Rasionalisasi Pemilihan Menu Kelompok 2.6
RASIONALISASI
MENU DIET UNTUK ATLET VOLI
Sebelum membaca makalah rasionalisasi ini, silakan simak postingan sebelumnya terlebih dahulu pada "SUSUNAN 2 SET MENU OLAHRAGA KELOMPOK 2.6".
1. Kenapa kadar karbohidrat yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan lemak dan protein? Kenapa kebutuhan protein yang paling sedikit?
Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu terdapat 3 sistem utama dalam metobolisme otot saat berolahraga (Guyton & Hall, 2016):
a. Sistem fosfagen
b. Sisten glikogen-asam laktat
c. Sistem aerobik
Sistem fosfagen dan sistem glikogen-asam laktat lebih banyak digunakan pada olahraga anaerobik, sementara sistem aerobik lebih banyak digunakan pada olahraga aerobik. Voli merupakan olahraga permainan, sehingga terdapat campuran diantara semua sistem ini (Guyton & Hall, 2016).
Sistem yang berkaitan dengan konsumsi makanan terutama berada pada sistem glikogen-asam laktat dan sistem aerobik. Sistem glikogen-asam laktat menggunakan simpanan glikogen dalam otot yang selanjutnya dipecah menjadi glukosa yang selanjutnya digunakan sebagai energi. Sistem aerobik berkaitan dengan oksidasi glukosa, asam lemak, dan asam amino menjadi energi; ketiga sumber ini akan dipakai berurutan, sehingga glukosa merupakan cadangan utama, sementara asam amino adalah cadangan terakhir (Guyton & Hall, 2016).
Setelah berolahraga, simpanan glikogen otot yang terpakai harus dikembalikan. Seseorang yang mengkonsumsi diet tinggi karbohidrat hanya membutuhkan 2 hari untuk pemulihan total simpanan glikogen, sementara seseorang yang mengkonsumsi diet tinggi protein atau tidak makan sama sekali membutuhkan waktu 5 hari untuk pemulihan (Guyton & Hall, 2016).
Gambar 1. Waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan simpanan glikogen berdasarkan diet yang dikonsumsi
Saat berolahraga, otot membutuhkan karbohidrat yang sangat banyak, selanjutnya otot akan memakai lemak dalam bentuk asam lemak dan asam asetoasetat. Otot memakai protein dalam bentuk asam amino dalam jumlah yang sangat sedikit. Diet tinggi karbohidrat membuat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kelelahan menjadi lebih lama. Tidak semua sumber karbohidrat yang digunakan sebagai energi berasal dari glikogen otot, glikogen juga disimpan di hati (liver) dan dapat dilepaskan ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa (Guyton & Hall, 2016).
Gambar 2. Perbandingan tingkat kelelahan berdasarkan diet yang dikonsumsi
2. Apa yang mendasari perhitungan kebutuhan kalori atlet voli tersebut?
Kebutuhan energi seorang atlet dapat ditentukan dengan beberapa komponen yaitu energi Basal Metabolic Rate (BMR), Specific Dynamic Action (SDA), Aktivitas fisik, dan Energy Expenditure untuk setiap jenis dan lama latihan (Kemenkes RI, 2014).
A. Basal metabolic Rate ( BMR)
Jumlah energi yang dikeluarkan untuk aktivitas vital (denyut jantung,bernafas,transmisi listrik otot dan syaraf, dll). BMR tiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh umur, massa tubuh, komposisi tubuh dan jenis kelamin. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, ketinggian tempat berlatih, dan keadaan emosi tertentu seperti rasa takut, cemas dan ketegangan juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi BMR tiap orang (Kemenkes RI, 2014).
A. Specific Dynamic Action (SDA)
SDA adalah energi yang dibutuhkan untuk mencerna zat-zat gizi makro.
Karbohidrat
|
6-7 % dari BMR
|
Protein
|
20-30% dari BMR
|
Lemak
|
4-14% dari BMR
|
Campuran (karbohidrat, protein dan lemak)
|
10 % dari BMR
|
B. Aktifitas Fisik
Pengeluaran energi untuk aktifitas fisik harian ditentukan oleh jenis, intensitas dan lama aktivitas fisik. Estimasi pengeluaran energi untuk berbagai aktifitas fisik sangat sulit dihitung secara teliti. Namun untuk perhitungan kasar dapat menggunakan formulasi sebagai beriku (Kemenkes RI, 2014) :
A. Pengeluaran Energi ( Energy Expenditure untuk setiap jenis, intensitas dan lama olahraga
Kebutuhan energi berdasarkan setiap jenis dan lama olahraga dapat dilihat pada tabel dibawah ini (Kemenkes RI, 2014)
Tabel 3. Tingkat pengeluaran energi berdasarkan jenis olahraga dan berat badan
3. Mengapa Kebutuhan protein sebanyak 10%, lemak 25%, dan karbohidrat 65%?
Menu makanan atlet setidaknya harus mengandung karbohidrat sebanyak 40-70%, lemak 20-45%, dan protein sebanyak 12-20% dari total kebutuhan energi seorang atlet. Kebutuhan gizi tersebut berbeda-beda tergantung jenis olahraganya. Voli termasuk ke dalam olahraga permainan dengan kebutuhan karbohidrat 50-60%, lemak 30-35%, dan protein 12-25% dari total kebutuhan energi (Kemenkes RI, 2014).
Tabel 4. Kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak berdasarkan cabang olahraga
4. Bagaimana cara menghitung kebutuhan cairan pada atlet?
Tabel 5. Kebutuhan cairan sebelum, saat, dan sesudah berolahraga
Kebutuhan cairan seseorang yang berolahraga adalah (Guyton & Hall, 2016):
a. 2-3 jam sebelum berolahraga: konsumsi 2-3 gelas air
b. 30 menit sebelum berolahraga: konsumsi 1/2 - 1 gelas air
c. Saat olahraga: konsumsi 1/2 - gelas air setiap 15 menit atau menyesuaikan waktu latihan
d. Setelah olahraga: konsumsi 2,5 gelas air setiap penurunan berat badan
5. Kenapa cabai hanya dimasukkan pada menu makan malam padahal atlet suka makanan pedas?
Menu makanan atlet harus menyesuaikan jadwal latihan dan pertandingan atlet, pada saat akan latihan dan bertanding, atlet tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang merangsang produksi gas. Makanan yang terlalu asam, makanan yang pedas, dan memicu produksi gas seperti nangka, kol, sawi dan durian akan mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman di lambung saat atlet bertanding (Kemenkes RI, 2014). Akan tetapi sebagi gantinya pada siang hari menu 1 diberi bubuk paprika yang terasa cukup pedas tetapi tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.
6. Kenapa saat latihan juga diberi minuman yang mengandung karbohidrat?
Agar gula darah stabil dan meningkatkan penyimpanan glikogen selama latihan. Disarankan untuk olahraga stop-start-sports seperti olahraga voli diberikan 30-60 gram karbohidrat setiap jamnya dalam 6-8% larutan karbohidrat elektrolit setiap 10-15 menit selama Latihan (Belski, 2019).
7. Mengapa pada atlet ini diberikan protein hewani, tidak diberikan protein nabati?
Dikarenakan atlet voli ini memiliki alergi pada kacang. Hal ini menyebabkan protein nabati, yang mayoritas berasal dari kacang dihindari pemberiannya pada atlet ini. Selain itu, protein hewani juga memiliki beberapa keunggulan daripada protein nabati. Berdasarkan protein digestibility corrected amino acid score (PDCAAS), protein hewani seperti telur dan produk-produk seperti susu memiliki PDCAAS yang lebih tinggi daripada protein nabati, yang berarti asam amino pada protein hewani lebih lengkap dan baik daripada protein nabati. Protein hewani juga memiliki tingkat absorbsi yang lebih baik daripada protein nabati sehingga memiliki efek yang optimal pada tumbuhnya otot saat latihan (Cataldo, 2015; Upshaw & Lemon, 2014)
8. Apa asupan gizi yang harus diperhatikan saat sebelum latihan?
Karbohidrat 1-4 g/kg BM yang diberikan 1-4 jam sebelum latihan apabila atlet akan melakukan latihan >60 menit.
Protein tergantung toleransi setiap athlete, tetapi berdasarkan penelitian pemberian protein sebelum/saat latihan dapat menstimulasi pertumbuhan otot lebih lanjut setelah latihan.
Cairan 5-10 ml/kg BM dalam 2-4 jam sebelum olahraga
Sebaiknya rendah lemak agar meminimalisasi waktu makanan di saluran cerna, rendah serat agar meminimalisasi rasa tidak nyaman di perut (Belski, 2019).
9. Mengapa saat latihan diberi 750 ml air dan 1250 ml sport drink?
Dikarenakan saat latihan dibutuhkan cairan 400-800 ml/ jam ditambah cairan untuk mengganti keringat yang keluar (Belski, 2019).
DAFTAR PUSTAKA
Belski, Regina, et.al. (2019) Nutrition for Sport, Exercise, and Performance. Australia: Allen & Unwin.
Cataldo, D. and Blair, M. (2015) Protein intake for optimal musclemaintenance. Indiana: American College of Sports Medicine.
Guyton, A.C. dan Hall, J.E (2016) Textbook of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI.
Upshaw, A. N. dan Lemon, P. (Supervisor). (2014) Post Exercise Ingestion of Plant vs Animal Protein Enhances Exercise Performance Outcomes Similarly Graduate Program in Kinesiology, pp. 1–147. [Internet] Available at: http://ir.lib.uwo.ca/etd [Accessed 25 April 2020].







Terimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerima kasih kembali saudara Y.K. Prabowo.
DeleteSalam,
Vanessa, kelompok 2.6
Apa saja kandunga elektrolit yang dibutuhkan atlet dan berapakah kandungan elektrolit yang dibutuhkan atlet ?
ReplyDeleteNatrium :
Deleteusia 9- 50 tahun : 1,5 g/d ; max 2,2 g/d
usia 50-70 thn: 1,3 g /d; max 2,3 g/d
usia > 70 thn: 1,2 g /d; max 2,3g/d
Chloride
usia 9-50 thn : 2,3 g/d ; max 3,6 g/d
usia 50-70 tahun: 2,0 g/d; max 3,6 g/d
usia >70 tahun : 1,8 g/d; max 3,6 g/d
Potassium
9-13 tahun : 4,5 g/d
14 ->70 tahun: 4,7 g/d
Sumber
Muth, Natalie Digate. 2015. Sports Nutrition for Health Professionals. America: F.A. Davis Company
Semoga membantu
Felicia Karina 41160006
Mantap. Infonya sangat bermanfaat.
DeleteTerima kasih saudara Ruth Deas
DeleteApa saja contoh minuman berkarbohidrat yg daoat dikonsumsi saat olahraga?
ReplyDeleteSeberapa penting pengaturan pola ttidur bagi atlet?
Terimakasih atas pertanyaannya.
DeleteAda banyak pilihan minuman berharbohidrat dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa diantaranya:
1. Sport drinks dengan karbohidrat 4-8%: mengandung elektrolit, rasanya enak
2. Soft drinks dengan karbohidrat 11%: tidak mengandung elektrolit, rasanya enak sehingga banyak digemari, cola mengandung kafein
3. Jus buah dengan karbohidrat 8-12%: tidak mengandung elektrolit, rasanya enak, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman karena mengandung fruktosa
4. Sports gel dengan karbohidrat 60-70%: sumber karbohidrat konsentrat tinggi, berkalori tinggi, masih harus ditambah air putih untuk mengganti cairan yang hilang
5. Air gula: pilihan paling mudah jika tidak tersedia minuman lainnya. Kadar gula tidak boleh melebihi 2,5 mg/100 mL air.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI.
Terima kasih atas pertanyaannya.
DeleteSekarang saya akan menjawab pertanyaan terkait tidur dan atlet.
Tidak hanya bagi atlet, tidur juga penting bagi semua manusia. Tidur memiliki pernan penting dalam fungsi fisiologis, pemulihan, dan kognitif. Waktu tidur yang kurang menunjukkan dampak negatif pada fungsi kognitif, pembelajaran, memori, kewaspadaan, ketanggapan, pendengaran, dan mood. Bagi atlet, semua hal tsb tentu sangat penting karena olahraga melibatkan kombinasi dari fungsi kognitif, fisiologis, dan keluaran fisik.
Namun berdasarkan penelitian yang ada, atlet cenderung mengalami gangguan tidur dibandingkan non-atlet. Hal ini diduga karena tekanan fisik dan mental yang dialami atlet. Selain itu, latihan dan pertandingan di luar kota/luar negeri juga dapat menjadi faktor penyebab karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru terlebih dahulu.
Waktu tidur minimal adalah 7 jam/hari, sementara 60,9% atlet tidur <7 jam/hari.
Rekomendasi yang dapat diterapkan atlet untuk menghindari gangguan tidur meliputi: memakai penyumbat/penutup telinga, memakai penutup mata, membawa kipas. Semua hal ini dapat lebih menenangkan atlet sehingga bisa tidur lebih nyenyak.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Mah, C.D., Kezirian, E.J., Marcello, B.M. et al. (2018). Poor sleep quality and insufficient sleep of a collegiate student-athlete population. Journal of National Sleep Foundation; 4(3):251-257
Jenis karbohidrat mana yang lebih baik untuk seorang atlet? Kompleks atau sederhana dan mengapa?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya. Betul, karbohidrat dapat dibagi menjadi 2:
Delete1. Karbohidrat sederhana (dikenal sebagai gula sederhana) yang secara kimiawi tersusun atas 1 atau 2 unit gula dan cepat dicerna. Contoh: fruktosa (terdapat dalam buah dan sayur), laktosa (dalam susu), dan sukrosa (gula dapur yang biasa kita pakai)
2. Karbohidrat kompleks (pati) tersusun atas 3 atau lebih unit gula, lebih lama diserap. Contohnya terdapat dalam tanaman dan hewan.
Seorang atlet tentunya harud menjaga kesehatan. Susunan karbohidrat kompleks membuat glukosa lebih lambat dan stabil dilepas dalam darah sehingga dianggap lebih sehat. Namun, ada kalanya atlet juga membutuhkan karbohidrat sederhana, contoh: atlet yang sedang latihan atau pertandingan membutuhkan glukosa yang cepat diserap agar segera dijadikan sumber energi. Karena itu saat berlatih dan bertanding, yang dipilih adalah karbohidrat sederhana seperti air gula atau sport drinks.
Jadi kalau ditanya mana yang lebih baik, keduanya sama-sama baik, pemilihannya tergantung kebutuhan.
Semoga membantu
- Vanessa Veronica, 41160062-
Sumber: Katsilambros, N., Dimosthenopoulos, C., Kontogianni, M., et al. (2013) Asuhan Gizi Klinik. Jakarta: EGC.
DeleteMaaf mau tmbah pertanyaan. Lalu, bagaimana jika atlet menjalankan puasa, menu bagaimana dan pola makan sperti apa yang dapat dijalankan atlet tersebut? Terimakasih untuk jawaban sblmnya
DeleteKandungan nutrisi bagi seorang atlet tidak sama dengan orang biasa, karena beban yang atlet terima juga tidak sama. Tapi, selama puasa, pola makan atlet memang perlu disiasati di samping latihan dan istirahat yang cukup demi menjaga stamina. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Bros Batam, dr. Brian Gantoro, SpGK, asupan nutrisi yang lengkap untuk kebanyakan orang yang menjalani ibadah puasa adalah lewat konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein. Tapi, di antara nurisi tersebut, karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi seorang atlet. Karbohidrat terdiri dari dua macam, yakni, karbohidrat sederhana dan karbohidrat komplek. Karbohidrat sederhana adalah sumber energi yang cepat diolah tubuh. Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula merah, sirup, jagung, madu, jus buah, dan lainnya. Karbohidrat sederhana ini khususnya bisa dikonsumsi saat berbuka. Tapi bila ingin berolahraga berat seperti atlet, maka pilihlah karbohidrat komplek. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain nasi putih, nasi merah, atau kentang. Untuk protein pilihlah ayam tanpa kulit, telur, tempe, tahu dan ikan. Kemudian pisang, beras, cokelat, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel. Ada juga buah dan sayur seperti asparagus, brokoli, kol, wortel, terong, timun, strawberi, dan tomat. Dokter spesialis gizi klinik tersebut menjelaskan, karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang struktur kimianya terdiri dari tiga molekul gula atau lebih yang biasanya saling terikat dalam suatu rantai molekul. Tubuh tidak kekurangan karbohidrat dan gula dalam tubuh, sehingga badan tetap fit dalam bulan puasa. Gula dari karbohidrat lebih kaya serat, vitamin, dan mineral. Karena molekulnya lebih kompleks, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, maka karbohidrat komplek menyebabkan kenaikan glukosa darah seseorang dengan lebih lambat beberapa saat setelah dikonsumsi jika dibandingkan dengan efek mengkonsumsi karbohidrat sederhana. Makan tetap tiga kali, yakni waktu sahur, buka puasa dan menjelang tidur. Sayur dan buah–buahan juga mengandung serat, sehingga bisa memperlambat proses lapar dalam lambung.
DeleteLebih baik mana antara minuman berenergi, sports drink, atau kopi (dengan gula atau tanpa gula?) untuk dikonsumsi seorang atlet dan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteTerimakasih atas pertanyaannya.
DeleteSebenarnya konsumsi sport drinks maupun kopi boleh saja, tetapi lebih dianjurkan memilih sport drinks atau air. Hal ini dikarenakan kopi memiliki efek tak diharapkan dan dapat mengganggu latihan/pertandingan atlet, yaitu efek diuretik.
Efek diuretik menyebabkan tubuh kehilangan cairan tubuh sebesar 2.7% , peningkatan produksi urin sebesar 41%, dan peningkatan kadar natrium dan kalium urin sebesar 28%. Singkatnya, konsumsi kopi dapat membuat atlet sering BAK, kehilangan cairan tubuh, dan akhirnya mudah merasa haus, tentunya akan mengganggu latihan/pertandingan.
Karena itu, jika mengkonsumsi kopi, dianjurkan tidak lebih dari 400 mg/hari.
Konsumsi gula bagi atlet diperlukan. Dapat ditambahkan pada air agar menjadi air gula jika memang tidak ada sports drink. Gula termasuk karbohidrat sederhana yang dibutuhkab atlet sebagai sumber energi. Namun, kadar gula tidak dianjurkan lebih dari 250mg/100ml air karena dapat menyebabkan efek osmotik dalam tubuh. Efek osmotik ini menyebabkan cairan tubuh 'ditarik' oleh gula di dalan darah dan selanjutnya keluar bersama urin, sehingga tubuh bisa kekurangan cairan.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Gibson, R.S. (2015) Principal of Nutritional Assessment. Oxford University Press: New York
Seal, A.D., Bardis, C.N, Gavrieli, A., et al. (2017) Coffee with High but Not Low Caffeine Content Augments Fluid and Electrolyte Excretion at Rest. Front. Nutr, 4(40):pp.1-6.
Mohon maaf , ada sedikit ralat. Kadar gula yang dimaksud tidak boleh melebihi 2,5mg/100mL air, bukan 250 mg/100mL.
DeleteTerima kasih.
Vanessa Veronica. 41160062.
Artikel yg sangat bagus, menambah wawasan
ReplyDeleteTerima kasih.
DeleteSalam,
Vanessa
Terimakasih
Deletesemoga bermanfaat
Apakah mengkonsumsi pisang sebelum berlatih atau berolahraga memiliki dampak yang signifikan?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya.
DeleteSebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pisang sebelum berolahraga dapat mencegah exercise-associated mucle cramps (EAMCs). EAMCs merupakan kram/nyeri otot yang terjadi pada 95% populasi setelah berolahraga.
Mekanisme pasti mengapa EAMCs dapat dicegah dengan konsumsi pisang belum diketahu secara pasti, diduga berkaitan dengan peningkatan kadar kalium dan karbohidrat dalam darah. Kalium berperan dalam kontraksi otot, sementara karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi dalam metabolisme kerja otot.
Konsumsi pisang yang dianjurkan adalah 2 buah pisang saat 30-60 menit sebelum berolahraga. Mengkonsumsi pisang setelah berolahraga tidak efektif dalam menyembuhkan EAMCs.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica.41160062.
Sumber:
Kevin, C. M. (2012) Plasma Potassium Concentration and Content Changes After Banana Ingestion in Exercised Men. Journal of Athletic Training: Nov/Dec 2012, Vol. 47, No. 6, pp. 648-654
Mengapa dalam memberikan cairan, proporsi sport drink lebih banyak dari pada air? Apakah proporsinya akan mempengaruhi penggantian kebutuhan cairan?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya.
DeleteSebenarnya cairan yang dikonsumsi saat olahraga boleh saja air ataupun sport drinks. Namun, lebih dianjurkan sport drinks, karena saat berolahraga tubuh tidak hanya kehilangan cairan tetapi juga kehilangan elektrolit. Jika hanya mengkonsumsi air tanpa elektrolit, dikhawatirkan terjadi kondisi hipo-osmolar, yaitu cairan malah merembes masuk ke dalam sel dan menyebabkan pembengkakan.
Selain itu, sport drinks yang mengandung glukosa terbukti dapat mencukupi 30-40% kebutuhan energi tubuh saat berolahraga.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Guyton, A.C. dan Hall, J.E (2016) Textbook of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier.
Terimakasih untuk jawabannya.
DeleteTerima kasih kembali, semoga bermanfaat
DeleteTerimakasih, sangat bermanfaat (y)
ReplyDeleteTerima kasih banyak
DeleteApakah minuman bersoda setelah olahraga dianjurkan?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya.
DeleteMinuman soft drinks boleh saja menjadi pilihan untuk sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Konsumsi sebelum dan sesudah berolahraga dapat digunakan sebagai sumber energi, sementara konsumsi setelah olahraga dapat bermanfaat untuk memulihkan cadangan glikogen tubuh. Soft drinks biasanya memiliki kandungan glukosa 11%. Kelemahan dari soft drinks adalah tidak memiliki kandungan elektrolit. Selain itu, cola mengandung kafein. Kafein perlu diawasi konsumsinya karena dapat menyebabkan efek diuretik. Mengenai hubungan kafein, efek diuretik, dan olahraga silakan baca beberapa komentar sebelumnya.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI.
WIIII KERENN KEREN
ReplyDeleteREFERENSI BUAT POLA DIET MENUJU PERBAIKAN POLA BADAN WKWKW KERENN KAK
Terima kasih saudara Vallen
DeleteTerima kasih vallen, mungkin nnti bsa diterapkan dikehidupan sehari- harii yaa
DeleteBagaimana apabila atlet menderita diabetes? Apakah tetap diberikan karbohidrat dalam jumlah besar?
ReplyDeleteTerima kasih Mango untuk pertanyaannya, saya akan coba menjawab
DeleteDiabetes merupakan keadaan hiperglikemia, yaitu kadar gula darah lebih dari 140 mg%. Diabates disebebkan oleh kurangnya produk insulin atau bisa juga retensi insulin (insulinnya ada, namun reseptornya kurang sensitif).
Pada prinsipnya tujuan pengaturan makanan pada diabetes yaitu mencapai atau mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal, mencapai kadar lipid/lemak mendekati optimal, mencegah agar tidak terjadi komplikasi. Pengaturan makanan pada atlet diabetes, seperti berikut: komposisi karbohidrat 60%-70% dan hindari karbohidrat jenis karbohidrat sederhana -> gula, sirup, gunakkan jenis karbohidrat kompleks -> kentang, ubi-ubian ; kandungan lemak 25%-30% ; kandungan protein 10%-25% ; harus cukup kalori ; cukup vitamin mineral ; dan batasi garam.
Naftali Novian-41160097
Sumber:
Syafrizar and Welis, W. (2016) Gizi Olahraga, ILMU GIZI :Teori & Aplikasi. doi: 10.1016/0198-0254(79)90606-X.
Apakah terdapat restriksi tertentu terkait dengan menu diet atlet voli apabila atlet tersebut mengalami cidera tertentu, apa mungkin restriksi tersebut mengurangi bertambah parahnya cidera, atau malah kebalikannya adanya menu diet yang perlu ditambah apabila terdapat cidera pada atlet voli?
ReplyDeleteTerima kasih untuk informasinya sangat bermanfaat..
Atlet yang cedera disarankan tidak mengkonsumsi alkohol dikarenakan alkohol dapat memperlambat sintesis protein otot. Selain itu juga disarankan tidak mengkonsumsi Omega 3 terlalu banyak meskipun omega 3 berguna untuk menurunkan inflamasi pada cedera. Hal tersebut dikarenakan pada athlete yang terbiasa olahraga tingkat inflamasi nya rendah sehingga ketika diberi omega 3 terlalu banyak justru menghambat mekanisme inflamasi yang juga dibutuhkan untuk perbaikan jaringan.
DeleteSelain itu kalori nya harus diperhatikan dengan ketat agar tidak berlebih atau kurang dikarenakan bila berlebih akan menurunkan sensitivitas insulin sehingga otot berubah menjadi lemak, tetapi juga tidak boleh kurang karena bila kurang kehilangan otot akan makin besar dan penyembuhan makin lama. Jadi restriksi yng berlebihan akan memperlambat penyembuhan.
Yang paling diperhatikan adalah jangan sampai athlete yang cedera kekurangan energi, makronutrient terutama protein dan vitamin karena dapat mengganggu penyembuhan luka, memperburuk kehilangan otot, menurunkan masa dan fungsi tendon
Semoga membantu
Sumber :
Tipton, Kevin D. 2015. Nutritional Support for Exercise-Induced Injuries. Sports Medicine Vol 45: 93-104 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4672013/)
Felicia karina 41160006
Terimakasih atas infonya, ijin share yah
ReplyDeleteSilahkan, terimakasih
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletebagus sekali ššš
ReplyDeleteTerimakasih,
Deletesemoga bermanfaat kak
mantepsiii
ReplyDeleteTerimakasih banyak kak
DeleteTerima kasih untuk informasinya sangat bermanfaat..
ReplyDeleteTerimakasih banyak kak
DeleteJika seorang atlet voli memiliki alergi terhadap protein hewani unggas, makanan berprotein apa yg disarankan untuk atlet ini?
ReplyDeleteSelamat siang om jon, saya akan sedikit menjelaskan bahwa sumber protein yang dapat dikonsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein hewani seperti : daging, ikan, ayam, telur, dan susu. Jika atlet tersebut alergi terhadap unggas masih dapat mengkonsumsi daging seperti sapi,kambing,domba dan hewan berkaki 4 lainnya. Protein hewani berkualitas lebih tinggi karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Namun protein nabati seperti kacang-kacangan, tempet, dan tahu juga dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari bereaneka ragam. Dengan hidangan yang beragam, kekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihian asam-asam amino dari bahan makanan lainnya.
DeleteSumber :
MEDIKORA Vol. II, No.2 Oktober 2006: 135-145, Konsumsi protein untuk peningkatan prestasi oleh Cerika Rismayanti Dosen Prodi Ilmu Keolahragaan FIK UNY
Mantap, penjelasannya singkat padat dan jelas.
ReplyDeleteTerimakasih,
DeleteSemoga bermanfaat kak
Terimakasih informasinya kelompok 2.6,
ReplyDeleteSaya Febrina Eva (41160066) dari kelompok 3.5
Saya ingin bertanya 2 hal :
1) pada penilaian status gizi bagian biokimia hanya dilakukan pada darah saja. Apakah seorang atlet tidak diwajibkan melakukan pemeriksaan urine / feses/ napza?
2) Apa petimbangan yang menyebabkan kelompok 2.6 lebih memilih menggunakan nasi putih dibandingkan nasi merah / nasi jenis lainnya?
Terima kasih atas pertanyaannya. Jawaban anda ada di kolom komentar di bawah ini ya
DeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
ReplyDelete1. Sebenarnya boleh-boleh saja melakukan pemeriksaan urin, feses, dan NAPZA. Namun, pemeriksaan darah saja juga dapat merepresentasikan status gizi atlet. Selain itu, kami juga melakukan pertimbangan biaya. Atlet kami masih muda dan masih berkuliah, tentu pemasukannya belum sebanyak atlet-atlet fulltime.
Berdasarkan data Balai Labkes & Kalibrasi Yogya, harga pemeriksaan darah lengkap berkisar Rp32.500,00
Sementara pemeriksaan urin dan NAPZA membuthkan biaya Rp.157.500,00.
2. Pemilihan nasi putih dibandingkan nasi merah atau nasi lainnya adalah berdasarkan kemudahan akses dan suplainya. Seperti yang kita tahu, nasi putih jauh lebih umum dibandingkan nasi merah. Atlet kami memiliki tingkat aktivitas yang aktif, selain latihan rutin, beliau juga berkuliah, sehingga kami memilih nasi putih karena mempertimbangkan kemudahan mendapatkannya di sela-sela kesibukan.
Sumber:
Balai Labkes & Kalibrasi Yogyakarta. (n.d.) Harga Laboratorium [Internet] https://labkes.jogjaprov.go.id/tarif [diakses pada 28 April 2020].
terimakasih penjelasannya Veve
DeleteTerima kasih kembali, semoga bermanfaat
DeleteApakah yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan atlet minuman selain air dan sport drink? (Misal : soft drink, energy drink, dsb.)
ReplyDeleteSelamat siang, terima kasih Shanty atas pertanyaannya, saya Denny (41150011). Pertimbangan suatu minuman diberikan bagi atlet yang terutama adalah kebutuhan asupan cairan yang diperlukan untuk atlet tersebut pasca latihan maupun saat pertandingan, kemudian pertimbangan lainnya adalah kemudahan mendapatkan minuman tersebut. Pada saat sebelum latihan atlet dianjurkan untuk mengonsumsi air putih supaya pada saat latihan proses metabolisme inaktif yang akan membuat atlet mencapai performa optimal, sedangkan saat jeda latihan atlet voli kasus ini diberikan sport drinks dengan kandungan karbohidrat 4-8% dan elektrolit 1250 mL dgn tujuan membantu menambah simpanan tenaga dan menjaga level hidrasi atlet, kemudian kandungan elektrolit yang kaya akan ion (seperti : Na, Mg, Cl) akan mengganti ion yang hilang dari keringat. Untuk pemberian soft drink tidak dianjurkan bagi atlet Karena soft drink dapat merangsang produksi gas yang dapat mengganggu performa atlet, sedangkan energi drink tidak dipilih berdasarkan kemudahan dalam mencari energi drink itu sendiri dan alasan lainnya adalah belum adanya uji klinis yang membuktikan efektivitas energi drink dalam membantu performa atlet.
DeleteTerima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
DeleteMurray, B. (2007). Hydration and physical performance. Journal of the American College of
Nutrition 26(Supplement 5): 542S.
Mau tanya, kenapa kalau olahraga voli ototnya tidak bisa sebesar olahraga seperti angkat beban ya? Terimakasih
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeletePembesaran otot atau disebut juga hipertrofi otot disebabkan oleh penambahan diameter serabut otot dibandingkan karena peningkatan jumlahnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa saat anda berolahraga voli, otot tidak dapat sebesar olahraga angkat beban:
1. Olahraga voli merupakan olahraga permainan, olahraga ini memanfaatkan serabut otot tipe cepat dan serabut otot tipe lambat.
Olahraga angkat beban merupakan olahraga anaerobik, olahraga ini memfokuskan penggunaan serabut otot tipe cepat.
Serabut otot tipe cepat memiliki diameter 2x lebih besar dibandingkan serabut otot tipe lambat. Itulah mengapa olahraga angkat beban akan menghasilkan pembesaran otot yang lebih terlihat dan lebih besar dibandingkan olahraga voli.
2. Faktor herediter/ keturunan: diameter serabut otot setiap manusia berbeda-beda, tergantung keturunan. Ada yang memang keluarganya memiliki diameter otot yang besar, adapula yang memiliki diameter otot kecil
3. Jenis kelamin: laki-laki lebih mudah membesarkan otot dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan oleh hormon testosteron yang lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan
4. Faktor makanan: olahraga juga harus diimbangi oleh gizi seimbang, jika tidak, malahan massa otot yang akan diambil oleh tubuh untuk dijadikan energi.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Guyton, A.C. dan Hall, J.E (2016) Textbook of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier.
Mau nanya nih .. katanya setelah olahraga itu g boleh minum yg dingin" apa benar? Memang apa yg terjadi pada tubuh kita kalo kita minum yg dingin kelar olahraga? Terus kalo minum yg panas kelar olahraga, boleh? Terima kasih
ReplyDeleteSelamat malam, terima kasih selly untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
DeleteSaat kita berolahraga tubuh kita akan membakar energi, ketika olahraga tersebut dilakukan dalam intensitas tinggi dan jangka waktu yang lama maka tubuh akan membakar cadangan energi yang terdapat dalam tubuh kita dengan memecah glikogen yang tersimpan dalam otot, semua proses ini dilakukan secara anaerob. Ketika tubuh kita memerlukan energi lebih lagi maka akan terjadi pembakaran energi yang dilakukan secara aerob (memerlukan O2) sehingga proses adaptasi yang dilakukan tubuh adalah terjadi Vasodilasi (pelebaran) pembuluh darah sebagai kompensasi meningkatkan kebutuhan O2 dan nafas yang meningkat. Apabila kita mengonsumsi air dingin maka air tersebut akan membuat pembuluh darah kita menyempit (vasokontriksi) sehingga proses pengambilan O2 tidak berjalan optimal.
Maka sebaiknya atlet dianjurkan untuk melakukan pendinginan disertai dengan mengonsumsi air biasa.
Terima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
Direktorat Gizi Masyarakat, Ditjen Binkesmas, Depkes RI, Pedoman Umum Gizi Seimbang", Jakarta, 2002
Selamat siang,
ReplyDeleteKenapa kok yang saya lihat di berita2 banyak atlet yang saat baru masuk dunia olahraga tidak pakai narkoba, tapi lama-lama malah memakai narkoba? Apakah itu sebagai pengganti makan atau bagaimana?
Terima kasih
This comment has been removed by the author.
DeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteDalam olahraga dikenal ada suatu fenomena yang disebut exercise addiction, yaitu keadaan dimana seseorang sangat terikat dengan olahraga.
Kenapa bisa sangat terikat dengan olahraga?
Mekanisme pastinya belum diketahui, namun diduga berkaitan dengan pelepasan endorfin dan opioid lokal, senyawa di dalam tubuh yang dapat memberikan efek tenang, senang, dan memblok reseptor nyeri. Hal ini akan menyebabkan seseorang menjadi gelisah dan kesakitan saat tidak berolahraga. Efek ini disebut juga Runner,'s High.
Efek yang dihasilkan ini mirip seperti efek narkoba. Tentunya meskipun berprofesi sebagai atlet, tidak mungkin kita berolahraga terus menerus. Pasti ada masa istirahat, masa libur, cuti, pensiun, dsb. Karena itu, sebagai pelarian, ada kemungkinan terjadi penyalahgunaan narkoba demi mendapatkan sensasi yang sama.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Hausenblas, H.A., Schreiber, K., & Smoliga, J.M. (2017). Addiction to Exercise. BMJ;357:
Terima kasih bu Vanessa, penjelasan ibu sudah sangat jelas.
DeleteTerima kasih kembali saudara Bagus Dewantara
Deleteselamat siang rekan sahabat
ReplyDeletesaya putu evan (41160032), dalam rasionalisasi, kebutuhan air minum cukup banyak saat sesi pre-hingga post latihan, namun dalam penjelasan setelahnya, di anjurkan pemberian air putih dan sport drink lebih banyak hampir 2x lipat pada sport drink. apakah akan berpengaruh kurang baikpadda tubuh jika di berikan sport drink lebih banyak secara terus menerus setiap latihan?
dan mengapa tidak memberikan full air putih?
Terima kasih atas pertanyaannya.
DeleteSebenarnya cairan yang dikonsumsi saat olahraga boleh saja air ataupun sport drinks. Namun, lebih dianjurkan sport drinks, karena saat berolahraga tubuh tidak hanya kehilangan cairan tetapi juga kehilangan elektrolit. Jika hanya mengkonsumsi air tanpa elektrolit, dikhawatirkan terjadi kondisi hipo-osmolar, yaitu cairan malah merembes masuk ke dalam sel dan menyebabkan pembengkakan.
Selain itu, sport drinks yang mengandung glukosa terbukti dapat mencukupi 30-40% kebutuhan energi tubuh saat berolahraga.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica. 41160062.
Sumber:
Guyton, A.C. dan Hall, J.E (2016) Textbook of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSaya Sinta Shakuntala(41160100) dari kelompok 3.4 ingin bertanya :
ReplyDelete1. Apakah sebelum berolahraga, tidak masalah apabila mengkonsumsi buah buahan ??
2. Apabila tidak sarapan, apakah mengganggu aktifitas untuk berolahraga ??
Terimakasih
1. Tidak apa apa makan buah sebelum olahraga asalkan bukan buah yang mengandung seratnya sangat tinggi serta dalam jangka waktu 2-4 jam sebelum latihan. Akan tetapi buah buahan seperti pisang dapat juga dikonsumsi 1 jam sebelum olahraga bahkan terkadang psiang digunakan sebagai sumber karbohidrat saat latihan
DeleteAnonym. 2015. Food as Fuel Before, During and After Workouts. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/food-as-fuel-before-during-and-after-workouts
2. Apabila tidak sarapan tentu akan mengganggu performa athlete karena untuk bekerja dengan maksimal otot butuh glikogen, belum lagi berdasarkan penelitian olahraga tanpa sarapan dapat menyebabkan lebih banyak protein otot yang rusak. Apabila tidak memungkinkan untuk sarapan disarankan makan snack yang mengandung karbohidrat yang mudah dicerna
Sumber Rosenbloom, Christine. 2012. Food and Fluid Guideliness Before, During, and After Exercise. Nutition Today, Volume 47
Semoga membantu
Felicia Karina W (41160006)
Untuk menu A dan B difokuskan untuk latihan jenis apa ya? Strength / endurance / power?
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteVoli termasuk ke dalam olahraga permainan, sehingga latihan dan menunya tentu difokuskan untuk anaerobik (power, strength), maupun aerobik.
Untuk lebih lengkapnya mengenai perbedaan kadar mikronutrien dalam menu berdasarkan jenis olahraganya, silakan simak tabel 4. Sudah tercantum dalam tabel tsb.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI.
Haiii teman-teman kelompok 2.6 penjelasannya sangat jelas dan lengkap. Saya ingin bertanya, apakah ada efek samping yang bisa dirasakan oleh seorang atlet jika konsumsi sport drinknya lebih banyak daripada konsumsi air ? Lalu apakah perlu pemberian suplemen tambahan bagi atlit ?
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteSegala sesuatu yang terlalu sedikit atau terlalu banyak pastinya tidak baik. Termasuk konsumsi sport drinks, jika terlalu banyak akan menimbulkan hal yang tidak diharapkan.
Apa hal yang tidak diharapkan itu?
Kecanduan.
Sebenarnya yang membuat seseorang minum sport drinks adalah kandungan gula dalam sport drinks. Sebagian besar sport drinks, selain mengandung elektrolit, juga mengandung karbohidrat dalam bentuk gula. Gula dapat menyebabkan "sugar addicts" atau kecanduan akan makanan/minuman yang mengandung gula.
Mekanisme sugar addicts disebabkan oleh pelepasan endorfin euforik dan dopamin di dalam tubuh saat kita mengkonsumsi gula. Peristiwa ini mirip seperti yang terjadi ketika seseorang memakai narkoba. Akibatnya kita akan merasa senang, tenang, nyaman saat mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung gula tersebut; dan merasa gelisah/tidak tenang jika tidak mengkonsumsinya.
Karena itu, konsumsi sport drinks pun harus ada batasannya. Kami menyusun menu untuk atlet kami dan memberi sport drinks hanya saat beliau berolahraga/latihan, dimana sport drinks lebih diperlukan daripada air; karena sport drinks tidak hanya melegakan haus, tetapi juga dapat mengganti elektrolit yang hilang dan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi.
Untuk penggunaan suplemen hanya dilakukan jika memang diperlukan dan ada kekurangan dalam pemenuhan gizi. Atlet kami memiliki status gizi yang tergolong normal dan penyusunan menu diet yang dapat mencukupi kebutuhan kalori sehingga suplemen tidak perlu diberikan.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Van den Berg, V.L. (2011) Current
opinion: Is added dietary sugar detrimental to health?. South African Family Practice;53(3):257-261
Mau tanya, diartikel ini ditulis diberikan minuman yg mengandung karbohidrat. Nah, kalau minuman empon-empon / rempah rempah apakah termasuk minuman yg berkarbohidrat ? Jika ya tolong berikan penkelasan dan jika tidak tolong berikan penjelasan. Kemudian apakah minuman jamu jamuan dapat memberikan efek yang baik terhadap atlet voli ?
ReplyDeleteTerimakasih atas atanesi pembaca semua
Salam dari saya, ( Rahadian,41160090)
Tuhan dan Semesta memberkati šš»š®š©
Selamat sore, terima kasih Rahadian untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan coba menjawab.
DeleteJadi empon-empon merupakan kelompok tanaman yang memang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional dan bahan masakan, namun seiring perkembangan jaman banyak penelitian yg menunjukkan manfaat lain dari empon-empon. Karena berasal dari tanaman banyak zat yg terkandung di dalamnya salah satunya karbohidrat, sedangkan kelompok kami menggunakan sport drink karena telah teruji klinis dapat meningkatkan performa atlet, kandungan sport drink yg kaya akan karbohidrat dan elektrolit seperti Na, K, Mg, Cl, dsb dapat mengganti kebutuhan cairan yang hilang. Sedangkan terdapat penelitian empon-empon dapat meningkatkan Daya Tahan Tubuh seseorang namun belum ada penelitian yang menjelaskan efektivitas empon-empon dalam meningkatkan performa atlet...
Terima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
Jeukendrup A. Carbohydrate Supplementation During Exercise: Does It Help? How Much is Too Much. Gatorade Sports Science Institute. [serial online] 2007 [dikutip 2011 Jan 25]; [8 halaman]. Tersedia URL: http://www.iahsaa.org/ Sports_Medicine_Wellness/Nutrition/GSSI-Carbohydrate_Supplements _During_ Exercise.pdf
Selain itu apakah manfaat empon empon terhadap metabolisme tubuh manusia . Terimakasih
ReplyDeleteSelamat pagi mas Diana, terima kasih untuk pertanyaanya
DeleteSaya Naftali Novian-41160097 akan mencoba menjawab pertanyaan anda
Jadi manfaat empon-empon (rempah) atau juga di Indonesia secara umum dibuat menjadi jamu memang memiliki manfaat dalam metabolisme tubuh, yaitu:
- secara umum meningkatkan metabolisme tubuh
- menekan dan menghambat asam lambung
- merangsang sekresi makanan
- mengirim sinyal ke otak yang akan memberikan rasa lapar, lalu muncl keinginan untuk makan
Sekian dan terima kasih mas Diana, semoga sedikit banyaknya dapat membantu mas Diana
Salam selalu mas Diana, sekian dan terima kasih
Sumber:
Ambarwati, M. (2015) ‘THE FUNCTION OF CEKOK HERBAL MEDICINE IN THE INCREASING OF WEIGHT’, JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 11(01), pp. 102–111. doi: ISSN 1858-1196.
Pembahasan menarik dan mudah dipahami,sukses terus ✨
ReplyDeleteTerima kasih semoga bermanfaat
DeleteIjin bertanya
ReplyDelete1. pada menu yang diberikan bubuk paprika, apabila tidak tersedia dan atlet ingin tetap makan yang pedas karena tidak bisa tanpa sambal, apakah tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi sambal ?
2. setelah menu makan malam dengan mie pedas, lalu malamnya diberikan snack buah nanas, dimana buah nanas yang ada rerata dengan rasa yang asam dengan porsi setengah buah yang dirasa porsinya banyak. Apakah tidak akan memberikan rasa yang tidak nyaman ? Seperti maag (karena setelah makan pedas lalu makan asam) dan juga bisa jadi mencret di pagi hari nya
Terimakasih
Selamat siang Ratih, terima kasih untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
Delete1. Pemilihan menu pedas memang perlu diperhatikan bahan serta waktu pemberiannya. Pada dasarnya atlet voli di skenario kelompok kami memang menyukai makanan yang pedas sehingga pemberian makanan pedas diberikan pada menu makan malam supaya atlet tersebut tidak mengalami gangguan pencernaan pada saat latihan/bertanding. Apabila tidak terdapat bubuk paprika, atlet tersebut diijinkan memakan sambal ataupun menu makanan pedas lainnya dengan catatan porsi tersebut sudah diatur sedemikian rupa dan tidak terlalu pedas karena makanan yang terlalu pedas dapat menghasilkan gas yang dapat membuat gangguan pencernaan yang akan merugikan atlet.
Jadi intinya adalah diperbolehkan asal diatur porsinya jangan sampai terlalu pedas.
2. Memang benar bahwa nanas merupakan salah satu buah yang mempunyai rasa asam, namun yang dimaksud disini adalah nanas dijadikan sebagai selai untuk roti bakar. Memang selai nanas berasal dari bahan baku nanas namun telah melewati rangkain proses pengolahan dengan penambahan gula maupun bahan - bahan lainnya yang akan mengurangi bahkan menghilangkan sifat acidity dari nanas tersebut. Kemudian pemberian makanan pedas dan roti bakar nanas pun juga terdapat jeda waktu yang cukup lama yaitu 3 jam sehingga hal tersebut tidak akan menimbulkan gangguan pencernaan untuk atlet tersebut.
Terima kasih semoga menjawab pertanyaan anda.
Sumber :
Kemenkes, R. (2014) Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Gizi Olahraga Prestasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017) Gizi dalam Daur Kehidupan. Cetakan Pertama. Jakarta: Kemenkes RI.
Lies, MS. 2001. Membuat aneka olahan nanas. Jakarta: Puspa Swara.
Selain diet, atlet juga harus menjaga tubuhnya agar selalu fit. Apabila dikaitkan dengan kebiasaan mandi, apakah atlet diperbolehkan untuk mandi air hangat atau tidak, dan alasannya mengapa? Terimakasih
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteMandi air hangat setelah berolahraga justru disarankan oleh beberapa penelitian.
Hal ini terkait dengan Delayed Onset Muscle Stiffness (DOMS).
DOMS adalah nyeri/kekakuan otot pada 24-72 jam setelah olahraga.
Salah satu solusi untuk meredakannya adalah dengan mandi air hangat. Hal ini terkait 'mekanisme pintu gerbang' : ibaratkan jalur ke otak adalah sebuah rel kereta api, hanya ada 1 jalur. Awalnya kita merasakan nyeri karena ada 'kereta nyeri' yang lewat ke otak, ketika tubuh diberingan rangsangan panas, maka 'kereta panas' itu akan menyingkirkan kereta nyeri dari jalur sehingga otak menerima rangsangan panas tsb dan rasa nyeri tertutupi.
Ini sama seperti saat kita pegal-pegal dan mengoleskan balsem, tetapi karena DOMS biasanya terjadi di banyak bagian tubuh, tentu tidak mungkin kita balseman seluruh tubuh
Selain mandi air hangat bisa juga dengan berendam air hangat/sauna.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Cheung K, Hume P, Maxwell L. Delayed onset muscle soreness : treatment strategies and performance factors. Sports Med. 2003;33(2):145‐164.
Maaf ada kesalahan pengetikan, maksud saya 'memberikan' bukan 'memberingan'
DeleteTerima kasih
Informasi yang menarik dan bermanfaat
ReplyDeleteSalam
Terima kasih saudara Tara.
DeleteInformasi yang sangat bermanfaat. Ijin bertanya, perkenalkan saya Reynaldy Marpaung 41160069 dari kelompok 3.4.
ReplyDeletePada rasionalisasi disebutkan bahwa dibutuhkan asupan karbohidrat yang lebih banyak, Bagaimana cara atau metode pemenuhan diet karbo yang tinggi? Apakah ada hubungan dengan rentang waktu pemberian karbonya, atau harus bervariasi bentuk makanannya atau harus disesuaikan dengan komponen nutrisi lainnya?
Terimakasih.
Halo aldy, terima kasih untuk pertanyaannya
DeleteSaya Naftali Novian-41160097 akan coba menjawab pertanyaan saudara Aldy
Jadi, pada prinsipnya yang seperti terter di kelompok rasionalisasi kami, pemenuhan karbohidrat juga harus disesuaikan dengan pemenuhan nutrisi lainnya, seperti lemak dan protein. Menurut Kemenkes RI (2014), olahraga voli sendiri masuk dalam kategori permainan yang presentase pemenuhan nutrisinya, seperti berikut:
- Karbohidrat ->50%-60%
- Lemak -> 30% - 35%
- Protein -> 12%-15%
Selain hal tersebut, juga terdapat istilah diet karbohidrat loading. Diet karbohidrat loading memiliki tujuan untuk menyimpan glikogen otot semaksimal mungkin sebelum pertandingan sehingga pada saat bertanding seorang atlet memiliki simpanan glikogen otot yang maksimal. Terdapat beberapa tahapan dalam diet karbohidrat loading, diantaranya:
- Pada saat 3 hari sebelum pertandingan, latihan dapat dikurangi. Saat latihan dikurangi, atlet dapat mengonsumsi makanan dengan tinggi karbohidrat selama 3 hari atau 8-10 g/kgBB atlet.
- Selama 3 hari tersebut, atlet dibebaskan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat tanpa mengkhawatirkan konsumsi protein. Atlet dapat mengonsumsi makanan yang manis, mengandung gula (karbohidrat kompleks lebih baik) , dan minuman yang dapat melengkapi konsumsi karbohidrat. Namun, atlet disarankan untuk berhati-hati untuk makanan dengan tinggi lemak, seperti cokelat dan eskrim.
- Pada saat 24 jam sebelum pertandingan, atlet dianjurkan untuk konsumsi makanan rendah serat. Makanan dapat berbentuk cair atau snak. Makanan tersebut dapat mengosongkan lambung dan meringankan tubuh sebelum bertanding. Selain itu, juga dpat diberikan minuman dengan jumlah yang bertahap.
- Pada saat 2-3 jam sebelum bertanding atlet dapat menghentikan konsumsi makanannya dan digantikan dengan minum selama bertanding.
Mungkin seperti itu jawaban dari saya mas Aldy, semoga sedikit banyak bisa membantu
Sekian dan terima kasih mas Aldy.
Sumber:
Kemenkes, R. (2014) Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Gizi Olahraga Prestasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017) Gizi dalam Daur Kehidupan. Cetakan Pertama. Jakarta: Kemenkes RI.
Terimakasih mas Naftali atas jawabannya. Salam sehat dari kelompok 3.4 :)
DeleteKeren, menambah informasi šš»
ReplyDeleteTerima kasih semoga bermanfaat
DeleteInformasi yang sangat bermanfaat. Dapat membantu orang-orang yang akan atau sedang menjadi seorang atlit.
ReplyDeleteTerima kasih kembali semoga bermanfaat
DeleteApakah mengkonsumsi buah apel saat sebelum latihan dapat mempengaruhi performa dari atlet? secara apel sendiri asam dan banyak pula artikel lainya yang memperbolehkan untuk mengkonsumsi buah apel saat perut kosong. apakah bagi para altet juga berlaku?
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteSebuah studi di Osaka, Jepang mendapatkan bahwa mengkonsumsi apel sebelum olahraga dapat meningkatkan performa olahraga.
Hal ini disebabkan oleh Applephenon, sebuah polifenol yang terdapat dalam apel. Applephenon diduga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, sehingga mengurangi kelelahan.
Tetapi, sebaiknya jangan hanya mengkonsumsi apel sebelum olahraga ya. Atlet sangat tidak dianjurkan berolahraga dalam keadaan perut kosong/ hanya mengkonsumsi apel. Hal ini dikarenakan atlet membutuhkan energi yang banyak, terutama karbohidrat. Untuk energi apa saja dan kebutuhan energi atlet dapat melihat makalah penyusunan menu kami dan makalah rasionalisasi ini ya.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber: Ataka, S., Tanaka, M., Nozaki, S. et al. (2007). Effects of Applephenon and ascorbic acid on physical fatigue. Nutrition;23(5): 419-423.
Apakah mengkonsumsi buah jeruk saat sebelum latihan dapat mempengaruhi performa dari atlet? secara jeruk sendiri asam dan banyak pula artikel lainya yang memperbolehkan untuk mengkonsumsi buah jeruk saat perut kosong. apakah bagi para altet juga berlaku?
ReplyDeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteKonsumsi jeruk dapat meningkatkan performa atlet, terutama dalam hal daya tahan.
Hal ini disebabkan jeruk mengandung suatu zat yang disebut flavanones, terdiri dari: hesperetin-7-O-rutinoside (hesperidin) dan naringenin-7-O-rutinoside (narirutin) .
Kandungan flavanones dalam jeruk ini dapat meningkatkan performa pembuluh darah, mengurangi respon oksidatif, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kerja antioksidan.
Tetapi, sebaiknya jangan hanya mengkonsumsi jeruk sebelum olahraga ya. Atlet sangat tidak dianjurkan berolahraga dalam keadaan perut kosong/ hanya mengkonsumsi jeruk. Hal ini dikarenakan atlet membutuhkan energi yang banyak, terutama karbohidrat. Untuk energi apa saja dan kebutuhan energi atlet dapat melihat makalah penyusunan menu kami dan makalah rasionalisasi ini ya.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Pereira-Caro, G., Polyviou, T., Ludwig, I.A. et al. (2017). Bioavailability of orange juice (poly)phenols: the impact of short-term cessation of training by male endurance athletes. The American Journal of Clinical Nutrition;106(3): 791-800
Makasih informasinya. Sangat menambah wawasan dalam bidang diet dan olaghraga š
ReplyDeleteTerima kasih kembali
DeleteApa pertimbangan pemberian nasi di pagi hari dibandingkan dengan sumber karbohidrat lain sperti oatmeal, cereal, dan lainnya?
ReplyDeleteApabila pola latihan atlit berfokus pada pembentukan otot, apakah makanan yg disajikan memiliki perbedaan dengan latihan strategic dan kelincahan?
(41160078)
Terima kasih atas pertanyannya.
DeleteKenapa memilih nasi?
Sebenarnya atlet dapat memilih bentuk karbohidrat apa pun yang paling mereka toleransi, selama jumlah yang dikonsumsi sesuai.
Kami memakai nasi tentunya karena nasi sudah menjadi karbohidrat utama di Indonesia, selain itu mudah untuk mendapatkannya. Namun, bisa diselang-seling, contohnya pada menu pilihan lainnya kami memberikan havermout yang saat ini sudah banyak dijual.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Samodra, Y.L. (2020). Gizi Olahraga, catatan kuliah, Blok 4.05: Kedokteran Olahraga, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Disampaikan pada 23 April 2020.
Sore teman teman, Amelita (41160017) saya ingin bertanya, disini atlet berlatih setiap hari. apakah nantinya kebutuhan diet dari atlit ini akan berbeda jika semisal atlet tersebut berlatih 5x/ minggu? Terima kasih
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteTerima kasih atas pertanyaannya.
DeleteTentu saja berbeda.
Kebutuhan kalori juga dipengaruhi oleh BB atlet dan jenis olahraganya seperti yang di tabel 3. Kemudian silakan dikalikan dengan total jam latihan dalam 1 minggu, lalu dibagi 7.
Contoh untuk atlet dalam skenario ini:
1. Hitung BMR + SDA 10% dari BMR
2. Kalikan perhitungan 1 dengan tingkat aktivitas fisik
Jumlah perhitungan langkah 1 dan 2 adalah 3272,5 kkal (untuk detailnya silakan lihat langkah 1 dan 2 di makalah sebelumnya (judul tercantum pada bagian atas makalah ini)
3. Jika atlet latihan 5x seminggu dengan setiap latihan 2 jam (120 menit) = 5 hari x 120 menit x 4 kkal = 2400 kkal
Selanjutnya jumlah ini dibagi 7 hari = 342,86 kkal
Jumlahkan seluruh perhitungan = 3272,5 + 342,86 = 3615,36 kkal
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI
Bagaimana mengatasi seorang atlit yang memiliki metabolisme lambat dalam persoalan diet ini?
ReplyDeleteSelamat pagi Minarsih, terima kasih untuk pertanyaanya
DeleteSaya Naftali Novian-41160097 akan mencoba menjawab pertanyaan anda
Jadi terdapat beberapa cara untuk mengatasi metabolisme yang lambat, diantaranya:
1. Meningkatkan jaringan otot -> semakin banyak jaringan otot yang dimiliki tubuh maka akan semakin banyak juga kalori yang dilepas, hal ini menyebabkan metabolisme tubuh akan berjalan lebih cepat.
2. Frekuensi makan -> semakin lama tubuh diberi rentang/jeda waktu untuk makan, maka semakin metabolisme tubuh dapat melambat untuk menghemat energi dan energi dapat digunakkan untuk aktivitas fisik lebih cepat.
3. Tingkat aktivitas fisik -> semakin banyak/ tinggi aktivitas fisik maka akan semakin tinggi pula metabolisme yang dibutuhkan oleh tubuh.
4. Pola diet seimbang yang terdiri dari semua komponen yang diperlukan oleh tubuh seperti: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral (elektrolit), dan air. Tidak disarankan untuk mengonsumsi diet rendah lemak yang dapat menyebabkan produksi hormon terganggu dan terjadi penurunan metabolisme.
5. Hindari stress -> munculnya stress saat latihan fisik dapat melambatkan proses metabolisme dalam tubuh.
6. Hidrasi (konsumsi air sesuai kebutuhan) -> konsumsi air yang kurang dapat menyebabkan sistem dalam tubuh menurun dan terjadi perlambatan metabolisme.
7. Pemberian hormon -> hal ini disarankan terakhir jika 6 hal tersebut di atas tidak dapat dilakukan.
Berikut jawaban yang bisa saya berikan, semoga sedikit banyak bermanfaat
Sekian dan terima kasih
Sumber:
Tom Bilella, D. C. (2006) SH AWN PHILLIPS’ 7 Eternal Laws for a Fat-Scorching Metabolism 7 Eternal Laws of a Red-Hot, Fat-Scorching Metabolism. First Edition.
Malam teman-teman kelompok 2.6, Aditya Jerry (41160005) saya ingin bertanya, pada menu 1 untuk makan malam yaitu mie pedas. lalu, Apakah diperbolehkan mengkonsumsi makanan pedas setelah ber olahraga? selanjutnya apakah ada efeknya terhadap tubuh atlet?
ReplyDeleteTerimakasih
Terimakasih Aditya untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan mencoba menjawab.
DeleteJadi pada skenario kelompok, atlet voli tersebut menyukai makanan yang pedas dan karena itulah makanan pedas berada pada menu makan malam dengan alasan makanan pedas dapat mempengaruhi performa atlet apabila diberikan pada saat sebelum ataupun saat bertanding karena makanan pedas dapat merangsang produksi gas yang dapat berpengaruh langsung terhadap metabolisme dalam tubuh atlet selain itu pemberian rasa pedas (cabai) juga harus diperhatikan komposisi serta kadarnya dan harus dipastikan jangan terlalu pedas sehingga atlet tidak mengalami gangguan pencernaan seperti diare bahkan dalam kasus yang parah disertai dengan dehidrasi yang sangat merugikan atlet.
Terima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2014) Pedoman Gizi Olahraga Prestasi. Jakarta: Kemenkes RI.
Terimakasih untuk informasinya,sangat bermanfaatšš»
ReplyDeleteTerima kasih kembali
DeleteTerimakasih informasinya! sangat membantu:)
ReplyDeleteTerima kasih kembali saudara Dita
DeleteKarbohidrat 65% lemak 25% protein 10% apakah diet ini juga berlaku bagi body building ? Jika iya knp? jika tidak knp ? Dan kenapa kalian merekomendasikan pembagian energi dengan presetase tersebut ?
ReplyDeleteSebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine menjelaskan bahwa protein dan karbohidrat mengandung 4 kalori per gramnya, sedangkan lemak mengandung sembilan kalori per gram. Untuk itu, para ahli menyarankan agar para body building mampu memenuhi 30-35% kalori dari protein, 55-65% kalori dari karbohidrat, dan 15-20% kalori dari lemak. Dan berikut ini adalah contoh rasio fase bulking dan fase cutting:
DeletePada fase bulking jumlah kalori 3,450 , protein 259-302 gram, karbohidrat 474-518 gram dan lemak 58-77 gram
Pada fase cutting jumlah kalori 2550, protein 191-223 gram, karbohidrat 351-383 gram dan lemak 42-57 gram
Sumber :
Lambert, C. P., Frank, L. L., & Evans, W. J. (2004). Macronutrient Considerations for the Sport of Bodybuilding. Sports Medicine, 34(5), 317–327.doi:10.2165/00007256-200434050-00004
Wihhh. Keren. Infonya bermanfaat sekali
ReplyDeleteTerima kasih saudara amandaadelina
Deletebermanfaat sekali
ReplyDeleteSelamat Pagi teman-teman. Saya Ika Irmawati Susanto (41160012) ingin bertanya.
ReplyDeleteSebaiknya pada atlet tersenut diberikan susu rendah lemak atau susu biasa? Bolehkah atlet mengkonsumsi susu yang berasal dari tumbuhan contohnya almond milk dan soya? Terimakasih
This comment has been removed by the author.
DeleteSelamat malam Ika terimakasih untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
DeleteJadi pemilihan asupan cairan untuk atlet sangat perlu diperhatikan khususnya susu. Apabila dikaitkan dengan kebutuhan energi yang dibutuhkan seorang atlet maka sebaiknya susu yang dikonsumsi kaya akan protein, lemak, karbohidrat, zat besi, fosfor, kalsium, provitamin A, vitamin B dan air seperti yang terdapat pada susu sapi maupun susu soya/kedelai namun perbedaan susu ini hanya terletak pada kalorinya saja, susu sapi memiliki kalori yang lebih tinggi daripada susu soya. Sedangkan susu Almond dan susu rendah lemak lainnya boleh dijadikan alternatif apabila seseorang mempunyai riwayat alergi ataupun yang mempunyai masalah berat badan dan harus melakukan diet ketat, susu Almond dan rendah lemak dapat dijadikan sebagai menu diet tersebut.
Namun pemberian susu juga harus disesuaikan dengan waktu serta kadarnya sehingga proses metabolisme tetap berjalan dengan baik sehingga performa atlet dapat optimal saat bertanding
Terima kasih, demikian yang dapat saya jelaskan.
Sumber :
Direktorat Gizi Masyarakat, Ditjen Binkesmas, Depkes RI, Pedoman Umum Gizi Seimbang", Jakarta, 2002
Halo kelompok 2.6, saya Cynthia Kumala Sari (41160057) mau tanya.
ReplyDeleteApakah atlet kalian butuh energi drink? Pada kondisi atlet seperti apa energy drink diperbolehkan untuk dikonsumsi?
Terima kasih teman-teman
Terima kasih atas pertanyaannya.
DeletePertama-tama, perlu dibedakan terlebih dahulu antara sport drinks dan energy drinks.
Sport drinks adalah minuman yang mengandung elektrolit, biasanya juga disertai karbohidrat. Awalnya dikhususkan bagi atlet, namun sekarang sudah banyak beredar bagi masyarakat luas
Sementara energy drinks adalah minuman yang mengandung karbohidrat dan tanpa elektrolit. Beberapa energy drinks juga mengandung kafein.
Contoh dari sport drinks seperti: poca** swe**, mizo*e, aqua**us, dll
Contoh dari energy drinks seperti: ex*ra j*ss, kukub**a ene*r-G, dll
Konsumsi kedua produk ini bagi atlet tentu boleh-boleh saja.
Energy drinks dapat menambah energi dan memberi efek stimulan jika mengandung kafein.
Sport drinks dapat menambah energi dan mengganti cairan tubuh yang hilang.
Namun, lebih dianjurkan mengkonsumsi sport drinks karena sport drinks tidak hanya karbohidrat, tetapi juga bisa mengganti elektrolit yang hilang.
Jika ingin mengkonsumsi energy drinks, sebaiknya dihindari yang mengandung kafein.
1 kaleng energy drinks biasanya mengandung 100-200 mg kafein, tetapi ada beberapa energy drinks dengan 500 mg kafein dalam 1 kaleng.
Kafein ini dapat memberi dampak tidak diharapkan, untuk lebih lengkapnya mengenai dampak kafein, bisa simak beberapa komentar atas ya.
Semoga membantu,
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Collins, K. (2013). HealthTalk: What’s the difference between sports drinks and energy drinks? My teenager drinks a lot of both. American Institute for Cancer Research [Internet] Tersedia pada: https://www.aicr.org/resources/blog/sports-energy-drinks-teens/ [diakses pada 30 April 2020]
Selamat pagi, saya Tifany E. Susanto (41160064) ingin bertanya.
ReplyDeletePada kondisi atlet alergi terhadap kacang sehingga teman2 memberikan protein hewani sebagai alternatifnya. Apakah ada protein nabati selain kacang yang dapat diberikan pada atlet tersebut sehingga atlet tidak harus terus mengkonsumsi protein hewani ?
Terima kasih, salam.
Terima kasih Tiffany atas pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan coba menjawab, jadi protein merupakan suatu makromolekul yang terdiri dari atom C, H, dan O yang terdiri atas asam amino yang terikat dalam suatu rantai peptida. Nah, protein dibagi menjadi nabati dan hewani. Kemudian sumber lain protein nabati selain dari kacang - kacangan adalah biji - bijian, kemudian juga protein nabati dapat diperoleh dari sejumlah buah namun dalam jumlah yang kecil (misal : alpukat, dsb) kemudian jagung dapat dijadikan sebagai alternatif dari protein nabati. Permasalahannya kandungan protein nabati tidak sekaya dan selengkap dari protein hewani sehingga dibandingkan dengan kebutuhan protein yang dibutuhkan manusia khususnya atlet maka akan sangat kurang sehingga perlu mencampurkan 2 atau lebih sumber protein sehingga asam amino yang terkandung akan melengkapi satu dengan yang lain.
DeleteTerima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
Wu G, Fanzo J, Miller DD, Pingali P, Post M, Steiner JL, et al. Production and supply of high quality food protein for human consumption: sustainability, challenges and innovations. Annals of The New York Academy and Sciences, 2014.
Terimakasih atas informasi teman-teman kelompok 2.6
ReplyDeleteSaya Vace Liansia (41160020) dari kelompok 1.4 ingin bertanya, pada kondisi atlet yang alergi kacang, apakah juga berpengaruh pada konsumsi susu soya?
Terimakasih
Meskipun kacang dan kedelai memiliki protein yang homolog, tetapi berdasarkan penelitian jarang ada pasien yang menunjukkan reaksi alergi untuk keduanya. Apabila menunjukan reaksi juga terhadap kedelai biasanya reaksinya ringan.
DeleteJadi apabila alergi kacang belum tentu alergi kedelai
Sumber: Sicherer, S., Sampson, H. A. & Burks, A. W., 2000. Peanut and Soy Allergy: A Clinical and Therapeutic Dilemma. Allergy, Volume 55.
Felicia Karina W 41160006
Info yang sangat menarik dan mudah dimengerti
ReplyDeleteTerima kasih, semoga bermanfaat
Deletemenarik, sangat membantu infonya
ReplyDeleteTerima kasih saudara Devina
DeleteKenapa pemecahan protein menjadi energi berada diurutan paling belakang?
ReplyDeleteApakah ada dampak negatif dari pemecahan protein?
Terimakasih
This comment has been removed by the author.
DeleteTerima kasih atas pertanyannya.
DeleteBetul, protein merupakan bahan cadangan terakhir bagi pembentukan energi
Mengapa demikian?
Karena pemecahan protein berlebih dapat menimbulkan kerugian bagi tubuh.
Protein tidak hanya digunakan sebagai energi, tetapi juga menyusun banyak sekali bagian tubuh, salah satunya adalah immunoglobulin yang merupakan bagian dari sistem imun.
Penurunan kadar immunoglobulin merupakan dampak yang paling ditakuti dalam pemecahan protein.
Saat kita berolahraga dan tdk memiliki / cadangan dari karbohidrat dan lemak sudah terpakai banyak, maka kadar kortisol (salah satu hormon dalam tubuh) akan meningkat. Hormon ini akan meningkatkan pengambilan energi , bahkan dari protein, sehingga sistem imun akan menurun dan menyebabkan kita mudah sakit.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica 41160062.
Sumber:
Guyton, A.C. dan Hall, J.E (2016) Textbook of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier
Terimakasih atas informasinya teman-teman kelompok 2.6
ReplyDeleteSaya Yulius Dennis (41160008) izin bertanya bila seseorang mengalami alergi terhadap kacang-kacangan apakah konsumsi tempe, tahu berpengaruh terhadap riwayat alergi sang atlet ? Terimakasih
Selamat sore Dennis terimakasih untuk pertanyaannya, saya Denny (41150011) akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
DeleteJadi kacang - kacangan merupakan salah satu sumber protein nabati yang tentunya diperlukan oleh seseorang khususnya atlet, dalam kasus apabila seseorang atlet mempunyai riwayat alergi terhadap kacang - kacangan maka sebaiknya menu makanan harus diganti dengan jenis protein nabati lain yang tidak menyebabkan reaksi alergi terhadap atlet misalnya dari biji - bijian maupun beberapa buah seperti alpukat, dll maupun dari jagung dapat dijadikan pengganti dari protein nabati dari kacang - kacangan. Selain itu perlu juga kombinasi dengan protein hewani supaya kandungan asam amino akan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Kemudian apabila terjadi reaksi alergi, kita harus memastikan apakah bentuk reaksi alerginya (misal : gatal”, dst) maupun durasi reaksi alergi itu apakah reaksi alergi tipe cepat maupun lambat.
Terima kasih semoga menjawab pertanyaan anda
Sumber :
Wu G, Fanzo J, Miller DD, Pingali P, Post M, Steiner JL, et al. Production and supply of high quality food protein for human consumption: sustainability, challenges and innovations. Annals of The New York Academy and Sciences, 2014.
This comment has been removed by the author.
DeleteTerimakasih infonya š
ReplyDeleteTerimakasih kembali, semoga bermanfaat
DeleteSangat bermanfaat! Terima kasihh infonya
ReplyDeleteTerima kasih kembali semoga bermanfaat
DeleteTerimakasih kelompok 2.6 atas informasi gizi nya...
ReplyDeleteSaya Ni Nyoman Widya Kusuma (41160070) ingin bertanya, terkait alasan pemilihan menu cake tape pada menu diet B sebagai snack malam, apakah alasan teman-teman memilih menu tersebut? selain karbohidrat apakah terdapat kandungan mikronutrien yang terkandung di dalamnya? Kemudian, mengapa menu ini diberikan di malam hari? Apakah ada anjuran khusus dalam pemberian menu ini untuk atlet volley?
Mohon penjelasannya ya teman-teman, terimakasih
Terima kasih atas pertanyannya.
DeleteCake tape merupakan salah satu sumber karbohidrat dengan 52 gram karbohidrat untuk setiap 3,5 potong cake tape
Sebenarnya atlet dapat memilih bentuk karbohidrat apa pun yang paling mereka toleransi, selama jumlah yang dikonsumsi sesuai. Tentunya kami menyusunnya berdasarkan makanan yang sudah biasa (sudah ditoleransi atlet) termasuk waktunya (pada malam hari)
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Samodra, Y.L. (2020). Gizi Olahraga, catatan kuliah, Blok 4.05: Kedokteran Olahraga, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Disampaikan pada 23 April 2020.
sangat membantu š
ReplyDeleteTerima kasih saudara Livia
DeleteHalo, terima kasih untuk informasinya, sangat bermanfaat dan mudah dipahami.
ReplyDeleteterima kasih kembali saudara Janet
DeleteTerima kasih infonya...
ReplyDeleteTerima kasih kembali saudara Ananda Ugracena Dharmayoga. Semoga bermanfaat
DeleteTerima kasih banyak, ulasan informasinya sangat bermanfaat ����
ReplyDeleteKalau boleh bertanya, mengenai rehidrasi yang disarankan per 15 menit selama latihan, kira" seberapa efektif bakan pemberian rehidrasi tiap 15 menit? Kalau seperti permainan voli bukankah durasi permainan tiap babaknya ditentukan berdasarkan kecepatan pencetakan skor tiap tim(?) Mungkin tidak hanya voli tapi olahraga" lain mungkin ada regulasi waktu permainan dan jedanya yg mungkin lebih lama(?) Atau mungkin apabila tidak memungkinkan minum tiap 15 menit apakah bisa kebutuhan cairannya itu 'ditabung' atau 'diakumulasikan' di akhir? Terimakasih banyak kesempatannya.
Pada interval 3 jam -15 menit sebelum olahraga, air putih dapat menjadi pilihan, namun jika latihan/pertandingan olahraga akan berjalan dengan intensitas tinggi atau dengan waktu yang panjang seperti tenis, bulutangkis, sepakbola, bolabasket, maraton, bersepeda dll, melengkapi air putih dengan penambahan karbohidrat (glukosa, sukrosa, maltodextrins), mengkonsumsi jus buah yang tidak terlalu kental dapat menjadi pilihan yang ideal karena dapat tidak hanya akan membantu untuk menjaga level hidrasi namun juga bermanfaat untuk menambah simpanan energi, mencegah terjadinya hipoglikemia (penurunan glukosa darah) serta menjaga performa tubuh saat olahraga.
Deleteatlet/individu yang memulai latihan/pertandingan-nya dengan level hidrasi tubuh yang baik akan mempunyai performa daya tahan (endurance), kecepatan respon atau reaksi dan juga performa olahraga yang lebih prima.
Untuk permainan voli pemberian hidrasi tiap 15 menit sangat memungkinkan karena selama set 1 –4 terdapat 2 kali technical time out(time out yang diberikan wasit pada kedudukan 8 dan 16) setiap set, sedangkan time out yang diminta oleh regu hanya sekali dalam setiap set lamanya 30 detik
Sumber
Hubungan antara status hidrasi serta konsumsi cairan pada atlet bola basket oleh reza iman dan cerika rismayanti FIK UNY
Haloooo selamat malam Sobat!
ReplyDeleteSaya Radian Adhiputra A (41160060) dari kelompok 1.6 ingin bertanya.
Apakah yang terjadi jika atlet minum kelebihan vitamin? Dan apakah ada efek samping yang ditimbulkan bila konsumsi berlebih?
Selamat malam menjelang pagi sobat Radian, terima kasih atas pertanyaanya
DeleteSaya NAFTALI NOVIAN-41160097 akan coba menjawab, jadi memang benar terdapat efek pada atlet jika mengonsumsi vitamin secara berlebihan, hal ini disebut dengan hipervitaminosis. Secara umum, hipervitaminosis dapat dibagi berdasarkan jenis vitaminnya.
Pembagiannya sebagai berikut:
1. Hipervitaminosis A -> dapat terjadi secara akut yang ditandai dengan gejala seperti pusing, mual muntah, hilangnya kesadaran jangka pendek, lekas marah, demam, ruam kulit tanpa lokalisasi yang jelas, serta gangguan penglihatan diplopia (penglihatan ganda). Selain itu, hipervitaminosis A juga dapat terjadi secara kronik yang ditandai dengan kulit kering, bibir pecah-pecah, serta rambut rontok.
2. Hipervitaminosis D-> Hipervitaminosis D umumnya terjadi dikarenakan peresepan jangka lama suplemen kalsium yang dikombinasi dengan vitamin D. Efek dari hipervitaminosis D, diantaranya: kelemahan otot, kelelahan yang sering dan cepat, gangguan pencernaan dengan penurunan berat badan, demam subfebril, sakit kepala tanpa lokalisasi yang jelas, perkembangan berbagai bentuk kardiomiopati (gangguan pada jantung)
3. Hipervitaminosis E -> efek dari hipervitaminosis E dapat dijumpai di beberapa sistem. Pada sistem vaskular (peredaran darah) kelebihan vitamin E dapat menghambat peran vitamin K dalam pembekuan sehingga menyebabkan perdarahan. Efek lainnya pada sistem kardiovaskular secara keseluruhan kelebihan vitamin E menyebabkan: angina, hipertensi, dan stroke. Selain itu, efek lain juga dapat ditemui: kelelahan dan kelemahan, nyeri kepala, serta gangguan penncernaan seperti diare.
4. Hipervitaminosis K -> Kelebihan vitamin K sendiri dapat menyebabkan terjadinya ruptur (pecahnya) sel darah merah. Sel darah merah yang pecah menyebabkan stres oksidatif dan hasil akhirnya akan terjadi anemia hemolitik, jaundice (peningkatan kadar bilirubin), dan kerusakan pada hati (liver).
5. Hipervitaminosis C -> Kelebihan vitamin C kerap terjadi dan dapat menyebabkan sakit kepala, mual muntah, diare, nyeri perut, alergi pada kulit. Jika hal ini terjadi secara kronik maka dapat menyebabkan: peningkatan tekanan darah, ulserasi lambung, dismenorea. gastritis, dan gangguan pada ginjal-pankreas.
6. Hipervitaminosis B kompleks -> secara umum gejala klinis yang ditimbulkan yaitu: hiperemia, hipersensivitas kulit, sakit kepala dengan berbagai intesitas dan tanpa lokalisai yang jelas, hiperglikemi, hiperuricaemia, mual dan gangguan pencernaan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, hal yang wajib dipatuhi adalah setiap atlet/individu tidak diperbolehkan untuk menambah sendiri jumlah vitamin tanpa dampingan atau saran dari dokter.
Sekian dan terima kasih mas sobat Radian
Salam-Naftali-Semoga bermanfaat dan sedikit banyak membantu
Sumber:
Roop, J. K. (2018) ‘Hypervitaminosis-An Emerging Pathological Condition’, International Journal of Health Sciences & Research (www.ijhsr.org), 8(10), p. 280. Available at: www.ijhsr.org.
Sangat bermanfaat infonya, terimakasih sudah berbagi! Semoga dapat diterapkan kedepannya
ReplyDeleteTerimakasih kak,
DeleteHalo teman2, terima kasih untuk informasi yang sangat membantu! Perkenalkan saya Gabriela (41160893) dari kelompok 2.5. Disini saya mau bertanya apa saja kandungan dari sport drink? Apakah sama dengan cairan isotonis? Atau justru sama dengan minuman berenergi? Mungkin bisa disebutkan contoh nama dagangnya kalau di Indonesia? Terima kasih.
ReplyDeleteHalo gabriela, terima kasih untuk pertanyaannya
DeleteSaya Naftali Novian-41160097 akan mencoba menjawab
Kandungan dari sport drinks sendiri diantaranya:
- Karbohidrat -> memiliki fungsi memberikan energi bagi otot
- Elektrolit -> sport drink sendiri mengandung elektrolit seperti sodium dan potasium. Kedua elekterolit tersebut memiliki fungsi untuk meningkatkan absorbsi cairan di dalam tubuh.
- Perasa (Flavour) -> perasa penting di dalam sport drink. Semakin ada rasa, maka semakin banyak juga konsumsi sport drink.
- Kandungan lainnya -> kandungan lainnya dalam sport drink yaitu: mineral, vitamin, dan protein.
Jenis sport drink:
- Isotonik: sport drink dengan kandungan konsentrasi garam dan gula yang sama dengan kandungan konsentrasi garam dan gula dalam tubuh. Banyak dari sport drink yang dikonsumsi adalah jenis isotonik.
- Hipertonik: sport drink dengan kandungan konsentrasi garam dan gula lebih tinggi daripada kandungan konsentrasi garam dan gula dalam tubuh. Sport drink hipertonik dapat digunakkan untuk olahraga dengan tipe ultra-distance, namun tetap pengunannya dikombinasi dengan jenis isotonik.
- Hipotonik: sport drink dengan kandungan konsentrasi garam dan gula lebih rendah daripada kandungan konsentrasi garam dan gula dalam tubuh. Jenis sport drink hipotonik kerap digunakkan pada jenis olahraga gymnastic.
Contoh dari sportdrink isotonik yang kerap ditemukan di Indonesia adalah pocari sweat.
Mungkin seperti itu jawaban dari saya, sedikt banyaknya semoga dapat bermanfaat
Sekian dan Terima kasih
Sumber:
Urdampilleta, A. et al. (2015) ‘Hidratación e ingredientes quĆmicos en el deporte: Seguridad alimentaria en el contexto europeo’, Nutricion Hospitalaria, 31(5), pp. 1889–1899. doi: 10.3305/nh.2015.31.5.7867.
Wolf, L. K. (2009) ‘Sports drinks’, Chemical and Engineering News, 87(34), p. 36. doi: 10.1021/cen-v087n034.p036.
Terima kasih kelompok 2.6 atas informasinya!
ReplyDeleteSaya Maharani Dyah K (41160095) dari kelompok 3.3 ingin bertanya
pada atlet juga perlu perhatikan perhitungan intake cairan sehingga meminimalisir adanya dehidrasi. yang ingin saya tanyakan apabila pada atlet terjadi overhidrasi apakah yang akan terjadi? Apakah akan mempengaruhi kesehatan pada atlet?
Terima kasih atas pertanyaannya.
DeleteBetul, overhidrasi bisa saja terjadi, tetapi kasus ini sangat jarang. Meskipun jarang, atlet termasuk dalam kelompok berisiko overhidrasi. Berikut adalah kelompok risiko orang yang dapat terkena overhidrasi:
1. Orang yang mengikuti lomba minum
2. Atlet, terutama atlet 'endurance' seperti pelari maraton
3. Orang yang dihukum/disiksa dengan dipaksa minum air sangat banyak
Overhidtasi atau disebut juga intoksikasi air tentu saja ada pengaruhnya terhadap kesehatan. Segala sesuatu jika berlebihan akan menjadi racun, termasuk air. Ketika seseorang mengkonsumsi air diatas kebutuhannya, kondisi darah akan menjadi hipoosmolar, hal ini akan menyebabkan elektrolit dalam tubuh dipaksa keluar dari cairan intrasel, sehingga terjadi ketidakseimbangan elektrolit. Hal yang paling fatal adalah dampaknya pada otak. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gangguan fungsi otak.
Tidak hanya itu, air yang berlebih juga bisa 'merembes' masuk ke dalam sel dan dampak paling menakutkannya adalah edema/pembengkakan otak. Edema otak dapat menekan batang otak sebagai pusat pernapasan dan menyebabkan henti napas dan kehilangan kesadaran
Gejala dari overhidrasi (berkaitan dengan pembengkakan otak) adalah:
1. Nyeri kepala
2. Perubahan kepribadian dan perilaku
3. Kebingungan
4. Mudah teriritasi
5. Mengantuk/kesadaran menurun
6. Mual muntah
Sebagai pencegahan, sebaiknya jangan hanya meminum air saja saat berolahraga. Lebih disarankan meminum sport drinks karena juga mengandung elektrolit sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit tetap terjaga.
Jika sudah terlanjur terjadi overhidrasi, tatalaksana utamanya adalah pemberian obat diuretik, hal ini akan memicu pengeluaran cairan dari tubuh.
Semoga membantu.
Vanessa Veronica
41160062
Sumber:
Austin, A., Al-Faris, F., dan Beegle, S.H. (2019). Glass Half Full: Reversible Cerebral Edema Due to Acute Water Intoxication. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine 2019;199:A4834 .
Maaf ada sedikit kesalahan pengetikan.
DeletePada kalimat 'Overhidtasi atau disebut juga intoksikasi air tentu saja ada pengaruhnya terhadap kesehatan'
Seharusnya overhidrasi, bukan overhidtasi
Terima kasih
Bermsnfaat sekali infonya
ReplyDeleteTerima kasih. Semoga informasinya dapat membantu
DeleteBagus dan sangat rasional
ReplyDeleteTerima kasih saudara Ariel K. semoga bermanfaat.
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete