentang membantu memicu semua reaksi metabolisme dalam tubuh yang dibutuhkan untuk bergerak, berpikir, pencernaan, dan pembaruan sel, sehingga cocok dikonsumsi sebelum latihan. Kentang yang direbus mengandung vitamin B6 yang baik untuk kerja jantung, tinggi potassium (kalium), vitamin C, dan sumber kalsium, magnesium dan zat besi. Atlet wanita usia reproduksi membutuhkan zat besi untuk mencegah anemia (Umadevi et al, 2013). Jumlah karbohidrat yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum latihan yang berlangsung >60 menit adalah 1-4 gr/kgBB dalam 1-4 jam sebelum latihan (Belski et al, 2019). Asupan karbohidrat ini akan memberikan energi sebagai bahan bakar agar atlet mampu berlatih dengan maksimal.
Konsumsi protein sebelum latihan akan memberikan manfaat yang besar selama tahap awal pemulihan (recovery) dari sesi latihan yang intensif  (Belski et al, 2019). Ayam tanpa kulit memiliki kandungan protein yang tinggi dengan kadar lemak yang rendah sehingga baik untuk dikonsumsi sebelum melakukan latihan. Alasan pemilihan ayam tanpa kulit sebagai sumber protein yang rendah lemak adalah untuk meminimalkan lamanya durasi makanan berada di dalam lambung. Ayam sebagai sumber protein akan merangsang pertumbuhan otot dengan baik pasca latihan berlangsung. Sumber protein yang dikombinasikan dengan sumber karbohidrat dapat memaksimalkan sintesis protein pada otot (Belski et al, 2019).
Telur yang diolah menjadi poached egg dimana telur dimasak langsung di dalam air tanpa perlu ditambahkan fat (lemak), seperti minyak, susu, dam butter akan memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan telur yang digoreng atau scrambled egg. Kandungan protein dalam poached egg tidak akan mengurangi nilai gizi dari telur itu sendiri sehingga dianggap lengkap termasuk semua asam amino untuk mendukung jaringan otot, rambut dan tulang serta menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat. Selain itu poached egg merupakan salah satu sumber vitamin A dan zinc. Dalam sekitar 540 unit internasional vitamin A, dua poached egg memberikan sekitar 23% dari total kebutuhan vitamin A harian dan 1,3 mg seng yang mencakup 12-16% dari kebutuhan seng harian. Poached egg juga mengandung sejumlah kecil kalsium, zat besi dan vitamin E (Tremblay, 2018).
Sayur kangkung merupakan salah satu sumber zat besi yang diperlukan bagi atlet wanita. Zat besi memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi normal tubuh, dimana zat besi akan mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. Zat besi juga penting untuk produksi hemoglobin, protein yang membawa oksigen inhalasi dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh; myoglobin, protein yang berperan dalam membuat oksigen untuk kontraksi otot serta membantu menghasilkan energi. Asupan besi yang cukup adalah sangat penting bagi kesehatan dan kinerja atlet sehingga lebih optimal. Apabila asupan zat besi rendah, tubuh akan memproduksi hemoglobin lebih sedikit, sehingga berakibat pada oksigen yang diedarkan ke jaringan menjadi lebih sedikit pula (Muth, 2015).
Jeruk merupakan salah satu sumber vitamin C yang berperan penting sebagai agen antioksidan. Vitamin C diperlukan tubuh untuk memproduksi kolagen, protein berserat yang merupakan bagian dari kulit, tulang, gigi, ligamen, dan jaringan ikat lainnya. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi, sehingga konsumsi jeruk akan memaksimalkan penyerapan zat besi dari kangkung, kemudian membantu meningkatkan resistensi terhadap infeksi, membantu produksi neurotransmitter dan hormon (Muth, 2015). Selain jeruk, konsumsi semangka sebelum latihan juga bermanfaat untuk membantu mengurangi dan mempersingkat waktu pemulihan dan meningkatkan performa latihan. Semangka merupakan sumber L-citrulline, lycopene dan potassium. L-citrulline dapat meningkatkan penyerapan oksigen (V02) dan meningkatkan performa yang maksimal selama latihan (Shilton, 2015).
Sebelum latihan, penting untuk menyiapkan status hidrasi atlet, sehingga 2-4 jam sebelum latihan yaitu saat jam makan siang, direkomendasikan untuk mengonsumsi air sebanyak 5-10 mL/kgBB (Belski et al, 2019). Berat badan atlet dayung wanita (Dita) adalah 59 kg, sehingga anjuran konsumsi air Dita berkisar antara 295-590 mL air. Oleh karena itu, setelah makan siang, Dita diberikan air sebanyak 2 gelas (480 mL).

d. Sesi Latihan
Dalam 1 minggu, Dita berlatih selama 5 hari, dengan durasi waktu latihan 3 jam/hari. Berdasarkan rekomendasi dari International Society for Sports Nutrition, untuk olahraga intensitas tinggi yang berlangsung >1 jam, atlet harus mengonsumsi karbohidrat sebesar 30-60 gram/jam dalam larutan 6-8% karbohidrat elektrolit setiap 10-15 menit selama latihan berlangsung. Konsumsi karbohidrat ini terbukti menjaga kadar gula darah agar tetap stabil untuk menghindari terjadinya hipoglikemi dan penyimpanan glikogen menjadi lebih tinggi. Selama latihan berlangsung, direkomendasikan untuk mengonsumsi cairan sebanyak 400-800 mL/jam untuk menghindari tubuh kehilangan air >2% (Belski et al, 2019). Selama latihan berlangsung, Dita disarankan untuk mengonsumsi larutan karbohidrat elektrolit 8% dalam 172,5 mL gula dan garam setiap 15 menit sekali (172,5 mL x 12 = 2070 mL), disertai dengan konsumsi air sebesar 330 mL agar mencapai total 2400 mL air yang dikonsumsi selama 3 jam berlatih (800 mL x 3 jam). Setelah sesi latihan berakhir, Dita kehilangan 1 kg berat badannya, sehingga berdasarkan direkomendasikan untuk mengganti 125-150% dari total kehilangan cairan sesuai berat badan, yaitu 1250-1500 mL cairan (Belski et al, 2019).

e. Makan malam
Menu makan malam yang ditawarkan setelah berolahraga yaitu pisang, nasi merah, sop ayam, salad buah dan air putih. Pisang merupakan sumber energi yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan (endurance) para atlet karena pisang merupakan sumber karbohidrat dan kalium. Zat gizi lain yang terkandung di dalam pisang yaitu vitamin B kompleks yang dapat membantu mempercepat metabolisme energi. Selain itu, pisang juga mengandung antioksidan dopamin. Kombinasi zat gizi berupa kandungan karbohidrat, vitamin, mineral serta antioksidan pada pisang merupakan sumber zat gizi yang baik untuk olahraga dengan durasi panjang. Kalium dan natrium sangat dibutuhkan pada latihan endurance. Mineral tersebut memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan cairan. Perubahan elektrolit dapat mempengaruhi transmisi saraf dan kontraksi otot. Mineral tersebut dapat hilang melalui pengeluaran keringat sehingga atlet perlu mengkonsumsi buah seperti pisang sebagai sumber elektrolit. Kehilangan elektrolit dapat digantikan dengan pemberian makanan seperti buah pisang yang mengandung kalium tinggi, pemberian garam pada makanan dan sumber kalsium yang terdapat pada susu, keju dan produk olahan susu (Rianti and Syauqy, 2014).
Nasi merah merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi atlet. Nasi merah dipilih karena memiliki karbohidrat yang lebih besar dibandingkan nasi putih. Karbohidrat merupakan sumber utama energi untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi atlet. Zat makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan dihancurkan oleh enzim menjadi unit kimia kecil dan diserap kedalam aliran darah. Setelah masuk ke aliran darah, zat makanan berenergi dikirim ke hati untuk proses penyimpanan atau proses kimia atau memungkinkan dibawa masuk ke sel tubuh untuk digunakan dalam metabolisme. Simpanan zat makanan ini penting untuk atlet. Glikogen adalah bentuk simpanan karbohidrat yang dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk metabolisme anaerobik maupun aerobik atlet (Rusli, 2011).
Sop bayam terdiri atas sayur bayam, daging ayam dengan kulit dan wortel. Bayam merupakan makanan berserat yang penting untuk memelihara fungsi normal dari saluran cerna atlet (Nugroho, 2008). Daging ayam dengan kulit merupakan sumber protein bagi atlet. Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru.  Setelah atlet latihan sebaiknya mengkonsumsi sumber protein berkualitas tinggi (0,25 g/kg BM atau sebanyak 20-40 gram), kaya akan asam amino esensial untuk meningkatkan sintesis protein otot. Wortel merupakan sumber vitamin A bagi tubuh.  Atlet yang melakukan olahraga berat akan memerlukan vitamin lebih banyak. Dalam tubuh, vitamin bekerja sebagai Biokatalisator, yakni berperan untuk memperlancar reaksi-reaksi dalam tubuh, misalnya vitamin A berfungsi dalam proses penglihatan, jaringan ikat dan kulit (Surbakti, 2010).
Salad buah terdiri atas apel merah, anggur, buah naga, dan mayonnaise. Apel merah, anggur, buah naga merupakan buah yang kaya akan kalium dan vitamin yang diperlukan oleh atlet sebagai antioksidan (Yanti, Ambartana and Dewantari, 2018). Antioksidan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia karena fungsinya dapat menghambat dan menetralisir terjadinya reaksi oksidasi yang melibatkan radikal-radikal bebas (Parwata, 2016).
Air diberikan untuk menghindari adanya dehidrasi pada atlet. Keadaan dehidrasi, gangguan keseimbangan air dan elektrolit serta pengaturan suhu tubuh dapat menimbulkan kelelahan dan membahayakan. Kehilangan air yang melebihi 4 -5 % dari berat badan dapat mengganggu penampilan atlet. Dehidrasi berat secara potensial dapat menyebabkan temperatur tubuh meningkat dan mengarah ke heat stroke serta dapat berakibat fatal. Karena itu para atlet yang melakukan kegiatan endurance harus minum cairan selama latihan maupun sesudahnya, walaupun belum terasa haus (Nugroho, 2008). Air yang diberikan pada makan malam sebanyak 480 mL.

f. Snack malam
Pada menu snack malam yang ditawarkan adalah oatmeal yang dibuat dengan susu rendah lemak, granola, alpukat dan diberikan juga air putih. Pilihan jenis karbohidrat setelah latihan berguna untuk proses pemulihan menjadi lebih cepat. Sebagian sumber energi, setiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal. Oatmeal memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Oatmeal membantu mempertahankan kestabilan kadar gula dan insulin darah. Hal tersebut akan membantu dalam mempertahankan berat badan atlet, serta oatmeal juga membantu menjaga agar kadar kolesterol tetap terkontrol, yang akhirnya akan membantu menjaga kesehatan jantung atlet (Nestle Nutrition Institute, 2020). Pemenuhan karbohidrat pada atlet dapat dipenuhi melalui minuman. Jenis karbohidrat yang terdapat dalam susu rendah lemak adalah sukrosa dan laktosa. Selain karbohidrat susu rendah lemak juga mengandung protein, lemak, vitamin dan mineral sehingga akan meningkatkan performa atlet (Kameswara and Fitranti, 2015). Susu mengandung kasein, dimana di dalam susu terdapat kandungan micelle di dalamnya. Micelle merupakan senyawa mirip busan sabun yang memiliki bagian hidrofobik (anti air) dan bagian luar hidrofilik (suka air). Di dalam perut, micelle dipecah dan kasein dilepaskan. Kasein dilepaskan dari banyak micelle kemudian beragregasi dan dicerna melalui proteolisis, proses di mana protein dipecah menjadi lebih sederhana. Pencernaan akan berlangsung lambat karena adanya agregasi kasein, yang memungkinkan protein untuk melepaskan asam amino dengan lambat ke dalam aliran darah. Selama latihan resistensi yang menghasilkan lesi mikro dalam jaringan otot, persediaan asam amino sangat bermanfaat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kasein dan whey dapat meningkatkan kekuatan otot setelah latihan ketahanan intensif dilakukan (Muth, 2015). Seseorang yang melakukan latihan intensif selama lebih dari 90 menit membutuhkan banyak bahan bakar untuk menjaga energi mereka dan membantu mereka memulihkan diri setelah latihan. Sumber terbaik dari bahan bakar itu adalah karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks. Para ahli menyarankan atlet meningkatkan asupan karbohidrat hingga sekitar 70 persen dari diet mereka untuk memerangi kelelahan dan membantu mereka mempersiapkan diri dan tetap berenergi selama latihan intensif. Granola merupakan sumber karbohidrat yang sangat baik untuk atlet yang latihannya melelahkan. Alpukat memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potassium (kalium), vitamin A, vitamin C, selain itu alpukat juga mengandung betakaroten, klorofil yang berlimpah dalam alpukat. Lemak buah alpukat didominasi oleh asam lemak tidak jenuh tunggal yaitu asam oleat tunggal yang bersifat antioksidan kuat (Rahman, 2018). Dalam alpukat terdapat 75% lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated), yang akan membantu melindungi kesehatan jantung. Lemak ini akan sangat membantu dalam penyerapan vitamin dan nutrisi dalam tubuh. Caretenoid lutein dan xeaxanthin, antioksidan yang ditemukan dalam alpukat, penting untuk kesehatan mata, dimana karetenoid paling baik diserap oleh tubuh ketika ada lemak, dan alpukat secara alami mengandung lemak. Selain menjaga kesehatan jantung dan mata mereka, atlet perlu menjaga sistem kekebalan tubuh untuk memastikan pemulihan yang cepat dan menghindari downtime karena penyakit. Serat dalam alpukat dapat membantu meningkatkan fungsi usus, karena alpukat mengandung potassium yang tinggi, dimana ini penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah kram (cramps). Alpukat memiliki sifat anti-inflamasi. Asam Folat, vitamin C, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, merupakan vitamin anti-inflamasi yang bermanfaat bagi para atlet, karena dapat membantu mengurangi peradangan sistemik yang disebabkan oleh stres olahraga (Spetz, 2016).

2. Menu B
a. Makan Pagi
Makan pagi atlet diberikan sumber utama karbohidratnya adalah nasi dengan lauk ayam panggang dengan daging tanpa kulit. Lauk utama ayam panggang dipilih untuk mengurangi gorengan pada menu makan atlet sehingga lemak yang dikonsumsi atlet tidak berlebihan. Ayam panggang dengan daging tanpa kulit dipilih agar kebutuhan protein atlet dapat tercukupi dengan lemak yang tetap tidak berlebihan. Setelah itu atlet juga diberikan salad sayur dengan dressing olive oil. Salad sayur terdiri dari wortel,selada, jagung dan kacang merah dipilih karena memiliki serat yang rendah sehingga atlet tidak mengalami gangguan pada pencernaan ketika sedang berlatih di sore hari. Sayur-sayur tersebut dipilih karena mengandung vitamin A, vitamin C dan Vitamin B sehingga kebutuhan vitamin atlet dapat terpenuhi. Kacang merah dipilih sebagai sumber protein nabati dan juga kalsium karena setiap 20 gram kacang merah mengandung 5 gram protein. Dressing yang diberikan pada salad sayur ini menggunakan olive oil karena mengandung lemak tidak jenuh yang tinggi ( Capo et al,2016). Atlet diberikan juga banana milkshake. Pisang dipilih karena merupakan sumber karbohidrat, vitamin dan kalium yang baik bagi atlet terutama bagi daya tahan atlet ketika sedang melakukan latihan ( Nieman et al, 2018). Dalam banana milkshake juga terdapat susu sapi. Susu sapi ini sebagai sumber protein hewani karena mengandung protein kasein dan whey yang baik untuk pertumbuhan otot atlet (Rankin et al, 2018). Sebagai makanan penutup pada sarapan pagi diberikan agar-agar buah yang berisi buah melon, apel merah dan jeruk manis. Buah-buahan tersebut diberikan sebagai sumber karbohidrat dan antioksidan. Apel diberikan karena mengandung kalium dan natrium yang cukup baik sehingga berperan dalam mengurangi penumpukan laktat yang terjadi setelah sesi latihan atlet (Achmad,2018). Air yang dikonsumsi selama menu pagi berasal dari air pada agar-agar (240 mL) dan air minum (240 mL).

b. Snack Pagi
Menu snack pagi yang ditawarkan pada menu B adalah roti bakar dengan topping es krim vanilla, pisang, biskuit dan madu dengan minuman jus jeruk dan air putih. Pemilihan snack dengan bahan-bahan yang tinggi karbohidrat dan kalori bertujuan sebagai bahan bakar yang akan digunakan oleh atlet dalam berlatih lebih keras dan lebih baik. Bahan-bahan snack seperti roti, mentega, madu, es krim vanilla, biskuit merupakan pilihan bahan makanan yang rendah lemak dan juga serat. Pilihan makanan yang rendah lemak dan rendah serat bertujuan agar proses transisi makanan melalui lambung menjadi lebih cepat sehingga diharapkan tidak menimbulkan ketidaknyamanan pencernaan ketika berlatih. Roti putih sebanyak 1 iris (15 gram) memiliki indeks glikemik sebesar 69, pisang 15 gram memiliki indeks glikemik  sebesar 62, dan jeruk 15 gram memiliki indeks glikemik sebesar 40 (Muth, 2015). Intake cairan yang diperoleh selama snack pagi berasal dari jus jeruk (240 mL) dan air minum (240 mL).

c. Makan Siang
Menu makan siang B menawarkan kentang tumbuk panggang atau baked mashed potato yang dioleskan minyak zaitun dengan daging sapi panggang, sayuran brokoli dan wortel rebus, serta minuman jus jambu biji. Kentang merupakan salah satu makanan sumber karbohidrat yang tinggi, penggunaan minyak zaitun ketika memanggang adalah untuk mengurangi asupan lemak jenuh. Minyak zaitun merupakan sumber lemak tak jenuh. Pada atlet atau orang yang aktif berolahraga sangat penting untuk mengurangi asupan lemak jenuh untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular (Belski, et al, 2019). American Heart Association merekomendasikan pemilihan sayuran yang memiliki beragam warna agar semakin tinggi juga kandungan nutrisi yang diperoleh, seperti brokoli dan wortel (Muth, 2015).  Pemilihan menu daging sapi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan zat besi atlet. Daging sapi termasuk daging merah merupakan sumber diet besi yang baik dan untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi dapat dikombinasi bersama pemberian vitamin C, sehingga pada minuman yang disediakan adalah jus jambu biji. Kadar vitamin C dalam 100 gram  jambu biji segar sebesar 87 mg (Lubis, et al, 2017). Pada penelitian yang dilakukan oleh Sinaga, et al (2017) diketahui bahwa pemberian jus jambu biji selama program latihan dapat meningkatkan hemoglobin dan tingkat VO2 max dalam aktivitas fisik maksimum, yang mana VO2 max merupakan nilai oksigen maksimal yang dapat digunakan oleh tubuh dan salah satu cara untuk mengukur besarnya ketahanan jantung paru.
Status hidrasi juga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan performa dari atlet. Rekomendasi hidrasi 2 sampai 4 jam sebelum latihan adalah 5-10 mL/kg berat badan (Belski, et al, 2019). Dita melakukan latihan pada pukul 15.00 sehingga 2 hingga 4 jam sebelum latihan hendaknya Dita mengkonsumsi air sebanyak 295-590 mL. Pada menu makan siang, cairan yang didapatkan berasal dari jus jambu biji dengan air 240 mL dan air putih 240 mL sehingga total air pada menu makan siang adalah 480 mL.

d. Sesi latihan
Menurut Belski, et al, (2019) selama latihan rekomendasi intake cairan adalah 400-800 mL/ jam, sehingga total cairan yang masuk selama latihan adalah 2400 mL (3 jam berlatih). Selama sesi latihan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari satu jam, perlu diperhatikan untuk tetap mengkonsumsi karbohidrat 30 hingga 60 gram karbohidrat per jam dalam larutan 6% hingga 8% elektrolit setiap 15 menit. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan larutan karbohidrat elektrolit 8% dalam 172,5 mL gula dan garam yang diminum setiap 15 menit, sehingga selama sesi latihan didapatkan total cairan yang diterima dari minuman karbohidrat elektrolit adalah 2070 mL. Untuk memenuhi asupan cairan selama latihan Dita sebesar 2400 mL maka Dita juga harus minum 330 mL air putih selama sesi.

e. Makan Malam
Menu utama makan malam adalah nasi dan bebek bakar madu. Nasi diberikan sebagai sumber karbohidrat utama bagi atlet. Nasi sebanyak 100 gram mengandung karbohidrat sebanyak 40 gram dan protein 4 gram. Sehingga selain sebagai sumber karbohidrat, nasi juga dapat digunakan sebagai sumber protein nabati. Lauk utama adalah daging bebek diberikan karena memiliki kadar protein yang cukup tinggi yaitu 7 gram dalam setiap 45 gram daging dan memiliki kalori yang tinggi yaitu 150kalori sehingga diharapkan dapat mengganti kehilangan kalori selama berlatih. Metode masak dengan cara dibakar dilakukan untuk mengurangi lemak jenuh yang tinggi apabila dimasak dengan metode digoreng. Pemberian madu juga dilakukan selain sebagai variasi makanan juga sebagai sumber karbohidrat karena madu mengandung karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 12 gram dalam setiap 2 sdm(15g) madu (Sarwono et al, 2015). Dalam proses pemasakan juga menggunakan minyak zaitun karena dinilai memiliki lemak tidak jenuh yang lebih baik untuk kesehatan atlet (Capo et al, 2016). Bayam merah rebus diberikan pada atlet karena mengandung karbohidrat yang cukup baik yaitu 10 gram dari setiap 100 gram bayam merah. Selain itu juga menjadi sumber protein nabati karena mengandung 3 gram protein dalam setiap 100 gram bayam merah. Kandungan tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bayam yang biasa. Setelah selesai atlet juga diberikan air minum sebanyak 240 ml untuk mencukupi kebutuhan air.  

f. Snack Malam
Pada menu makanan setelah sesi latihan perlu diperhatikan beberapa hal agar dapat mengembalikan nutrisi tubuh setelah proses latihan. Karbohidrat diperlukan untuk mengisi kembali kadar glikogen dengan mengkonsumsi karbohidrat 1-1,2 gram/kg berat badan/jam pada awal proses pemulihan selama 4 hingga 6 jam pertama. Protein yang diperlukan adalah 0,25 gram/ kg berat badan yang kaya akan asam amino esensial untuk meningkatkan sintesis protein otot (Belski, et al, 2019). Pada snack malam menu yang ditawarkan adalah macaroni schotel dengan tambahan buah semangka, kandungan karbohidrat dari menu snack malam adalah 61 gram dan proteinnya adalah 19 gram. Macaroni schotel yang dibuat juga mengandung susu sapi dan telur ayam. Susu sapi, telur dan kacang kedelai mengandung semua asam amino esensial dan mudah dicerna serta mudah diabsorbsi (Muth, 2015). Semangka merupakan sumber antioksidan alami seperti lycopene, β coretene dan asam askorbat. Lycopene dikarakteristikkan sebagai warna merah pada buah-buahan dan sayuran. β corotene merupakan prekursor dari vitamin A (Naz, et al, 2014). Air juga diberikan sebanyak 240 mL atau satu gelas.
Intake cairan yang didapatkan  pada menu pagi adalah sebanyak 480 mL, pada menu snack pagi sebanyak 480 mL, pada menu makan siang sebanyak 480 mL, selama latihan 2400 mL, setelah latihan 1500 mL, pada menu makan malam 240 mL dan pada menu snack malam adalah 240 mL, sehingga total cairan yang dikonsumsi oleh Dita pada hari dengan sesi latihan apabila menerima menu B adalah 5820 mL. Intake cairan tersebut sesuai dengan range kecukupan konsumsi cairan sehari yaitu 5700-6700 mL (Dieny dan Putriana, 2015).
   



















DAFTAR PUSTAKA
Ayustaningwarno, F., & Diponegoro, U. (2014). Kandungan Serat, Vitamin C, Aktivitas Antioksidan dan Organoleptik Keripik Ampas Brokoli (Brassica oleracea var. italica) Panggang. 3(3), 378–385. https://doi.org/10.14710/jnc.v3i3.6599
Capó, X., Martorell, M., Sureda, A., Riera, J., Drobnic, F., Tur, J. A., & Pons, A. (2016). Effects of Almond- and Olive Oil-Based Docosahexaenoic- and Vitamin E-Enriched Beverage Dietary Supplementation on Inflammation Associated to Exercise and Age. Nutrients, 8(10), 619. https://doi.org/10.3390/nu8100619
Deiny, F.F. dan Putriana, D. 2013. Status Hidrasi Sebelum dan Sesudah Latihan Atlet Sepak Bola Remaja. Jurnal Gizi Indonesia; 3 (2):86-92.
Gretchen Spetz, M. R. (2016, January 24). The Avocado: Health Benefits Every Athlete Should Know. Retrieved from STACK : https://www.stack.com/a/the-avocado-health-benefits-every-athlete-should-know (Akses: 26 April 2020)
Kameswara, I. and Fitranti, D. Y. (2015) ‘Perbedaan Nilai Vo2Max Dan Jarak Tempuh Lari Antara Pemberian Susu Rendah Lemak Dan Minuman Olahraga Komersial Pada Atlet Sepak Bola’, Journal of Nutrition College, 4(1), pp. 30–38. doi: 10.14710/jnc.v4i1.8618.
Lubis, N., Prasetiawati, R., Septiani, W. 2017. Determination of Vitamin C Red Guava (Psidium guajava linn) Fruit Juice, with Variation of Beverage packing.  The IRES International Conference, Yokohama, Japan.
M. Umadevi, P.K. Sampath Kumar, Debjit Bhowmik, S. Duraivel. (2013). Health Benefits and Cons of Solanum tuberosum. Journal of Medicinal Plants Studies, 16-25.
Muth, N.D. 2015. Sport Nutrition for Health Professionals. F.A. Davis Company: Philadelphia
Naz, A., Butt, M.S, Sultan, M.T., et al. 2014.  Watermelon Lycopene and Allied Health Claims. EXCLI Journal;13:650-666
Nestle Nutrition Institute (2020) Awal Yang Segar : Kiat-Kiat Pola Makan Yang Sehat.
Nieman, D. C., Gillitt, N. D., Sha, W., Esposito, D., & Ramamoorthy, S. (2018). Metabolic recovery from heavy exertion following banana compared to sugar beverage or water only ingestion: A randomized, crossover trial. PloS one, 13(3), e0194843. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0194843
Nugroho, S. (2008) ‘Peran Nutrisi Bagi Olahragawan’, MEDIKORA, IV(1), pp. 103–122. doi: 10.1007/s13398-014-0173-7.2.
Parwata, M. O. A. (2016) Bahan Ajar Antioksidan. Denpasar.
Rahman, S. (2018) Studi Pendahuluan Pengaruh Alpukat Terhadap Profil Lemak di Poli Penyakit Dalam Klinik Iman. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.
Rankin, P., Landy, A., Stevenson, E., & Cockburn, E. (2018). Milk: An Effective Recovery Drink for Female Athletes. Nutrients, 10(2), 228. https://doi.org/10.3390/nu10020228
Regina Belski, Adrienne Forsyth, Evangeline Mantzioris. (2019). Nutrition For Sport, Exercise and Performance. Crows Nest, Australia : Allen & Unwin.
Rianti, C. R. and Syauqy, A. (2014) Pengaruh Pemberian Pisang Terhadap Kelelahan Otot Aerob Pada Atlet Sepak Takraw. Universitas Diponegoro Semarang.
Rusli (2011) ‘Pencegahan Cedera Olahraga Bagi Atlet Melalui Nutrisi’, Jurnal ILARA, 11(1), pp. 78–87.
Sarwono Waspadji, Kartini Sukardji, Suharyati. (2015). Menyusun Diet Berbagai Penyakit Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
S, S. Z., Nurhayati, A., & Yulia, C. (2015). Pemilihan Makanan Atlet Dayung Universitas Pendidikan Indonesia. Media Pendidikan, Gizi Dan Kuliner, 4(1), 84–92.
Shilton, A. (2015, July 22). Outside. Retrieved from Could Watermelon Juice Make You a Better Athlete?: https://www.outsideonline.com/1999696/could-watermelon-juice-make-you-better-athlete (Akses: 26 April 2020)
Sinaga, F.A., Risfandi, M., Mesnan, I,P, J. 2017. The Effect of Giving Red Guava Fruit Juice Towards Haemoglobin and Vo2max Contents on Maximum Physical Activity. International Journal of Science and Research (IJSR); 6(9): 1187
Surbakti, S. (2010) ‘Asupan Bahan Makanan Dan Gizi Bagi Atlet Renang’, Jurnal Ilmu Keolahragaan, 8(2), pp. 108–122.
Susanti (2016). PROFIL PROTEIN SUSU DAN PRODUK OLAHANNYA. 39(2), 98–106.
Tremblay, S. (2018, November 27). What Are the Benefits of Poaching Eggs? Retrieved from SFGATE: https://healthyeating.sfgate.com/benefits-poaching-eggs-3734.html (Akses: 26 April 2020)
Wirakusumah, E.S. 2003. Menu Sehat. Jakarta. Puspa Swara
Yanti, S. A. P. E., Ambartana, I. W. and Dewantari, N. M. (2018) ‘Pola Konsumsi Sayur Dan Buah, Kebiasaan Olahraga Dan Status Gizi Anggota Persatuan Pencak Silat Ranting Bayad Desa Bayad Tegallalang Gianyar’, Jurnal Ilmu Gizi, 7(3), pp. 115–121.

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Halo teman-teman 2.1, saya Amelita (41160017) izin bertanya, pada menu 1 teman-teman memilih nasi merah 1 mangkuk sebagai sumber karbohidrat utama dengan alasan memiliki karbohidrat yang lebih besar dibandingkan nasi putih, tetapi di menu 2 teman teman memilih nasi putih dengan jumlah yang dikurangi menjadi 3/4 gelas dan mengurangi asupan karbohidratnya.jadi saya ingin menanyakan apakah dasar yang membedakan teman teman menambah asupan karbihidrat di makan malam menu 1 dan menguranginya di menu 2? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat malam Amelita Rosalina, terima kasih atas pertanyaannya. Saya sebagai perwakilan kelompok 2.1 ingin mencoba menjawab. Kami memilih memberikan nasi merah di Menu A dan memberikan nasi putih di Menu B sebagai variasi pemilihan jenis makanannya, kami tidak bermaksud untuk mengurangi asupan karbohidratnya karena karbohidrat yang kami gunakan sebagai acuan ialah karbohidrat total dalam sehari dan rekomendasi karbohidrat setelah latihan yang atlet tersebut dapatkan. Serta di menu A realisasi karbohidratnya sebesar 101% sementara di menu B realisasi karbohidratnya sebesar 98% sehingga tentunya hal tersebut mempengaruhi pemilihan jenis makanan kami

      Terima kasih
      Salam,
      Kelompok 2.1

      Delete
  3. Terimakasih untuk informasinya, semoga dapat bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Kalo nasinya pake shirataki bisa kurus ga ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang. Saya Clara sebagai perwakilan dari kelompok akan mencoba menjawab.

      Saat ini nasi shirataki atau shirataki rice sedang banyak digemari karena terkenal dengan kalorinya yang sangat rendah dibandingkan nasi putih bahkan 0 kalori. Nasi shirataki sangat cocok digunakan pada penderita gangguan metabolik seperti pada pasien diabetes atau pasien obesitas yang ingin menurunkan berat badan, namun untuk para atlet yang membutuhkan kalori besar lebih baik mencari pilihan bahan makanan dengan kalori dan kabohidrat yang tinggi pula. Yang harus diperhatikan pada pemilihan shirataki rice sebagai pengganti nasi putih adalah perlunya mempertimbangkan kebutuhan energi yang harus dipenuhi dalam sehari, jangan sampai produk yang rendah kalori ini menyebabkan gangguan pada aktivitas harian atau bahkan pada kesehatan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan energi dan makronutrien lainnya.

      Delete
  5. Terimakasih informasinya Kelompok 2.1

    Saya Febrina Eva Susanto (41160066) dari kelompok 3.5
    Saya sedikit bingung pada bagian asupan cairan yaitu :
    1) disebutkan bahwa Dita direkomendasikan mengganti 125-150% dari kehilangan cairan, bagaimana cara mengetahui kehilangan cairan? apakah setiap kali BAK diukur, dll? atau mungkin ada cara tertentu untuk menghitungnya?
    2) disebutkan Dita perlu mengkonsumsi 2070ml elektrolit gula 8%. Apa contoh jenis minuman yang mengandung elektrolit gula 8%?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi, terimakasih Febrina Eva untuk pertanyaannya... Saya Ni Nyoman Widya selaku perwakilan kelompok akan mencoba menjawab.

      1) Terkait mekanisme untuk mengetahui kehilangan cairan Dita adalah berdasarkan penimbangan berat badan sebelum latihan dan setelah latihan, dimana pada skenario sudah kami kembangkan, bahwa Dita kehilangan 1 kg berat badannya setelah melakukan latihan, sehingga berdasarkan rekomendasi asupan cairan pasca latihan, dianjurkan untuk mengonsumsi 125%-150% dari kehilangan cairan, sehingga kami konversi 1kg x 125%-150% dan diapatkan hasil seperti tercantum dalam tabel menu kami. Pada skenario yang kami membuat Dita kehilangan 1 kgBB selama latihan, sehingga kami memberi cairan setelah latihan sebesar 1250 mL-1500 mL

      2) Terkait minuman yang mengandung elektrolit gula 8% di dalam tabel seharusnya dituliskan karbohidrat elektrolit 8% dimana, larutan gula yang mengandung 30-60gram karbohidrat dicampur dengan garam agar menjadi larutan elektrolit. Elektrolit itu sendiri merupakan zat yang dapat membentuk ion-ion dalam pelarutnya. Sehingga jika garam dicampur dengan larutan gula maka ion-ion dalam garam akan dipecah menjadi ion-ion positif dan negatifnya. Jika larutan hanya mengandung air dan gula saja maka itu bukan elektrolit (non elektrolit) karena karbohidrat merupan rantai karbon yang tidak bisa terionisasi. Sehingga, contoh cairan elektrolit yang kami maksud adalah larutan gula dan garam.

      Delete
  6. Terimakasih kelompok 2.1 atas informasinya. Sangat bermanfaat.
    Sebelumnya saya mau bertanya, di atas dikatakan bahwa nasi merah merupakan sumber karbohidrat yang lebih besar dibandingkan nasi putih. Lalu kenapa nasi merah lebih dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang diet bila dibandingkan dengan nasi putih?
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang, saya Aditya Jerry selaku perwakilan kelompok akan mencoba menjawab.

      Nasi merah merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi atlet. Nasi merah sendiri dipilih karena memiliki karbohidrat yang lebih besar dibandingkan nasi putih.
      Lalu untuk diet, walaupun beras merah memiliki karbohidrat yang tinggi, disamping itu beras merah kaya akan kandungan serat yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Oleh karena itu beras merah ini akan membuat rasa kenyang lebih lama sehingga asupan kalori yang dapat terpakai lebih efisien.
      Disisi lain, indeks glikemik beras merah hanya 50-55, lebih rendah dari beras putih yaitu 56-78. Indeks glikemik sendiri itu merupakan angka yang menunjukkan potensi jenis makanan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh kita. Sehingga dapat disimpulkan, mengonsumsi beras merah baik untuk diet karena tidak akan terlalu banyak meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh yang nantinya menimbulkan pertambahan berat badan seseorang.

      Delete
  7. Wow sangat berguna nih. Makan bergizi diimbangi olahraga teratur. Semoga semua sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat dan semoga semua sehat selalu.

      Salam,
      Kelompok 2.1

      Delete
  8. Ternyata malem itu ttp perlu karbo ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang, untuk atlet karena habis olahraga maka perlu karbohidrat untuk mengembalikan simpanan glikogen, dan jika lagi program menurunkan berat badan dan tidak habis berolahraga maka simpanan glikogen tubuh masih cukup, sehingga menyesuaikan keadaan tubuh ya.

      Terimakasih, salam sehat dari kelompok 2.1

      Delete
    2. Saya Dhimas S.N (41160052) Ijin menambahkan. Benar sekali. Jadi setelah latihan, karbohidrat tetap perlu dikonsumsi 1-1,2gram/kgBM pada awal periode pemulihan yaitu rentang waktu 4-6 jam pertama setelah latihan dilaksanakan. Hal ini lebih efektif untuk mengembalikan kondisi tubuh dan mempersiapkan untuk latihan berikutnya. Terimakasih.

      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  9. Terimakasih atas segala informasi yang telah dipaparkan di atas, mohon izin untuk untuk saya share ke teman teman FK Unud🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah membaca dan share, semoga bermanfaat

      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  10. Terimakasih atas informasinya, menunya beragam dan menginspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah membaca. Salam sehat dari kami kelompok 2.1

      Delete
  11. Kebetulan saya adalah seorang atlet. Dan ingin bertanya kapankah seorang atlet diperbolehkan untuk mengkonsumsi minuman berenergi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang, Saya Dhimas Setyanto Nugroho ijin mencoba menjawab. Sebenarnya untuk konsumsi minuman berenergi disesuaikan dengan intensitas dan jenis latihan. Selain itu konsumsi minuman berenergi juga disarankan dimulai sejak awal latihan, tidak disarankan ketika ingin mengikuti perlombaan baru kemudian mengkonsumsi minuman berenergi. Hal ini dikarenakan tidak semua atlet cocok dengan minuman berenergi tersebut. Sehingga perlu "uji coba" ke diri atlet apakah toleran atau tidak terhadap minuman berenergi tersebut, dan "uji coba" tersebut tidak disarankan saat ada perlombaan karena untuk menghindari efek-efek yang tidak diinginkan. Terimakasih.

      Delete
  12. Untuk yang Lactose intolerance, penggantinya apa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Kak Imanuel Aji, saya Ni Nyoman Widya akan mencoba menjawab terkait orang dengan intoleransi laktosa. Sedikit panjang tapi semoga dapat bermanfaat ya kak

      Strategi untuk membantu mengelola konsumsi susu (sumber laktosa) dalam diet harian:
      1. Jadikan laktosa bagian dari makanan, dimana makanan padat dapat memperlambat pengosongan lambung dan memberikan waktu ekstra bagi laktase untuk memecah laktosa. Misalnya, minum segelas kecil susu bersama dengan makan siang lengkap.
      2. Tablet laktase juga dapat membantu mencerna laktosa, minum tablet tsb sekitar 30 menit sebelum mengonsumsi produk susu dapat mengendalikan sebagian besar gejala yang berhubungan dengan intoleransi laktosa.
      3. Dapat pula mengonsumsi merk susu yang mengandung pre-digested lactose, seperti Lactaid.
      4. Selain itu, juga dapat mengonsumsi Yogurt dengan live and active cultures dimana yogurt mengandung rendah laktosa dan kemungkinan besar tidak memberikan masalah bagi tubuh, kultur bakteri dalam yogurt pre-digest lactose manjadikannya makanan yang cocok untuk orang dengan lactose intolerance.
      5. Jika merencanakan diet rendah susu, maka perlu menambahkan nutrisi yang kayak akan kalsium dan nutrisi lain seperti yang ada dalam susu, beberapa contoh sumber kalsium adalah bayam, salmon kalengan atau sarden dengan tulang, jus jeruk yang difortifikasi dengan kalsium, brokoli, susu kedelai yang diperkaya kalsium, kacang almond.

      Terimakasih, semoga dapat membantu
      Salam,
      Kelompok 2.1

      Delete
  13. Informasi yang sangat bermanfaat. Ijin bertanya saya Reynaldy Marpaung NIM 41160069 dari kelompok 3.4. Apakah ada pengaruh pemilihan beras yang spesifik pada nasi putih dalam pemenuhan karbonya? Dan untuk intake cairan apakah dapat diganti dengan susu atau jus buah atau hanya air mineral saja?

    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Aldy. Saya Clara sebagai perwakilan dari kelompok 2.1 akan mencoba menjawab.
      Pemilihan jenis beras yang spesifik seperti nasi putih dan nasi merah akan berpengaruh pada indeks glikemik dari masing-masing bahan makanan. Pada nasi putih memiliki indeks glikemik sebesar 72 dan pada nasi merah indeks glikemiknya lebih rendah yaitu 66. Intake cairan dapat diperoleh baik dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi secara langsung seperti susu, jus buah, dan air mineral, mengingat bahwa pada susu dan jus buah juga terkandung komposisi air yang dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Pemilihan susu dan jus buah buat dapat dipilih ketika ingin menambah asupan kalori dan makronutrien seperti protein, lemak dan karbohidrat.

      Salam, semoga dapat membantu
      Kelompok 2.1

      Delete
  14. Apakah dalam sesi latihan Dita perlu menggunakan Sports Drink untuk memenuhai cairan elektrolit 8% yang dimaksud?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Kennard, Saya Ni Nyoman Widya selaku perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaannya ya...

      Terkait sport drinks tentu dapat diberikan kepada atlet saat melakukan latihan, pemberian minuman ini sah sah saja diberikan bahkan untuk kita sebagai orang awam yg bukan atlet saat sedang berolahraga, karena minuman ini terutama sebagai sumber elektrolit dam karbohidrat.

      Air merupakan bahan utama dalam sports drinks, tetapi juga mengandung karbohidrat dan elektrolit yang mampu mengimprove performa olahraga. Biasanya, sport drinks mengandung 6-8% karbohidrat. Larutan 6% mengandung sekitar 14 gram karbohidrat per 8 ons cairan (240 ml).
      Elektrolit utama yang ditemukan dalam minuman olahraga adalah natrium dan kalium/potassium.
      Seperti yang kita ketahui, air dan elektrolit hilang dari tubuh melalui keringat, dan sangat penting untuk menggantinya, terutama selama latihan jangka panjang (seperti skenario latihan selama 3 jam).

      Tubuh akan menyimpan karbohidrat di otot dan hati dalam bentuk glikogen, yang digunakan sebagai bahan bakar selama latihan. Mengkonsumsi karbohidrat sebelum atau selama berolahraga dapat membantu memperlambat seberapa cepat tubuh kita kehabisan simpanan karbohidrat sendiri.

      Sports drinks dirancang untuk menyediakan tiga komponen penting ini (air, karbohidrat dan elektrolit) dengan tujuan meningkatkan performa olahraga atau pemulihan/recovery.

      Contoh sports drink *saya tidak bermaksud menyebut merk ya, diplesetin sedikit semoga tetap bisa dipahami :
      Pokari suwet, idro koko, yusi wa tausen, mijon, dll.

      Ingat, sports drink berbeda dengan energi drink :)

      Terimakasih
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
    2. Wahh, ashiapp, sepertinya contoh sports drink yang ke 4 sering denger :)

      Delete
  15. selamat malam kelompok 2.1, saya ingin bertanya apakah atlet perlu mengkonsumsi minuman berenergi untuk menambah stamina? serta apabila atlet membutuhkan suplemen vitamin kira-kira vitamin apakah yang paling perlu? terimaksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Nada, terimakasih sudah bertanya

      Jadi untuk atlet sendiri memang perlu stamina yang baik dalam menghadapi pertandingan, tetapi dilihat lagi tujuan dari minuman ber energi itu sendiri, apakah memang untuk hidrasi atau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang lain. Jika hanya sekedar hidrasi, cukup air putih atau air ber elektrolit biasa. Namun jika untuk asupan nutrisi bagi atlet, ini yang harus diperhatikan, karena ternyata respon atlet terhadap setiap suplemen tidak sama. Jika ingin memberi suplemen, maka harus dicobakan pada saat latihan dari jauh hari dan bukan menjelang pertandingan.
      Selanjutnya, untuk minuman ber energi, jika atlet membutuhkan nutrisi, boleh saja mengkonsumsi minuman ber energi. Minuman ini boleh dikonsumsi pada saat sebelum atau setelah latihan fisik atlet tersebut.

      Terimakasih, salam sehat dari kelompok 2.1

      Aditya Jerry (41160005)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  16. Informasinya sangat membantu nih, apalagi disertai dengan sumber sumber, izin share ya, makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih telah membaca, silakan jika ingin share

      Terimakasih, salam sehat dari kelompok 2.1

      Delete
  17. Kepada kelompok 2.1
    Izin bertanya,
    Olahraga dayung tidak memungkinkan untuk dilakukan indoor atau dilakukan malam hari seperti kebanyakan olahraga lainnya.
    Hal ini menyebabkan atlet dayung selama latihan terkena panas matahari terus menerus.
    Jika demikian, apakah ada perbedaan dalam jumlah cairan yang harus dikonsumsi atlet dayung dengan atlet lainnya? Apakah mungkin terpapar matahari terus menerus menyebabkan atlet tsb butuh cairan lebih banyak?
    Terima kasih

    Vanessa Veronica
    41160062

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Vanessa Veronica, terima kasih atas pertanyaannya

      Saya Clara perwakilan kelompok 2.1 akan menjawab.
      Benar, pada sesi latihan olahraga dayung ada yang dilakukan indoor ada pula yang outdoor. Kegiatan indoor berupa pengembangan teori seperti pengetahuan dalam hal hidrasi, nutrisi, pemulihan dan regenerasi, pengembangan mental, dan pemulihan pascakompetisi. Kegiatan outdoor berupa latihan fisik serta pengembangan teknik dayung dan kayuh.
      Tentu ada perbedaan kebutuhan cairan antara atlet yang dominan melakukan aktivitas di dalam ruangan maupun di luar ruangan, dan pada skenario di negara 4 musim juga ada saat musim panas atau musim dingin. Melakukan latihan dibawah panas matahari meningkatkan total kehilangan cairan tubuh, yang akan menurunkan volume plasma. Kondisi ini akan menurunkan aliran darah ke organ yang dianggap ‘kurang penting’ saat latihan seperti organ pencernaan sehingga dapat menimbulkan gangguan gastrointestinal.
      Oleh karena itu kehilangan cairan pada atlet perlu dipantau. Terdapat beberapa data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kehilangan cairan saat latihan baik di dalam maupun luar ruangan yaitu berat badan sebelum latihan, berat sesudah latihan (tidak menggunakan pakaian yang telah basah oleh keringat), volume cairan yang dikonsumsi selama latihan, urine out selama latihan (diambil saat akhir latihan). Setelah latihan, seorang atlet disarankan untuk mengganti 125-150% cairan tubuhnya yang hilang.

      Sumber bacaan:

      Nurjaya, DR. Tahapan Pembinaan Atlet Dayung Jangka Panjang. Disampaikan pada acara Saresehan Pelatih Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Cabang Olahraga Dayung Se-Indonesia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara 25 Juli 2009.

      Belski, R., Forsyth, A., Mantzioris, E. 2019. Nutrition For Sport, Exercise and Performance. Allen & Unwin; Australia

      Heather Fink, Alan Mikesky, Lisa Burgoon Practical Applications in Sports Nutrition Third edition.Jones and Bartlett Learning; Burlington.

      Delete
  18. Terimakasih kelompok 2.1 atas informasi yang telah diberikan

    Izin bertanya mengapa susu rendah lemak lebih dipilih daripada susu full cream untuk atlet dayung ? Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang saya ijin mencoba menjawab pertanyaannya. Pemilihan susu rendah lemak pada menu makanan tersebut karena kebutuhan lemak atlet sudah terpenuhi melalui bahan makanan yang lain. Selain itu pemenuhan kebutuhan lemak juga diusahakan yang mengandung lemak jenuh rendah. Hal ini menjadi pertimbangan juga didalam pemilihan menu agar kebutuhan lemak dari atlet tidak berlebihan.

      Terimakasih.

      Salam Sehat.
      Kelompok 2.1

      Delete
  19. Pagi teman teman, terimakasih untuk informasinya, saya Ika Irmawati Susanto (41160012) ingin bertanya.

    Mengapa lebih memilih kentang pada siang hari dibandingkan dengan nasi? Dilihat menurut jadwal atlet pada siang hari membutuhkan kalori yang besar. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat malam Ika, saya Ni Nyoman Widya Kusuma sebagai perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaan dari Ika ya...

      Alasan pemilihan kentang sebagai sumber karbohidrat sebagai menu makan siang sudah kami cantumkan di bagian C. Rasionalisasi makan siang menu A. Nah, alasan pemilihan kentang dibandingkan dengan nasi putih adalah karena kentang juga memiliki kalori yang cukup sebagai sumber energi dan tidak mengandung lemak, karena sebelum latihan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi lemak berlebih. Kentang dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga membuat rasa kenyang yang bertahan lebih lama, harapannya atlet tidak merasa kelaparan selama latihan. Sebagai sumber makanan yang kaya karbohidrat, kentang membantu memicu semua reaksi metabolisme dalam tubuh yang dibutuhkan untuk bergerak, berpikir, pencernaan, dan pembaruan sel, sehingga cocok dikonsumsi sebelum latihan.Kentang yang direbus mengandung vitamin B6 yang baik untuk kerja jantung, tinggi potassium (kalium), vitamin C, dan sumber kalsium, magnesium dan zat besi.

      Kemudian, jumlah karbohidrat yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum latihan yang berlangsung >60 menit adalah 1-4 gr/kgBB dalam 1-4 jam sebelum latihan. Jumlah asupan karbohidrat atlet dalam menu makan siangnya sebesar 152,25 gram, dimana angka ini sudah mencakup kebutuhan karbohidrat sesuai BB atlet yaitu 59-236 gram karbohidrat, sehingga atlet tidak kekurangan sumber karbohidrat meskipun tidak mengonsumsi nasi sebagai sumber energinya. Kalori yang terkandung dalam menu makan siang juga cukup besar untuk menunjang latihan atlet, mengingat jumlah karbohidrat yang dikonsumsi juga besar.

      Terimakasih, semoga jawabannya sesuai dengan harapan ya
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  20. Terima kasih kepada kelompok 2.1 atas informasi yang disampaikan.

    Perkenalkan, saya Gabriela (41160093), saya mau bertanya apa tujuan pemberian roti gandum bagi atlit tersebut? Berapa jumlah serat pada kandungan roti gandum? Mengapa memilih selai kacang yang tinggi karbohidrat dan lemak, apakah tidak sayang bila roti gandum yang konotasinya sehat dicampur dengan selai kacang? mengapa tidak memilih selai yang lain? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat malam Gaby, Saya Veby perwakilan kelompok 2.1 ingin menjawab pertanyaannya.
      Tujuan dari pemberian roti gandum bagi atlet yaitu roti gandum merupakan salah satu sumber utama karbohidrat bagi tubuh. Selain itu roti gandum juga kaya akan protein, mineral, dan vitamin. Roti gandum kami pilih sebagai menu snack pagi sebagai pengganti nasi sehingga karbohidrat atlet tetap terpenuhi dan menu menjadi lebih bervariasi. Serat yang terkandung pada roti gandum adalah 1,1 gram. Dan kami memilih selai kacang yang memiliki kadar lemak 9 gram karena mengingat pada snack pagi sumber lemak hanyalah dari selai kacang tersebut. Selai kacang dipilih juga karena memiliki kadar kalori lebih tinggi dibandingkan selai yang lainnya. Salah satu fungsi lemak dalam tubuh adalah sebagai cadangan energi. Atlet disarankan untuk mengkonsumsi lemak tidak lebih dari 30 - 53 % dari total energi per hari. Adanya pemakaian lemak selama latihan dapat memberikan efek melindungi penggunaan glikogen otot (karbohidrat). Sehingga ketika atlet latihan tidak mudah kelelahan.

      Terimakasih, semoga dapat membantu dan dipahami
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  21. dua tiga anting anting
    informasi ini sangat penting

    ReplyDelete
  22. jalan sama hansip naik ke atap
    okesip mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiappp terimakasih sudah membaca.

      Salam sehat.
      Kelompok 2.1

      Delete
  23. Selamat malam, Saya Hana Kristina (41160081) dari kelompok 3.3 ijin bertanya. Untuk kebutuhan gizi atlet dayung selain dipengaruhi oleh durasi dan intensitas latihan, apakah juga dipengaruhi oleh jenis-jenis latihan dalam program latihan yang dikhususkan untuk atlet dayung? Apakah dapat menjadi pertimbangan dalam pembuatan menu? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang hana, saya Aditya Jerry sebagai perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaan dari hana

      Untuk kebutuhan gizi atlet dayung didasari dari durasi maupun intensitas latihan, selain itu jenis latihannya sendiri ada daya tahan, kelentukan, dan kekuatan. Jenis latihan ini memerlukan banyak energi yang bersumber dari kalori yang dimakan oleh atlet sehingga dalam pemilihan menu makannya dapat dipengaruhi oleh jenis latihan atlet dayung itu sendiri. Untuk menu yang kami susun disini, sudah disesuaikan dengan kondisi atlet pada saat latihan sehingga kalori yang dibutuhkan sudah mencukupi selama dilaksanakannya program latihan dayung.

      Terimakasih, semoga dapat membantu
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  24. Selamat malam saya Evinola 4116007 dari kelompok 3.1 hendak bertanya, sebenarnya berapa kalori yang dibutuhkan untuk atlet dayung? terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat malam Nola, saya Ni Nyoman Widya Kusuma sebagai perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaan dari Nola ya...

      Terkait kebutuhan kalori dari atlet dayung tentu berbeda-beda, tergantung dengan jenis kelamin, berat badan, level aktivitas fisik, tinggi badan, usia, dll, sama seperti kita menghitung kebutuhan kalori pada orang biasa yang non-atlet.

      Perbedaan kebutuhan kalori selain dari beberapa faktor di atas juga dipengaruhi oleh apakah dalam waktu dekat atlet akan melakukan kompetisi atau hanya sekedar latihan rutin dengan intensitas ringan hingga sedang saja.

      Menururt Harvard Helath Publications, hanya dalam 30 menit mendayung, seseorang dengan berat 155 pon (dalam kg = 155:2 = 77.5 kg) mengeluarkan sekitar 316 kalori. Atlet dayung laki-laki yang bersaing dalam sebuah kompetisi kemungkinan membutuhkan >22,7 kalori/ponBB/hari (11,35kal/kgBB), sementara atlet dayung putri membutuhkan 20-23kal/ponBB setiap harinya. Jumlah ini setara dengan 4.086 kalori untuk pendayung pria dengan berat 180 pon (90kg) dan 2.700-3.105 kalori/hari untuk pendayung perempuan kompetitf dengan berat 135 pon (67,5kg).

      Jika latihan dayung hanya dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang, tentu kebutuhan kalori harian akan lebih rendah dari kebutuhan kalori atlet yang akan/sedang berkompetisi. Harvard Health Publications menyebutkan bahwa seseorang dengan berat 155 pon membakar 260 kalori dalam 30 menit jika mendayung dengan kecepatan sedang. Sementara orang dewasa aktif sering membutuhkan sekitar 18 kalori/ponBB setiap harinya, individu yang cukup aktif umumnya membutuhkan 16 kalori/ponBB/hari. Oleh karena itu pendayung rekreasi (sekedar latihan ringan-sedang) dengan BB 180pon (90kg) kemungkinan membutuhkan 2.880-3.240 kalori/hari, sementara pendayung dengan BB 135 pon (67,5kg) membutuhkan 2.160-2.430 kal/hari.

      Jadi, kembali lagi kepada kondisi dan persiapan atlet apakah akan segera berkompetisi atau tidak.

      Terimakasih, semoga dapat membantu dan dapat dipahami
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  25. Halo selamat malam sobat!!
    Saya Radian Adhiputra (41160060) dari kelompok 1.6

    Halo selamat malam sobat!!
    Saya Radian Adhiputra (41160060) dari kelompok 1.6

    Apakah jadwal makan yang sudah disusun tersebut telah sesuai dengan waktu latihan?
    dan apakah kebutuhan kalori, karbohidrat, protein dan lemak serta air pada atlet tersebut sudah terpenuhi semuanya?

    Terimakasih atas jawabannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Radian, selamat malam.
      Saya Clara perwakilan dari kelompok 2.1 akan menjawab.
      Untuk pertanyaan pertama adalah iya benar. Kelompok kami telah berdiskusi dan menyusun menu berdasarkan waktu latihan atlet yang dimulai dari pukul 15.00 hingga pukul 18.00, sehingga pemilihan bahan makanan telah kami sesuaikan dengan jadwal latihan agar meningkatkan performa atlet.
      Untuk pertanyaan kedua mengenai kebutuhan kalori, karbohidrat, protein dan lemak serta air baik sebelum, selama maupun setelah latihan sudah kami perhitungkan dalam penyusunan menu. Dalam penyusunan menu kami menggunakan referensi dari Academy of Nutrition and Dietics untuk perhitungan kebutuhan makronutrien, dan International Society for Sports untuk perhitungan jumlah cairan atlet, sehingga diharapkan dengan menu yang telah dibuat (menu A dan menu B) sudah dapat memenuhi kebutuhan makronutrien, kalori (menu A:101,4%, menu B:98,6%) dan air atlet Dita.

      Salam,
      Kelompok 2.1

      Delete
    2. Terimakasih atas jawabannya.
      Sukses selalu, Tuhan memberkati.
      Salam,
      Radian.

      Delete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Saya Novi NIM 41160019 ingin bertanya pada kelompok 2.1
    Pada menu makan malam dipilih menu bebek dengan pemasakan dibakar. Mengapa lebih memilih dibakar daripada dipanggang? Setau saya zat karsinogeniknya akan lebih tinggi saat dibakar dan jika menu ini diterapkan terus menerus, maka tidak baik untuk kesehatan. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Novi, saya Aditya Jerry sebagai perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaan dari Novi

      Memang benar untuk makanan yang dibakar seperti bebek bakar ini sendiri dapat menimbulkan zat karsinogenik ketika saat dibakar. Tetapi perlu di ingat, jika makanan yang dibakar dengan cara yang benar dapat meminimalisir zat karsinogenik tersebut. Mengutip dari Harvard Health Publishing, merendam daging dengan bumbu bukan hanya meningkatkan cita rasa tetapi dapat meminimalisir pembentukan karsinogen yang terjadi. Di sisi lain untuk mengurangi jumlah lemak yang menetes kearang dapat dilakukan dengan cara melapisi permukaan panggangan dengan aluminium foil. Mungkin itu sedikit tentang cara meminimalisir zat karsinogenik dari daging yang dibakar.
      Selain itu untuk pemilihan daging bakar sendiri dikarenakan dapat memberi variasi pada makanan yang dimakan oleh atlet dan untuk bagian makanan yang sekiranya agak gosong setelah pembakaran akan dibuang untuk meminimalisir kembali zat karsinogenik pada bebek bakar ini.

      Terimakasih, semoga dapat membantu
      Salam sehat,
      Kelompok 2.1

      Delete
  28. selamat pagi sobat sehat, saya putu evan 41160032 mungkin saya ingin melanjutkan pertanyaan yang di atas dari saudari Novi, mengapa kelompok anda lebih memilih bebek sebagai pilihan utama saat makan malam, memang bebek mengandung protein tinggi sebesar 7g dalam 45gr daging bebek. namun seperti yang diketahui dangging bebek merupakan sumber protein yang mengandung tinggi lemak khususnya lemak jenuh (13g lemak) , serta bebek juga mengandung tinggi kolesterol yang tentunya berdampak kurang baik bagi tubuh seorang atlet, serta mengapa tidak memilih sumber protein hewani yang rendah lemak saja? mengingat kandungan proteinnya sama sama 7g?

    terimakasih sobat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang sobat. Mohon ijin mencoba menjawab. Pemilihan bebek pada menu makanan ini memang untuk memenuhi kebutuhan lemak dari atlet. Namun dari 13 gram lemak yang terkandung dalam setiap 45 gram daging bebek, tidak semuanya adalah lemak jenuh. Dari website fatsecret.co.id telah kami cek bahwa kandungan lemak dalam daging bebek sekitar 40% adalah lemak jenuh dan 60% adalah lemah tidak jenuh. Sedangkan untuk kolesterol sendiri, dari sumber yang kami baca yaitu Buku "Menyusun Diet Berbagai Penyakit Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar" yang dikeluarkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, daging bebek tidak termasuk dalam bahan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, walaupun memang termasuk dalam kategori bahan makanan yang mengandung lemak yang tinggi.Terimakasih.

      Salam Sehat.
      Kelompok 2.1

      Delete
  29. Selamat siang kelompok 2.1 terima kasih infonya, sangat bermanfaat!
    Saya Maharani Dyah K (41160095) dari kelompok 3.3 ingin bertanya
    1. Apakah pada atlet ini memerlukan minuman elektrolit sebagai pengganti elektrolit yang hilang pasca latihan? bila iya, diberikan saat apa dan berapa banyak?
    2. Intake dan kebutuhan cairan pada seorang atlet harus diperhatikan untuk mencegah dehidrasi. Apakah pada seorang atlet dapat terjadi overhidrasi? bila iya, apakah efeknya terhadap kesehatan atau tubuh atlet?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Maharani, saya Ni Nyoman Widya Kusuma sebagai perwakilan kelompok akan mencoba menjawab pertanyaan dari Rani ya...

      1. Terkait minuman elektrolit tentu dibutuhkan oleh tubuh atlet. Maka dari itu atlet dapat mengonsumsi sport drink yang mengandung karbohidrat, air dan juga elektrolit (terutama sodium dan potassium), mengenai sport drinks sudah dijawab di pertanyaan Kennard yaa ... Untuk jumlah sport drink adalah sebanyak 172,5mL yang diberikan setiap 15 menit sekali selama atlet melakukan latihan. Setelah latihan atlet dapat mengonsumsi cairan yg hilang berdasarkan berat badannya, kira-kira sebanyak 125-150% dari cairan tubuh yang hilang.

      2. Overhidrasi dapat dialami oleh seorang atlet. Overhidrasi ini terjadi ketika kadar konsentrasi natrium plasma turun terlalu rendah, baik karena water clearance oleh ginjal tidak optimal atau asupan air melebihi kehilangan keringat (keringat yang keluar). Asupan cairan berlebih dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai exercise-related hyponatremia (EAH), yang terjadi ketika konsentrasi natrium plasma menjadi terlalu rendah.

      Gejala EAH mulai muncul ketika konsentrasi natrium plasma turun di bawah 130 mmol / L yaitu termasuk pusing, mual dan bengkak pada tubuh. Ketika konsentrasi natrium plasma turun di bawah 125 mmol / L, gejala menjadi semakin parah, termasuk pembengkakan di tangan dan kaki, confusion, muntah, delirium, dan disorientasi. Jika natrium plasma turun di bawah 120 mmol / L, kemungkinan akan terjadi edema serebral, herniasi batang otak, dan kematian meningkat secara signifikan. Banyak gejala EAH (muntah, sakit kepala, dan kelelahan) tidak spesifik dan menyerupai gejala kekurangan cairan. Oleh karena itu, pengukuran natrium plasma atau berat badan mungkin diperlukan untuk menentukan apakah seseorang menderita EAH atau dehidrasi. EAH biasanya diobati dengan minum cairan hipertonik, atau, dalam kasus yang parah, penggantian natrium melalui infus IV untuk mendistribusikan kembali cairan dari intraseluler ke ruang ekstraseluler dan mengurangi pembengkakan.

      Terimakasih, semoga bermanfaat dan dapat dipahami ya ...
      Salam sehat,
      kelompok 2.1

      Delete
  30. Terimakasih atas informasinya teman-teman kelompok 2.1
    Saya Inda Rebeca (41160073) ingin bertanya terkait pemilihan menu B snack pagi, dimakalah teman-teman memilih roti bakar sebagai menunya. Apakah roti bakar yang teman-teman pilih adalah roti gandum juga seperti pada menu A snack pagi? Jika bukan roti gandum, apakah pertimbangan teman-teman memilih menu tersebut?
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi. Ijin mencoba menjawab. Roti yang kami berikan di snack pagi pada menu B adalah roti putih bukan roti gandum. Kedua roti tersebut memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang sama. Jumlah kalori nya pun sama. Kami memilih roti putih karena memiliki kandungan serat yang lebih sedikit dibanding dengan roti gandum. Disesuakian dengan waktu pemberian menu yaitu pagi hari, agar pada saat latihan atlet tidak mengalami gangguan pada pencernaan nya.
      Terimakasih.

      Salam Sehat.
      Kelompok 2.1

      Delete

Post a Comment

Popular Posts