Rasionalisasi Pemilihan Menu Kelompok 2.5


Makalah Rasionalisasi Kelompok 2.5

  •  Olahraga Voli 
Olahraga voli termasuk dalam olahraga durasi pendek dengan usaha yang tinggi (high effort) dan menggunakan sumber energi aerobik­-anaerobik yang  berjalan  secara  simultan. Aktivitas  anaerobik  yang  dimaksud  adalah seperti gerakanmelompat,  melempar,  mengoper,  menendang  bola  dan  memukul bola. Pada aktivitas ini metabolisme energi tubuh  akan berjalan secara anaerobik melalui sumber energi yang diperoleh  dari simpanan PCr dan glikogen. Sedangkan saat melakukan aktivitas  dengan  intensitas  rendah  seperti  saat  berjalan  secara  aerobik maka  sumber energi diperoleh dari simpanan karbohidrat, lemak dan protein. Bola voli merupakan cabang olahraga permainan (Kemenkes RI, 2014).
Asupan makanan pada posisi atlet bola voli tersebut membutuhkan perhatian khusus, selain teknik dasar setiap posisi dalam melakukan olahraga bola voli. Pada saat pertandingan maupun latihan permainan posisi tosser memiliki aktivitas gerak yang lebih banyak dibandingkan posisi pemain yang lain sehingga membutuhkan asupan energi yang lebih banyak untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya. Aktivitas fisik atlet yang lebih banyak dapat meningkatkan kesegaran jasmani, seperti halnya pada tosser, smasher, defender yang memiliki daya tahan yang lebih besar (Novitasari D A dkk, 2016)
Zat gizi yang dibutuhkan atlet terdiri dari zat gizi makro dan zat gizi mikro.  Yang termasuk kelompok zat gizi makro yaitu karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan zat gizi mikro yaitu vitamin dan mineral.

  • Mengatasi IMT kurang pada atlet (<18,5)
Makan perlu menaikkan Berat Badan dengan cara : 
1.     Kebutuhan gizi sesuai menurut umur, jenis kelamin, BB dan aktifitas. 
2.     Menu seimbang dengan aneka ragam bahan makanan
3.     Menu disesuaikan dengan pola makan atlet dan pembagian makanan disesuaikan dengan jadwal latihan maupun pertandingan.
4.     Untuk meningkatkan kadar Hb, makanan yang mengandung zat besi dari hewani lebih banyak diserap
5.      Menambah makanan yang kaya vitamin C seperti buah-buahan yang dapat diolah menjadi  jus buah (Syafrizar, 2009).

  • Mengatasi Hb yang menurun 
-        Memberikan makanan kaya zat besi yang bisa didapatkan dari sumber hewani seperti daging merah (daging sapi) , ayam, ikan, dan sumber nabati seperti sereal, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah pisang.
-        Menambah variasi makanan yang mengandung zat gizi penghasil  sel darah baik hewani maupun nabati.
-        Menambah bahan makanan yang mengandung zat-zat yang membantu penyerapan zat besi seperti vitamin C, buah-buahan dan protein hewani. 
-        Mengurangi bahan makanan yang mengandung zat-zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti teh, kopi dan rokok (Syafrizar, 2009).

  • Kebutuhan Makronutrisi (Karbohidrat, Protein, Lemak)
1.     Karbohidrat :  
Sel-sel otot yang sangat aktif memerlukan banyak energi. Karbohidrat merupakan salah satu jenis jenis zat gizi yang sangat penting bagi atlet.  Agar cadangan energi atlet mencukupi kebutuhan, karbohidrat merupakan penyuplai energi yang utama. Bagi atlet yang menekuni cabang olahraga dengan waktu yang lama, pengisian karbohidrat otot (karbohidrat loading) kadang merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menyediakan cadangan energi yang cukup selama latihan dan pertandingan. Selain berfungsi dalam menghasilkan energi karbohidrat juga sebagai pemberi rasa manis pada makanan, mengatur metabolisme lemak, membantu pengeluaran feses dan sebagai penghemat protein (Syafrizar, 2009).
Diet yang mengandung karbohidrat tinggi, akan terjadi perbedaan daya guna otot 11% lebih tinggi dari suatu diet dengan kadar lemak tinggi. Selama istirahat kira-kira 40% karbohidrat diperlukan oleh tubuh, bila tubuh melakukan latihan ringan sampai sedang, karbohidrat yang digunakan meningkat sampai 50% atau lebih.  Bila latihan lebih intensif lagi, maka kebutuhan karbohidrat akan lebih meningkat lagi. Pada atlet yang melakukan latihan ringan seperti voli 1,5 jam tiap latihan memungkinkan menggunakan tingkat sumber karbohidrat yang lebih rendah (50-60%) dibandingkan atlet latihan berat (65-70%) (Syafrizar, 2009).
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati) yaitu bahan makanan pokok seperti beras (nasi), gandum (roti), kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai (tahu) dan buah-buahan. Metabolisme karbohidrat memerlukan enzim-enzim dan hormon serta ditambah dengan vitamin (Syafrizar, 2009).

2.               Protein :
Kebutuhan protein bagi seorang atlet sedikit berbeda bila dibandingkan dengan bukan atlet. Penambahan kebutuhan protein mudah diatasi dengan penambahan masukan protein dari makanan seimbang dengan kandungan protein 10-15%. Namun atlet tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan sumber protein yang berlebihan yang berlebihan menyebabkan hati dan ginjal bekerja lebih berat. Dalam hal asupan protein, waktu pemberian protein juga menentukan hasil disamping jumlahnya. Pemberian segera sebelum dan setelah latihan beban lebih dapat meningkatkan massa otot, dan menjaga keseimbangan protein hingga 24 jam (Syafrizar, 2009).
Protein terutama berperan sebagai "spare part" tubuh, yaitu sebagai zat pembangun komponen dan struktur jaringan tubuh, mengganti komponen dan strl.lktur jaringan tubuh yang rusak seperti otot, serta berperan dalam pembentukan enzim, hormon, neurotransmiter dan antibodi. Protein sangat diperlukan oleh atlet tenltama pada atlet cabang olahraga yang membutuhkan kekuatan dan power karena protein membantu proses pembentukan serabut otot sehingga meningkatkan massa otot (Kemenkes RI,2014).
·        Kebutuhan Protein 
Protein banyak terdapat pada bahan makanan yang berasal dari hewan (protein hewani) seperti  daging sapi, ayam, ikan (sarden, tuna, kakap) dan  hati.  Sumber protein hewani ini memiliki kualitas yang baik karena mengandung hampir semua asam amino esensial. Sumber asam amino esensial ini berfungsi untuk pertumbuhan, pembentukan serum, hemoglobin, enzim, serum, serta antibodi, mengganti sel-sel tubuh yang rusak, mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh serta sebagai sumber energi. Jumlah yang diberikan sesuai kebutuhan (10-15% total kebutuhan) serta memiliki kandungan asam amino esensial yang mudah dicerna dan diserap tubuh, sementara protein dari nabati seperti: kacang-kacangan, tempe, tahu, dan lainya tidak memiliki kandungan asam amino tertentu (Pradipta dkk, 2017).


3.               Lemak :
Peranan lemak adaah sebagai sumber energi yang memproduksi ATP (adenosin tripospat) selama kegiatan/latihan olahraga selain dari sumber karbohidrat. Pada latihan voli memerlukan  1,8 – 2,0 lemak per KgBB atau 20-30% dari total asupan kalori yang dibutuhkan tubuh. Masukan energi dari lemak ini dianjurkan tidak lebih dari  30-53% dari total energi per hari. Lemak dioksidasi dalam tubuh akan menghasilkan energi bagi aktifitas jaringan (menghasilkan 9 kkal/gram), dan menyediakan vitamin yang larut dalam lemak dan membantu penyerapannya (Syafrizar, 2009).
Pemenuhan asupan lemak sebelum berolahraga justru harus dalam jumlah yang minimal. Pada saat sebelum sesi latihan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai penghasil ATP utama. Direkomendasikan untuk memilih asupan rendah lemak dan serat agar mudah dicerna. Pemilihan diet rendah lemak sebelum sesi latihan agar meminimalkan adanya makanan dalam lambung untuk meminimalkan ketidaknyamanan pencernaan. Lemak waktu melakukan kegiatan olahraga yang lama melindungi pemakaian glikogen otot, tetapi masukan energi dari lemak ini dianjurkan tidak lebih dari 30-53% dari total energi per hari. Bila konsumsi lemak lebih dari yang dianjurkan akan merugikan baik terhadap kesehatan maupun terhadap prestasi atlet itu sendiri. Jadi, pemenuhan asupan lemak didasarkan pada intensitas dari latihan itu sendiri. Begitupun setelah sesi latihan, disesuaikan dengan rekomendasi asupan lemak per hari atlet berdasarkan jenis latihan dan intensitasnya (Syafrizar, 2009).
·        Lemak nabati (mengandung asam lemak tak jenuh) contohnya kacang tanah, buah alpukat,minyak zaitun, kelapa.
·        Lemak hewani yang mengandung asam lemak jenuh contohnya babi, sapi, kambing, ayam.

  • Pemilihan waktu pemberian makanan sebelum dan sesudah latihan
Pemilihan waktu pemberian makanan pada atlet didasarkan pada kebutuhan nutrisi yang akan dibutuhkan untuk berlatih nanti dan untuk memberikan nutrisi kembali setelah berlatih karena banyak nutrisi yang akan hilang selama berlatih.
Atlet sebaiknya mengkonsumsi makanan lengkap 3-4 jam sebelum bertanding, agar usus diberi kesempatan untuk mencerna dan menyerap makanan, sehingga saat bertanding lambung sudah dalam keadaan kosong. Makanan yang masih tersisa di lambung dapat menyebabkan gangguan perut, mual dan kram
Menu makanan tersebut terdiri tinggi karbohidrat, cukup protein, rendah lemak, rendah serat, cukup vitamin, mineral dan air.. Diusahakan tidak memberikan makanan sumber glukosa 30 menit atau kurang sebelum latihan berlangsung, hal ini akan menyebabkan hipoglikemia. Berikan Tambahan makanan karbohidrat berupa makanan tinggi karbohidrat seperti krakers, roti, biskuit, kue bolu, pisang dan lain-lain.  Cara pemasakan lebih baik, rebus, kukus, bakar (Syafrizar, 2009).. 

Selanjutnya 1-2 jam setelah selesai latihan dapat mengkonsumsi makanan kecil atau snack serta minuman. Setelah 3-4 jam selesai bertanding dilanjutkan makan makanan lengkap yaitu nasi, lauk   pauk, sayur dan buah serta minuman.
Pemberian makanan sesudah pertandingan ataupun latihan bertujuan untuk: 
1)     Mengembalikan cairan dan elektrolit yang keluar melalui keringat (rehidrasi) selama bertanding latihan. Selain air, pada rehidrasi juga harus diberikan natrium (Na) yang dikeluarkan tubuh selama bertanding latihan. Natrium (Na) dapat diperoleh dari produk minuman dan atau makanan (roti, sereal, dan lain lain). 
2)     Mengembalikan  cadangan  glikogen  sebagai  sumber  energi  di  dalam tubuh.  Pembentukan  cadangan  glikogen  selama  pemulihan  dapat dipercepat  melalui  pemberian  makanan  mengandung tinggi karbohidrat.  
3)     Membangun protein otot dan memperbaiki kerusakan otot (Syafrizar, 2009).


  • Pemberian snack pagi, siang dan sore
Berguna sebagai tambahan makanan bagi para atlet. Untuk makanan tambahan dapat direkomendasikan berupa makanan cair (seperti: jus, pemberian snack diantara makanan utama diperlukan karena salah satu hasil yang penting diperlukan atlet adalah porsi makan kecil tetapi sering (Pritasari, 2017)


  • Pemberian kacang-kacangan 
Dalam bahan makanan yang berasal tumbuhan (protein nabati) seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, merupakan protein komplit yang  mengandung asam amino esensial tertentu. Namun hanya sebagian asam amino esensial yang dikandungnya, sehingga perlu kombinasi bahan makanan protein hewani. Sebagai contoh: lysine adalah asam amino yang jumlahnya terbatas(limiting amino acid) pada serealia, padi-padian. Sedangkan methionine merupakan asam amino yang terbatas jumlahnya pada kacang-kacangan polong (legumes) dan kedelai. Adanya protein nabati (kacang-kacangan) menjadi pelengkap bagi atlet yang vegan, sehingga asam amino akan saling melengkapi menjadi protein berkualitas baik (Pradipta dkk, 2017).

  • Pemberian Sayur 
Sayuran yang dipilih adalah bayam, kangkung, brokoli, dan wortel. Sayur bayam dan brokoli memiliki zat besi tinggi yang sangat berguna bagi seorang atlet wanita dengan usia produktif. Perempuan produktif tentu masih mengalami menstruasi, oleh karena itu dibutuhkan zat besi lebih untuk menggantikan zat besi yang hilang tersebut. Selain itu, sayur mengandung serat, tinggi kalium, sedikit natrium, dan multivitamin. Serat adalah polimer karbohidrat yang tidak dapat dicerna, oleh sebab itu makanan berserat memberi perasaan kenyang dan puas sehingga membantu mengendalikan nafsu makan. Kalium dan natrium adalah mineral yang berfungsi menjaga keseimbangan air dan elektrolit, mempertahankan asam basa dan mempertahankan tekanan osmosis  (Waspadi, 2015).

  • Pemberian Ikan 
Ikan yang dipilih adalah sarden, tuna dan kakap. Ikan memiliki kandungan protein mencapai 17-22%, dengan rata-rata 19%. Fungsi protein tersebut sebagai pembangun struktur pada sel, membran pada tubuh. Selain protein, ikan juga memiliki kandungan vitamin antara lain Vitamin A dan Vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menyerap kalsium di usus, yang dimana untuk menyerap kalsium dibutuhkan pengikat kalsium intrasel yaitu Kalbindin; yang diinduksi oleh Vit. D serta Vitamin D juga bekerja sebagai pengangkut (transporter) kalsium secara cepat. Vitamin A juga terdapat pada ikan, antara lain  Vit. A pada minyak ikan, contoh: pada ikan Sardine (Sardina Pichardus) mengandung 4500 IU Vitamin A sampai 500 IU Vit. D tiap 100 g daging (Susanto & Fahmi, 2012).
Ikan tuna dan sarden mengandung asam lemak omega 3. Omega 3 atau asam linoleat adalah salah satu asam lemak essensial yang baik bagi kesehatan karena dapat menurunkan kolesterol LDL tanpa menurunkan kolesterol HDL. Pada saat latihan, omega 3 dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan dengan meningkatkan metabolisme aerobik untuk memperlancar pembentukan energi, sehingga tubuh tidak cepat lelah. (Hertzler, 2013). Asam linoleat berperan penting untuk metabolisme, kerja jantung dan sebagai jaringan integrasi dalam otot (Syafrizar, 2009).

  • Penggunaan minyak zaitun
Asam lemak tak jenuh tunggal yaitu asam oleat terdapat pada minyak Zaitun. Asam lemak tak jenuh tunggal (Mono Unsaturated Fatty Acid/MUFA) memiliki banyak manfaat seperti mengandung antioksidan tinggi, antiinflamasi dan lebih efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) darah, daripada asam lemak tak jenuh jamak (PUFA).


  • Pemberian buah dan jus buah
Kandungan serat di dalam buah dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Buah-buahan mengandung karbohidrat jenis monosakarida. Monosakarida, yang dikenal dengan nama gula  dan merupakan molekul terkecil dari karbohidrat. Dalam tubuh monosakarida langsung dapat diserap oleh dinding usus halus dan masuk ke dalam darah. Oleh karena itu untuk memaksimalkan simpanan glikogen hati,maka makanan yang tinggi fruktosa (buah, jus buah) harus dimasukan ke dalam menu  diet (Syafrizar, 2009).

  • Pemberian Roti  
Merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi yang bermanfaat sebagai sumber energi. Selain itu, roti mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti Vit. B1, B2, Zat besi, Kalsium. 


  • Presentase kebutuhan Air
Menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh melalui konsumsi yang tepat merupakan faktor yang harus dipelihara bagi seorang atlet baik saat menjalankan program latihannya maupun saat bertanding. Kekurangan konsumsi cairan dapat mengakibatkan dehidrasi yang dapat menurunkan performa olahraga. Berkurangnya 1%-2% berat tubuh akibat dari keluarnya cairan tubuh melalui keringat dapat menurunkan performa olahraga sebesar 10%, berkurangnya 5% berat badan dapat menurunkan performa 30%. Air merupakan zat gizi makro yang sering terlupakan dalam sehari-harinya. Kebutuhan air yang tercukupi bagi atlet berguna untuk mencegah dehidrasi serta meningkatkan konsentrasi atlet saat berolahraga (Syafrizar, 2009).
Jumlah air dan cairan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan normal adalah sekitar 2 liter sehari ditambah cairan yang keluar melalui keringat. Kebutuhan air untuk atlet berbeda dengan kebutuhan air untuk orang dewasa, atlet dapat mengkonsumsi air lebih dari 2 liter/hari. Jika penurunan BB 1 kg  maka keringat yang keluar selama latihan sekitar 1 liter, sehingga atlet perlu minum sebanyak minimal 1  liter selama latihan. Dengan pemberian kebutuhan cairan atlet hingga 2,3-4 liter perhari, dimaksudkan agar mencukupi serta memastikan rehidrasi cairan pada atlet (Syafrizar, 2009).
Membiasakan atlet untuk memenuhi kebutuhan cairannya ketika masa pelatihan, sehingga ketika musim pertandingan laju pengosongan lambung tetap terpelihara.Jenis cairan dan minuman dapat diperoleh dari air putih, teh susu, kopi, sup,  minuman lainnya sebagai contoh jus buah, sari buah atau sport drink (Kemenkes, 2014).

  • Pemberian air minum saat latihan 
 Berguna untuk mempertahankan jumlah cairan dalam tubuh selama berlatih, dimana ketika berlatih tubuh akan mengeluarkan cairan melalui keringat. Rekomendasi saat ini adalah mengonsumsi cairan 400-­‐800 mL/jam selama latihan, dengan tujuan menghindari kehilangan air dari tubuh lebih dari dua persen. Minuman dingin direkomendasikan untuk diberikan pada kondisi lingkungan yang panas. Dua jam sebelum aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat, dianjurkan mengkonsumsi cairan atau sport drink 7 ml/kg BB. Selama latihan dianjurkan minum untuk meminimalkan penurunan BB (minimal dehidrasi).
Setelah latihan untuk mengembalikan status hidrasi dibutuhkan asupan 150% dari cairan yang hilang, sebagai contoh jika hilangnya cairan (turunnya BB) 0.9 kg maka cairan yang harus dikonsumsi 1.4 liter pada latihan dengan Intensitas tinggi, lama 60- 120 menit butuh 1-3 L cairan yang harus diminum bisa berupa  Sport drink, air putih (Syafrizar, 2009).

  • Pemberian cairan isotonis saat latihan
Olahraga yang berlangsung lama (lebih dari 1 jam) dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) serta kehilangan elektrolit (Natrium (Na) dan Kalium (K). Kehilangan sebanyak 2% cairan dapat menyebabkan penurunan kinerja atlet. Air yang diminum harus  mengandung karbohidrat dan  mineral  dalam jumlah  yang seimbang (isotonik). Pemberian cairan isotonis khususnya dengan kandungan Kalium, Natrium, Magnesium, dan Kalsium dapat mengembalikan kandungan mineral.  dianjurkan untuk mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung natrium (Na) dan kalium (K). Kehilangan natrium dan kalium dapat diganti dengan minuman yang mengandung elektrolit (Syafrizar, 2009).

  • Pemberian teh manis hangat tepat setelah latihan
Setelah berlatih maka kadar glukosa dalam tubuh akan berkurang, konsumsi teh hangat dapat memberikan tambahan glukosa yang cukup agar tubuh tidak kekurangan kandungan glukosa. Pemberian glukosa dan sukrosa dari teh manis setelah latihan yang lama menghasilkan pemulihan glikogen otot yang sama, sedangkan fruktosa menghasilkan simpanan yang lebih rendah.
Cairan yang diberikan untuk menggantikan cairan yang hilang adalah cairan yang mengandung glukosa 5-7%, maksimal diberikan dalam waktu 1 jam setara dengan 30-60 gram glukosa. Selain itu suhu dari  teh hangat aman untuk dikonsumsi dengan suhu 15 - 20°C sedangkan suhu minuman yang terlalu dingin dan terlalu panas mengganggu proses penyerapan di gastrointestinal (Syafrizar, 2009).

  • Pemberian air putih setelah bangun tidur 
1.     Membantu metabolisme tubuh. Minum air putih saat perut kosong menaikkan proses metabolisme tubuh sampai 24%.
2.     Menguatkan daya tahan tubuh. Minum air putih saat perut masih kosong dapat menstabilkan sistem limfatik yang mempengaruhi tingkat imunitas. Daya tahan tubuh yang bagus pastinya akan membuat Anda terlindungi dari berbagai penyakit berat.
3.     Pencegahan infeksi kandung kemih dan batu ginjal. Asupan air putih yang mencukupi akan mengencerkan kandungan asam yang biasanya memicu batu ginjal. Peluang penyakit kronis seperti infeksi kandung kemih pun akan mengecil bila rajin minum air putih
4.     Menekan risiko gangguan cerna. Bagi penderita maag dapat menekan risiko kendala sistem cerna ini dengan minum air putih secara teratur;
5.     Menyehatkan kulit dan rambut. Kulit kering akibat dehidrasi akan cepat teratasi dengan minum air selepas bangun di pagi hari. Bagian tubuh lain yang akan ikut merasakan manfaat kebiasaan sehat ini adalah rambut yang mengurangi risiko kerapuhan (Promkes Kemenkes,2019).

  • Pemberian susu rendah lemak sebelum tidur
Sekitar 80 persen protein dalam susu sapi adalah kasein. Kasein adalah keluarga fosfoprotein terkait, yang ditemukan dalam susu mamalia. Mengkonsumsi 30-40 gram protein kasein sebelum tidur dapat menyebabkan peningkatan sintesis protein otot dan laju metabolisme akut tanpa mempengaruhi pemecahan lemak yang sangat penting bagi seorang atlet. Pemilihan susu yang rendah lemak karena lemak adalah sumber energi yang memproduksi selama kegiatan/latihan olahraga selain karbohidrat dalam bentuk glikogen. Namun jumlah yang digunakan sangat tergantung dari intensitas dan lamanya latihan, makanan dan status latihan seseorang. Malam hari, seseorang relatif tidak berkegiatan sehingga harus mengurangi konsumsi lemak. Protein susu juga dapat digunakan untuk menggantikan protein dari telur pada atlet yang alergi dengan telur pada kasus ini. Protein sederhana yaitu albumin dalam telur (ovoalbumin), dapat diganti albumin dalam susu (laktalbumin)  (Belski R, 2019).

SUMBER :

Belski R, Forsyth A, Mantzioris E. (2019) Nutrition for Sport, Exercise and Performance. Sydney:  Allen & Unwin.
E. Susanto, A.S. Fahmi. (2012) Senyawa Fungsional Dari Ikan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. Vol. 1, No. 4. Hal: 95-100
Hertzler, S., Scientist, R. (2013) The role of omega 3 fatty acids in performance and exercise. Las Vegas: NSCA

Kemenkes RI (2014). Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Gizi dan KIA. Kemenkes RI

National Strength & Conditioning Association. Essentials of Strength Training & Conditioning. Champaign, IL: Human Kinetics. 2000 

Novitasary, D.A,. Rahfiludin, M.Z,. Suroto (2016) Tingkat Konsumsi Energi, Aktivitas fisik, dan Kesegaran Jasmani pada posisi (Tosher dan Smasher) Atlet Bola Voli. Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 4 Nomor 2.

Par’i, Holil Muhammad (2014). Penilaian Status Gizi; Dilengkapi Proses Asuhan Gizi Terstandart. Jakarta: Buku kedokteran EGC. 
Pradipta, Didit .D, Nugraheni T.L. (2017)  Gizi Dalam Daur Kehidupan. Cetakan-1. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Robert, K.M., David, A.B., Kathleen, M.B., Peter, J.K., Victor,W.R.,  Anthony.W. (2014) Biokimia Harper.  Edisi 29. Jakarta: EGC. Hal: 587-598

Syafrizar,. Welis, W. (2009) Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media

Waspadji,  Sarwono, (2015). Menyusun  diet berbagai  penyakit;  berdasarkan  daftar bahan makanan penukar. Jakarta. FKUI








Comments

  1. Kepada kelompok 2.5
    Saya ingin bertanya, pada perhitungan IMT disebutkan jika atlet mengalami BB kurang. Apakah atlet dengan BB kurang membutuhkan suplemen atau vitamin tertentu?
    Terimakasih.
    Vanessa Veronica. 41160062.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Vanessa Veronica.. Terimakasih untuk pertanyaannya. Saya Maria Devita mewakili kelompok 2.5 akan mencoba menjawab.
      Pada kasus atlet dengan BB kurang, langkah awal yang diperlukan adalah mencoba memberbaiki kebutuhan gizinya yaitu dengan pemberian makanan yang cukup mengandung makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan tubuh. Berdasarkan hasil recall 24 jam, atlet pada kasus ini memang kurang dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Apabila atlet tersebut sudah mendapat sumber zat makanan yang mencukupi dan didapatkan hasil menuju ke arah BB ideal, maka tidak disarankan untuk pemberian suplemen ataupun vitamin tertentu. Sesuai dengan namanya suplemen hanya bersifat menambahkan atau melengkapi asupan nutrisi yang tidak diperoleh dari makanan. Selain itu penggunaan suplemen harus dalam pengawasan dokter atau ahli gizi olahraga, untuk mengontrol dosisnya dan perlu juga dipertimbangkan tingkat toksisitas yang ada pada suplemen atau vitamin tertentu. Sehingga untuk keamanannya lebih baik dilakukan pemenuhan nutrisi dengan menerapkan menu makanan seimbang. Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)

      Delete
    2. Sumber :
      National Institutes of Health (2017) Exercise And Athletic Performance Supplements Fact Sheet For Consumers. Availabe at https://ods.od.nih.gov/pdf/factsheets/ExercisePerformance-Consumer.pdf
      Syafrizar,. Welis, W. (2009) Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media

      Delete
  2. Selamat sore teman-teman kelompok 2.5
    Saya Vace Liansia (41160020) ingin bertanya untuk pemenuhan protein pada atlet yang alergi telur, ada banyak alternatif lainnya. Apabila alternatif tersebut masih tidak dapat memenuhi kebutuhan protein atlet, apakah diperbolehkan untuk mengkonsumsi protein isolate? Apakah ada efek sampingnya?
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Vace, perkenalkan saya Gabriela 41160093. Menurutu Jurnal "Karakterisasi Sifat Fisik dan Fungsional Isolat Protein Koro Benguk (Mucuna pruriens)" oleh Sudrajat dkk, 2016 , protein dalam konsentrasi tinggi dapat diperoleh dalam bentuk konsentrat atau isolat protein. Produk isolat protein ini biasanya terbuat dari biji kedelai atau tanaman polong-polongan. Menururt "Studi Observasional Pasca-Pemasaran Formula Isolat Protein Kedelai pada Bayi dengan Gejala Sugestif Alergi Terhadap Protein Susu Sapi" oleh pemberian isolat protein dapat diberikan dalam bentuk susu kedelai pada anak-anak yang alergi terhadap susu sapi. Beberapa masalah yang sering menjadi perhatian dokter atau orangtua pada penggunaan formula isolat protein kedelai adalah masalah pertumbuhan dan kandungan protein kedelai seperti fitoestrogen. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pemberian susu kedelai pada bayi cukup bulan ternyata menunjukkan penambahan berat badan dan panjang badan yang normal, kadar protein dan mineralisasi tulang yang normal.7-10 Sedangkan pada penelitian fitoestrogen pada formula isolat protein kedelai tidak jelas memberikan dampak negatif terhadap manusia.11 Namun demikian, European Society for Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) dan American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan belum cukup bukti dampak fitoestrogen pada manusia sehingga belum dapat disimpulkan dan perlu penelitian lebih lanjut.
      Jadi, bagi atlet tentu diperbolehkan protein isolat salah satunya dengan bahan yang berasal dari polong-polongan. untuk efek sampingnya seperti penelitan di atas, belum ada bukti yang jelas, masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Terima kasih.

      Delete
  3. Saya Ferren Fantrizha (41160015) ijin bertanya. Untuk mengatasi Hb yang menurun apakah perlu juga di tambahkan suplemen zat besi untuk meningkatkan Hb ? Kapan atlet perlu mengkonsumsi suplemen ? Dan apa alasan tidak diberi suplemen pada kasus tersebut ? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Ferren. Terima kasih untuk pertanyaannya. Saya Umbu Muri 41160003 perwakilan dari kelompok 2.5 akan mencoba menjelaskan. Pertama saya akan menjawab manfaat suplemen adalah menghindari kekurangan gizi akibat pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat serta membantu mengembalikan vitalitas. Alasan pemberian suplemen kepada atlet adalah diberikan jika atlet mengalami kekurangan zat-zat gizi tertentu yang mungkin terjadi pada saat mengikuti program penurunan berat badan, menstruasi, dan variasi makanan kurang baik (vegetarian). Suplemen hanya bersifat menambahkan atau melengkapi. Oleh karena itu diperlukan penyusunan menu-menu makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, tuna dll sehingga gizi yang didapatkan dapat terpenuhi. Terima kasih

      Delete
    2. Kondisi Hb yang menurun dapat dipulihkan dengan pengaturan makanan atlet dengan
      tepat yaitu memaksimalkan konsumsi sumber zat besi (heme) yang banyak terdapat dalam daging dibandingkan sumber zat besi (non heme) yang ada pada sayuran serta mengkombinasikan dengan makanan kaya vitamin C. Hb yang menurun pada wanita biasanya disebabkan karena menstruasi dan dapat meningkat kembali dengan pengaturan zat gizi. Adapun tujuan pengaturan gizi adalah meningkatkan kadar hemoglobin sel darah merah dan meningkatkan pembentukan sel darah merah agar mencapai kadar hemoglobin (Hb) dan jumlah sel darah merah yang normal.
      Namun apabila kekurangan zat besi ini menganggu kinerja fisik dan atlet mudah mengalami kelelahan saat berolahraga maka disarankan pengunaan suplemen zat besi untuk dapat memulihkan kondisi fisiknya secara optimal sehingga mampu berlatih olahraga lebih baik.

      Sumber : Syafrizar dan Welis, W. (2009) Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media

      Delete
  4. Halo teman-teman 2.1, saya Amelita (41160017) izin bertanya, mengapa alasan teman teman memilih buah seperti melon dan semangka dari pada buah lain yang memiliki vitamin c lebih tinggi, padahal teman teman mengejar kadar vitamin c? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Amelita.. Terimakasih untuk pertanyaannya. Saya Maria Devita perwakilan dari kelompok 2.5 akan mencoba menjawab.
      Pada pemenuhan gizi atlet tersebut memang dibutuhkan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi, namun juga tidak boleh diberikan secara berlebihan. Vitamin C dapat ditemukan pada bermacam-macam buah dan sayuran. Pada jenis buah dan sayuran tertentu memang memiliki kadar vitamin C yang lebih tinggi seperti pepaya, jeruk, lemon, stroberi, brokoli dan lainnya. Alasan kami memilih buah melon dan semangka adalah karena buah-buahan tersebut juga mengandung vitamin C walaupun tidak terlalu tinggi. Untuk mengatasi kandungan vitamin C yang berbeda-beda, kami juga memberikan beberapa buah dan sayuran lain seperti pisang, jambu, bayam, wortel, brokoli, kangkung dimana semuanya memiliki kandungan vitamin C. Masing- masing buah ataupun sayuran tersebut sudah diberikan minimal 1 jenis dalam tiap kali makan atau snack untuk memenuhi kebutuhan vit C, sehingga diharapkan sudah mampu memenuhi kebutuhan Vit C. Adapun pertimbangan lainnya mengapa tidak diberikan jeruk atau lemon yang paling dikenal akan kandungan vitamin C yang sangat tinggi adalah untuk menghindari gangguan lambung saat latihan akibat dari kandungan citric acid yang tinggi. Pemberian buah seperti jeruk mungkin akan lebih aman jika diberikan pada hari saat tidak latihan.
      Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Sumber:
      FactSheet. Vitamin C. UND The University of North Dakota Available at https://und.edu/student-life/dining/_files/docs/fact-sheets/vitamin-c.pdf

      Delete
  5. Halo teman-teman 1.2, pada tulisan diatas teman-teman menuliskan untuk mengatasi Hb yang menurun dari atlit dengan cara “mengurangi bahan makanan yang mengandung zat-zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti teh, kopi dan rokok” tapi kemudian teman-teman memberikan “teh manis hangat tepat setelah latihan”. Apakah pemberian teh ini tidak mempengaruhi upaya dalam mengatasi penurunan Hb ? Lalu jika pemberian teh memang harus dilakukan, berapa asupan teh normal per harinya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rambu Imel (41160084) dari kelompok 1.4

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Selamat sore Imel, saya Dewa Dirgantara (41160058) mewakili kelompok 2.5 akan mencoba menjawab pertanyaan Imel. Memang dalam teh mengandung senyawa polifenol tanin yang dapat menghambat proses penyerapan atau absorbsi zat besi dengan cara mengikat zat besi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi teh bersamaan dengan makanan atau langsung setelah makan. Akan lebih baik jika minum teh diselangi 1-2 jam sesudah makan agar kandungan tanin dalam teh tidak mengganggu penyerapan zat besi dari makanan yang dimakan. Untuk pemberian teh agar tidak mengganggu absorbs zat besi maka disarankan untuk mengkonsumsi teh hijau sekitar dua hingga tiga gelas per harinya. Agar tubuh mendapatkan 240 sampai 320 miligram senyawa polifenol berupa tannin. Mungkin sekian jawaban dari saya, apabila masih ada yang ingin ditanyakan dipersilahkan. Terimakasih 🙏

      Delete
    4. Sumber : World Journal of Gastroenterology. 2013. Green Tea and the Risk of Gastric Cancer: Epidemiological Evidence.

      Delete
  6. Selamat malam teman-teman kelompok 2.5, saya Dewa Kartika Putra (41160047) ingin bertanya mengenai pemberian teh manis hangat tepat setelah latihan pada atlet voli apakah tidak memiliki efek buruk terhadap atlet tersebut ? karena yang saya ketahui bahwa teh merupakan minuman yang mengandung kafein.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih untuk pertanyaannya Dewa.. Saya Maria Devita (41160007) akan mencoba menjawab.
      Teh mengandung kafein namun tidak sebanyak pada kafein kopi. Kandungan kafein pada teh instan sekitar 25-30 mg/serving dan pada teh seduh 40-60 mg/serving. Konsumsi kafein sebelum maupun setelah olahraga diperbolehkan. Namun jika ingin konsumsi kafein sebelum olahraga sebaiknya 1 jam sebelum latihan dan apabila selama latihan berlangsung sebaiknya tidak minum teh untuk mencegah efek diuretiknya. Kafein dapat membuat atlet untuk berlatih dengan energi yang lebih besar atau berlatih lebih lama, meningkatkan daya tahan atau ketahanan terhadap kelelahan. Tidak ada bukti bahwa konsumsi kafein sebelum berolahraga menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan ion, atau efek samping lainnya. Sebenarnya tujuan utama kami memberikan teh manis adalah mengambil manfaat dari karbohidrat gula selain dari fungsi kafein itu sendiri. Minuman Teh dengan gula di dalamnya dapat memberikan tambahan glukosa untuk pemulihan energi dan pemulihan glikogen otot setelah latihan.
      Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)
      Sumber : Graham TE. Caffeine and exercise: metabolism, endurance and performance.Sports Med.31(11):785-807. Review. PubMed PMID: 11583104


      Delete
  7. selamat malam kelompok 2.5, saya Nada NIM 41160025, saya ingin bertanya, BB atlit yang kurang tersebut manakah yang lebih dulu diutamakan gizinya (karbo/protein/lemak) dalam setiap menu untuk mengatasi BB yang kurang ideal tersebut? Sertakan juga alasannya ya. Terimakasih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malam Nada, saya Gabriela 41160093. Baik individu dengan BB atlit yang kurang maupun tidak tetap karbohidrat menjadi makronutrien yang diutamakan. hal ini dikarenakan karbohidrat menjadi sumber utama energi bagi tubuh. Menurut The United States Department of Agriculture merekomendasikan orang dewasa mendapat 45-65% kalo harian dari karbohidrat, protein 10-35% kalori harian, lemak 20-35% kalori harian. Apabila seseorang memiliki BB yang kurang hal itu juga dikarenakan makronutrien mereka tidak sesuai dengan asupan yang seharusnya seperti diatas. Jadi, karbohidrat diutamakan karena sumber energi utama, namun makronutrien lain juga harus terpenuhi asupan kalorinya per hari.

      Delete
  8. Selamat pagi kelompok 2.5, saya Denny Hendrawan NIM 41150011. Saya ingin bertanya mengenai pemberian cairan isotonis apakah yang direkomendasikan untuk diberikan untuk atlet voli tersebut ? Apakah pemberian sport drink dianjurkan ? Apabila dianjurkan berapakah presentase yang dibutuhkan ?
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo kak Denny. Terimakasih sudah bertanya. saya Umbu Muri 41160003 perwakilan kelompok 2.5 akan mencoba menjawab. Minuman Isotonis atau sport drink adalah minuman penambah tenaga atau energi untuk menggantikan cairan dan elektrolit ( Natrium, Magnesium, Kalium, kalsium) yang dikeluarkan tubuh dari keringat. Sport drink juga mennyediakan karbohidrat untuk menyuplai energi pada otak dan otot setelah melakukan aktivitas yang berat. Seseorang yang aktif dalam berlatih contoh atlet voli hanya butuh mengonsumsi sport drink setelah aktivitas berat yang menyebabkan berkeringat lebih banyak dengan durasi aktivitas selama 1 jam. Kandungan sport drink yang dianjurkan adalah mengandung karbohidrat (8-20 gram), natrium (115-173 mg), Kalium (19-49 mg), tidak boleh ada kandungan kafein atau gula pengganti/pemanis buatan atau produk bahan herbal dan tidak boleh ada kandungan karbonasi. Terima kasih

      Delete
  9. Terimakasih informasinya kelompok 2.5

    Saya Febrina Eva Susanto (41160066) dari kelompok 3.5
    saya ingin bertanya mengenai penghitungan kebutuhan kalori, yang saya baca dari Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes (2014) menyebutkan bahwa kebutuhan kalori pada beberapa jenis olah raga secara terkhusus untuk tatlet memerlukan tambahan Kebutuhan Energi (kalori/menit) berdasarkan berat badan. Apakah pada kasus atlet ini tidak perlu tambahan kebutuhan energi tersebut??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Febri, perkenalkan saya Gabriela (41160093). Tentu dalam atlet ini kami menambahkan tambahan kalori yaitu faktor aktiviyas fisik. Asupan makanan pada posisi atlet bola voli tersebut membutuhkan perhatian khusus, selain teknik dasar setiap posisi dalam melakukan olahraga bola voli. Pada saat pertandingan maupun latihan permainan posisi tosser memiliki aktivitas gerak yang lebih banyak dibandingkan posisi pemain yang lain sehingga membutuhkan asupan energi yang lebih banyak untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya. Aktivitas fisik atlet yang lebih banyak dapat meningkatkan kesegaran jasmani, seperti halnya pada tosser, smasher, defender yang memiliki daya tahan yang lebih besar (Novitasari D A dkk, 2016). disini aktivats bola voli merupakan olahraga intensitas tinggi, karbohidrat sebagai asupan utama kebutuhan atlet dibutuhkan sebanyak 6-10 g/kg BM/hari. Terima kasih.

      Delete
  10. Selamat pagi teman-teman kelompok 2.5, Saya Raven. NIM 41160059 dari kelompok 2.2. Saya ingin bertanya

    Apakah jenis susu rendah lemak yang baik digunakan untuk atlet? apakah susu coklat atau susu putih? Apakah keduanya memiliki perbedaan terhadap manfaat yang dihasilkan? Terimakasih teman-teman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Raven.. Terimakasih untuk pertanyaannya. Saya Maria Devita (41160007) perwakilan dari kelompok 2.5 akan mencoba menjawab.
      Susu coklat maupun susu putih mengandung 9 nutrisi penting yang sama yaitu kalsium, kalium, fosfor, protein, vitamin A, D dan B12, riboflavin dan niasin. Kandungan rendah lemak sama saja pada jenis susu rendah lemak cokat maupun putih.
      Perbedaanya adalah susu coklat memiliki tambahan perasa dan pemanis. Tambahan gula dalam susu rasa coklat tidak mengurangi manfaat nutrisinya. Berdasarkan Dietary Guidelines for Americans (2010) sejumlah kecil gula tambahan dapat digunakan untuk meningkatkan kelezatan makanan padat nutrisi, seperti susu coklat bebas lemak, sehingga dapat meningkatkan asupan nutrisi tanpa menyumbang kalori berlebihan.
      Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)

      Delete
  11. Selamat sore kelompok 2.5, Saya Maharani Dyah K (41160095) dari kelompok 3.3.
    Saya ingin bertanya
    Dijelaskan bila konsumsi lemak lebih dari yang dianjurkan akan merugikan baik terhadap kesehatan maupun terhadap prestasi atlet. Lemak sendiri terdiri dari lemak nabari dan lemak hewani, manakah yang baik dikonsumsi oleh atlet dan mengapa demikian?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih untuk pertanyaannya, Rani.. Saya Maria Devita (41160007) akan mencoba menjawab.
      Lebih baik maupun tidaknya lemak hewani dan lemak nabati sebenarnya tergantung pada komposisi dari kedua jenis lemak tersebut. Secara umum, jenis lemak yang baik untuk tubuh memang lebih banyak terkandung dalam sumber nabati, namun sumber nabati juga ada yang mengandung lemak jenuh yang tidak baik bagi tubuh. Komposisi sumber lemak didasarkan pada keberadaan rantai karbon asam lemak yaitu asam lemak jenuh (SFA), asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA), (asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), dan asam lemak cis atau trans.
      Komposisi lemak yang baik adalah MUFA (asam lemak tak jenuh tunggal) dan PUFA (asam lemak tak jenuh ganda) . MUFA biasanya terdapat pada sumber nabati seperti avocado, minyak zaitun, minyak canola, dan minyak wijen. PUFA juga banyak terdapat pada sumber nabati seperti minyak jagung dan minyak bunga-matahari. Sedangkan sumber hewani banyak mengandung lemak jenuh namun ada juga sumber nabati yang mengandung lemak jenuh yaitu seperti minyak kelapa sawit. Makanan ideal hendaknya mengandung lemak jenuh 10%, PUFA 5-10%, dan MUFA 10-15%.
      Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)

      Sumber: Pradipta, Didit .D, Nugraheni T.L. (2017) Gizi Dalam Daur Kehidupan. Cetakan-1. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Delete
    2. Baik, terima kasih atas jawabannya Vita

      Delete
  12. Informasi yang sangat bermanfaat, Ijin bertanya perkenalkan saya Reynaldy Marpaung 41160069 dari kelompok 3.4.

    Diketahui bahwa atlet, IMT nya kurang, untuk mengatasinya apakah perlu intensitas latihannya dikurangi atau ada latihan khusus bagi atlet tersebut ?
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Aldy. Terima kasih sudah bertanya. Saya Umbu Muri 41160003 perwakilan dari 2.5 akan membantu menjawab. Seperti yang kelompok kami sudah jelaskan diatas bahwa untuk mengatasi kurangnya IMT pada atlet adalah dengan mengatur jumlah asupan yang masuk dalam tubuh yaitu Makronutrisi dan Mikronutrisi yaitu kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang cukup. Khususnya pada pemenuhan karbohidrat, protein, dan lemak. Tidak diperlukan latihan khusus bagi atlet tersebut dan intensitas latihannya tidak dikurangi, melainkan kebutuhan asupan gizi pada menu-menu yang sudah diatur akan membantu peningkatan IMT atlit

      Delete
    2. Terimakasih saudara Umbu Muri atas jawabannya. Salam sehat dari kelompok 3.4 :)

      Delete
  13. Selamat Pagi teman teman. Saya Ika Irmawati Susanto (41160012) ingin bertanya.

    Apa yang menjadi dasar teman teman memilih susu rendah lemak padahal pada atlet tersebut IMT nya kurang. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ika, perkenalkan saya Gabriel 41160093. Alasan pemberian susu rendah lemak karena pemberian waktunya di malam hari, dimana saat malam hari atlit tersebut sudah tidak melakukan banyak aktivitas, sehingga lemak jahat pada susu malah akan menumpuk dan LDL dan trigliserid yang menumpuk pada tubuh tidak baik bagi tubuh. Pada orang dengan berat badan kurang menurut The United States Department of Agriculture dianjurkan untuk memfokuskan pada pemberian karbohidratnya, karena memiliki fungsi utama sebagai sumber utama penghasil energi. Terima kasih

      Delete
  14. Selamat pagi teman-teman, saya Regina Jade (41160094) dari kelompok 3.5

    Rasionalisasinya sudah dijelaskan dengan baik. Saya ingin bertanya, disitu disebutkan pemberian roti pada atlet voli yang mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti Vit. B1, B2, Zat besi, Kalsium. Berapa kadar kecukupan zat-zat tersebut yang khusunya dianjurkan untuk atlet voli? Dan apa fungsi dari zat tersebut?

    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Regina, perkenalkan saya Gabriela 41160093. Menurut jurnal KANDUNGAN ZAT GIZI DAN TINGKAT KESUKAAN ROTI MANIS SUBSTITUSI TEPUNG SPIRULINA SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN ANAK GIZI KURANG oleh Sugiharto dkk, 2014, dalam 100 gram roti putih terdapat 1 IU vitamin A, Kalsium 260mg, zat besi 3,6mg, vitamin B6 0,1mg dan Magnesium 25mg. Untuk pemenuhan mikronutrien bagi atlet voli sendiri tetap ditentukan dari jumlah kalori yang dibutuhkan dengan dipertimbangkan adanya penambahan faktor atlit seperti penjelasan penghitungan BMR di atas. Namun menurut jurnal Gizi untuk Aktivitas dan Olahraga oleh Djoko Pekik Irianto, kebutuhan mikronutrien bagi tubuh sebagai berikut: vitamin A 13.000 IU, Vitamin B1 4-8mg, Vitamin B2 4mg, Vitamin C 500mg. Karena vitamin dan mineral merupakan mikronutrien, sehingga fungsi mereka yaitu sebagai zat pengatur dimana mikronutrien tetap dibutuhkan meskipun dalam jumlah yang lebih kecil bagi tibih karena berperan sangat penting bagi pembentukakn hormon, aktivitas enzim yang mengatur fungsi sistem tubuh.

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Selamat sore saya masih bingung dengan yg dimaksud dengan makan kecil tapi sering itu bagaimana ya untuk porsi dan frekuensi makan sehari? ( misal sehari makan 5 kali sebanyak 1 cebtong)

    Lalu apa manfaat yang didapatkan dengan pola makan seperti ini? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut unit Medical Research Council's Human Nutrition, pengukuran asam lemak dalam darah juga tetap stabil ketika kita makan porsi kecil dan sering. Bukan hanya energi dan kadar gula yang tetap stabil. makan besar dapat membebani sistem pencernaan dan sering menyebabkan kembung serta menurunkan energi sementara tubuh kesulitan mencernanya. definisi dari makan kecil ini porsinya kecil, frekuensinya ditambah dengan catatan kebutuhan makronutrisi dan mikronutrisi tetap terpenuhi. contohnya makan utama 3 kali, makan kecil/snack 2 kali dalam 1 hari. Terima kasih.

      Delete
    2. Halo Tita, perkenalkan saya Gabriela (41160093). Menurut unit Medical Research Council's Human Nutrition, pengukuran asam lemak dalam darah juga tetap stabil ketika kita makan porsi kecil dan sering. Bukan hanya energi dan kadar gula yang tetap stabil. makan besar dapat membebani sistem pencernaan dan sering menyebabkan kembung serta menurunkan energi sementara tubuh kesulitan mencernanya. definisi dari makan kecil ini porsinya kecil, frekuensinya ditambah dengan catatan kebutuhan makronutrisi dan mikronutrisi tetap terpenuhi. contohnya makan utama 3 kali, makan kecil/snack 2 kali dalam 1 hari. Terima kasih

      Delete
  17. Terimakasih, infonya sangat bermanfaat 👍

    ReplyDelete
  18. Selamat Malam, saya Danis mohon izin bertanya Dokter, mohon dijelaskan kapan perlu untuk mengkonsumsi minuman isotonik. Apakah pasca latihan harus selalu mengganti ion yang terbuang?Bilamana tidak diganti, apa dampaknya bagi kesehatan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Danis.. Perkenalkan saya Maria Devita mahasiswa yang mewakili kelompok 2.5.
      Pasca latihan tidak harus selalu mengganti ion yang terbuang menggunakan minuman isotonik. Kehilangan cairan saat berolahraga dapat diganti dengan minum air mineral yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Perbedaan minuman isotonik dibandingkan air mineral adalah minuman isotonik mengandung air, karbohidrat dan elektrolit. Jika mengkonsumsi minuman isotonik tidak hanya mengganti cairan dan ion yang hilang tetapi juga mensuplay energi oleh karena kandungan karbohidratnya. Jadi kapan perlu mengkonsumsi minuman isotonik adalah ketika ingin menggantikan energi, cairan tubuh dan elektrolit yang hilang selama dan setelah melakukan aktivitas fisik, seperti bekerja dan olahraga atau saat tubuh lemas dan kelelahan. Namun menganti ion-ion yang hilang tidak hanya dari minuman elektrolit tetapi bisa dengan konsumsi snack/makanan setelah olahraga. Konsumsi minuman isotonik juga tidak boleh berlebihan, harus seimbang dengan zat gizi lainnya. Bila kehilangan ion tidak diganti dampaknya adalah overdehidrasi karena asupan air yang berlebihan tanpa diiringi asupan elektrolit yaitu natrium, kalium dan klor yang mencukupi.
      Sumber:
      Syafrizar,. Welis, W. (2009) Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media
      Koswara,S (2009) Minuman Isotonik. Teknologi Pangan Unimus

      Delete
    2. Terimakasih untuk pertanyaannya, Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan.

      Delete
  19. Infonya mantab dan bermanfaat 👍🏻👍🏻

    ReplyDelete
  20. Terimakasih kembali. Semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  21. Selamat malam, saya Faradonna Putri (41160002). Saya mau bertanya apakah pertimbangan atlet memilih minuman isotonic Pocari Sweat daripada jenis minuman isotonic lainnya seperti Mizone ataupun Hydro? Apakah konsumsi air hangat dan gula saja tidak cukup untuk mengembalikan stabilitas cairan tubuh? Terimakasih atas jawabannya. Tuhan memberkati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih untuk pertanyaannya, Faradonna. Saya Maria Devita (41160007) akan mencoba menjawab.
      Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus dalam memilih jenis/merk minuman isotonik yang digunakan. Apapun merknya boleh digunakan, hanya saja dalam menentukan kandungan gizinya kami mengacu pada tabel komposisi yang ada di minuman isotonic Pocari Sweat. Konsumsi air hangat dan gula cukup dalam mengembalikan cairan dan energi yang hilang karena gula mengandung karbohidrat, namun pada minuman isotonik ada tambahan ion natrium, kalium, kalsium, magnesium dan lain-lain yang bisa didapatkan. Apabila ada yang ingin ditanyakan lagi dipersilahkan, Terimakasih :)
      Sumber : Syafrizar,. Welis, W. (2009) Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media

      Delete
  22. Saya Evinola 41160076, dari kelompok 3.1 hendak bertanya, dikatakan bahwa atlet kekurangan berat badan, mengapa tidak memasukkan susu kerbau kedalam menu dimana memiliki kandungan lemak yang tinggi? terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. trimakasih pertanyaannya, Evinola. Untuk manfaat pemberian Susu rendah lemak, Pemberian susu rendah lemak sebelum memulai latihan yaitu: membantu atlet dalam menyediakan kebutuhan enegi (asam amino) didalam sirkulasi darah untuk sel otot (diharapkan susu tersebut dapat segera dijadikan energi bagi sel otot), menurunkan katabolisme protein didalam otot, dan meningkatkan sintesis protein didalam otot, serta asaupan energi dari protein akan membangun metabolisme otot yang.
      Asupan lemak dalam jumlah sedikit bagi atlet dalam rentang 1-4 jam sebelum latihan dapat memberikan rasa kenyang dari atlet untuk menjaga atler dari kelaparan. Jadi tujuan dari pemberian susu rendah lemak pada atlet kami tidak pada meningkatkan berat badan atau massa tubuh tapi menjaga kondisi atlet tetap prima dan tidak lapar.

      Pemeberian susu tinggi lemak (contoh: susu kerbau) dapat memberikan dampak buruk bagi atlet. salah satu efek mengkonsumsi susu tinggi lemak yaitu resiko penyakit kardio vasskular. Susu tinggi lemak diketahui meningkatkan high density lipoprotein (HDL) - dan kepadatan rendah konsentrasi lipoprotein (LDL) kolesterol. Dapat memprediksi risiko penyakit kardiovaskular, tetapi ini mungkin tergantung pada ukuran kolesterol LDL partikel. Partikel LDL kecil dan padat lebih bersifat aterogenik (mampu penyebabkan atresklerosis) daripada partikelnya yang lebih besar afinitas yang lebih rendah untuk reseptor LDL dan kerentanan yang lebih tinggi terhadap oksidasi.
      apabila talet mengkonsumsi susu tinggi lemak sesering mungkin, atlet tersebut dapat beresiko penyakit kardiovaskular.

      Julian Silitonga-41160046

      Tanja, K.T., Anne, R., Tine, T., Sabita, S.S.M., Ian, G., Arne, A. (2016) Milk and dairy products: good or bad for human health? Anassessment of the totality of scientific evidence. Food & Nutrition Research. Review Article. Published: 22 November 2016. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5122229/pdf/FNR-60-32527.pdf


      Delete
  23. Hallo kelompok 2.5. Terima kasih atas informasi yang diberikan, sangat menarik.
    Pada menu A dan menu B serta di rasionalisasi disampaikan bahwa sebelum tidur atlet diberikan susu. Apakah mengkonsumsi susu memiliki hubungan atau berkorelasi dengan tidur? Kapankah waktu terbaik untuk minum susu, saat waktu pagi atau sebelum tidur? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. trimakasih pertanyaannya Clara. Didalam susu terkandung senyawa asam amino triptofan (triptofan sebagai prekusor dari melantonin dan serotonin, triptofan tidak dapat diproduksi oleh tubuh, tetapi dapat didapat dari asupan nutrisi-susu). Mengkonsumsi susu sebelum tidur (malam hari) juga dapat meningkatkan konsentrasi dari melatonin dan serotonin. Kita ketahui bahwa pada malam hari tubuh akan melepaskan melatonin aktif . melatonin itu sendiri diproduksi di kelenjar pineal, melatonin sendiri berfungsi mengatur regulasi biologis yang memicu rasa kantuk. Adanya produk triptofan membantu meningkatkan konsentrasi melatonin dan pelepasan melatonin pada malam hari.

      Silber, B.Y, Schmitt, J.A.J. (2010) Effects of Thryptophan loading on Human Cognition, Moods, and Sleep. Neuroscience and Biobehavioral Reviews . Vol. 34, No. 3. Page: 387-407

      Mengkonsumsi susu pada pagi hari baik dalam mencukupi asupan nutrisi (protein, lemak, dll) dalam hal ini teritama bagi anak-anak. Pada malam hari protein, lemak, gluksa telah dimetabolisme. Bersama sarapan pagi serta mengkonsumsi susu bagi anak-anak baik untuk meningkatkan kembali kadar glukosa darah. Tercukupinya asupan nutrisi untuk anak-anak (sarapan+susu) dapat membantu meningkatkan konsentrasi saat belajar.

      Lydia, V., Lailatul, V. (2017) Kebiasaan Sarapan Berhubungan dengan Konsentrasi Belajar pada Siswa SDN Sukoharjo Malang. Media Gizi Indonesia. Vol. 12, No.1. Hal: 14-20.

      Julian Silitonga-41160046

      Delete
  24. Terima kasih informasinya teman-teman kelompok 2.5
    Saya Dennyke Molle (41160085)
    Ingin bertanya, disebutkan bahwa waktu pemberian protein berpengaruh terhadap hasil disamping jumlahnya. Waktu yang tepat dan paling baik untuk pemberian protein itu saat kapan ya teman-teman? Dan jika waktu pemberian kurang tepat apakah ada efeknya? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi, Terima kasih Dennyke Mole untuk pertanyaannya. Saya Umbu Muri 41160003 perwakilan dari kelompok 2.5 mencoba menjawab. Protein adalah makronutrien mengandung asam-asam amino yang berfungsi sebagai pembangun dan pengatur bagi tubuh contoh seperti daging ayam, tuna, udang, dsb. Setiap kali makan peotein yang diserap sebanyak kurang lebih 23-40gr, tetapi setiap harinya peotein yang diperlukan tubuh sebanyak 124 gr, sehingga kebutuhan protein tidak hanya didapatkan dengan satu kali makan pee harinya. Pada atlit waktu yang tepat dalam memberikan makanan yang mengandung protein adalah pada waktu makan siang yaitu sebelum olahraga dan makan malam setelah olahraga. Hal ini selain berguna untuk mengembalikan kembali stamina juga protein dapat berguna dalam pembentukan otot.
      Pada atlit, jika pemberian makanan yang mengandung protein kurang tepat dapat berpengaruh dalam membangun dan sebagai pengatur tubuh yaitu pembentukan otot. Terima kasih

      Delete
  25. Apakah benar makan buah pisang sebelum berolahraga akan meningkatkan kekuatan tubuh (booster tubuh)? karena saya atlit basket sempat diberi kabar seperti itu
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih pertanyaannya saudara Arsenius. Memang benar bahwa banana (pisang) mempu menjadi energi booster yang baik before and after exercise. kita ketahui bahwa buah pisang memiliki 3 jenis gula naural antara lain: sukrosa, fruktosa, glukosa yang di kombinasikan dengan serat untuk mencukupi kebutuhan energi. selain itu dibuah pisang juga terdapat potasium, potassium (esential) membantu tubuh kita memaintaning cairan normal dan keseimbangan elektrolit di dalam sel. dengan mengkonsumsi pisang sebanyak 200 gram per pisang dimakan sebelum olahraga mampu mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan untuk menyelesaikan latihan lebih lama.

      Julian Silitonga-41160046

      K. P. Sampath Kumar1 ., Debjit Bhowmik, S. Duraive, M. Umadevi. (2012) Traditional and Medicinal Uses of Banana. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. Vol. 1, No. 3. Page: 52-55.

      Delete
  26. Halo kelompok 2.5, terima kasih atas infomasinya.
    Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) dari kelompok 3.6
    Pada pemilihan menu teman" memberikan snack siang tepat 1 jam sebelum latihan kalau boleh tau pertimbangannya apa saja? dan apa dampak dari pemeberian makanan dengan waktu yang dekat saat sebelum latihan?

    Terima kasih! Tetap semangat & stay healty:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi Gianna, terimakasih atas pertanyaanya, saya Dewa Dirgantara (41160058) mewakili kelompok 2.5 akan mencoba menjawab pertanyaan anda. Pertimbangan kami memberikan snack 1 – 1,5 jam sebelum latihan karena sebelum berlatih atlet voli menjalani aktivitas perkuliahan maka dari itu ia akan membutuhkan nutrisi dan “bahan bakar” untuk melakukan Latihan voli. Untuk dampak dari pemberian snack sebelum latihan ini kami nilai akan sangat bermanfaat karena manfaat dari komposisi snack yang diberikan terdapat dampak positif bagi atlet, seperti ; pisang, pisang adalah buah yang mengandung magnesium dan kalium, yang bertindak sebagai elektrolit dalam tubuh dimana elektrolit akan mempengaruhi bagaimana otot berkontraksi. Dalam sebuah pisang terdapat hingga 27 gr karbohidrat, yang dapat digunakan untuk bahan bakar otot. Selain pisang, kacang hijau dan tahu baik dikonsumsi sebelum olahraga agar tubuh memperoleh asupan protein yang cukup untuk menopang kekuatan imunitas selama latihan olahraga, meningkatkan daya tahan, mengoptimalkan pemulihan setelah latihan, membangun massa otot, meningkatkan komposisi tubuh.
      Sekian yang dapat saya jawab, sumber : makanan untuk olahragawan (dr. Kardjono, M.sc)
      Jika masih ada yang dirasa kurang silahkan ditanyakan. Terimakasih

      Delete
  27. Saya Novi NIM 41160019 dari kelompok 2.3.
    Apa dampak atlet voli BB kurang dengan pelatihan voli? Apakah menjadi masalah? Kemudian bagaimana dengan konsumsi cairan tubuh diluar latihan voli? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Novi.. Terimakasih untuk pertanyaannya. Saya Maria Devita (41160007) akan menjawab.
      Berat badan yang kurang merupakan salah satu tanda ukur status gizi yang kurang. Status gizi yang kurang terutama pada wanita beresiko terjadinya anemia. Ketika status gizi kurang maka metabolisme energi untuk otot dalam melakukan gerakan-gerakan pada voli juga berkurang. Oleh karena itu berat badan kurang pada atlet berpengaruh pada performa latihan, kemampuan fisik dan kesehatan atlet voli.
      Konsumsi cairan jika tidak sedang berlatih voli adalah sama dengan kebutuhan cairan orang dewasa. The Institute of Medicine of The National Academies AS, menyarankan wanita untuk mengonsumsi rata-rata 2,7 liter air putih atau sekitar 11 gelas per hari sedangkan kategori kecukupan air berdasarkan pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yaitu 8 gelas air setiap hari atau minimal 2 liter per hari. Jadi perbedaanya, pada hari latihan ada penambahan kebutuhan air untuk mengganti cairan yang keluar saat olahraga dan pada saat diluar latihan tetap mengkonsumsi air minimal 2 liter/hari untuk keseimbangan cairan tubuh 24 jam.
      Jika masih ada yang ingin ditanyakan, dipersilahkan. Terimakasih :)
      Sumber: Pradipta, Didit .D, Nugraheni T.L. (2017) Gizi Dalam Daur Kehidupan. Cetakan-1. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Delete
  28. Artikel nya sangat bagus, terimakasih untuk infonya 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, senang berbagi informasi. Semoga bermanfaat

      Delete

Post a Comment

Popular Posts