Susunan 2 Set Menu Olahraga Kelompok 2.4
Skenario
Seorang
atlet gulat putra berusia 25 tahun, sudah lulus kuliah, memiliki tinggi badan
182 cm dan berat badan 96 kg. Ia baru aktif berolahraga gulat selama 1 tahun
terakhir, oleh karena itu belum ada pertandingan yang dapat ia ikuti dalam waktu
dekat. Namun, ia tetap harus menjaga tubuhnya agar kelak ia dapat bertanding di
kelasnya. Nantinya jika kelak ia benar-benar akan dilombakan dalam
pertandingan, ia masuk dalam kategori senior kelas 6. Biasanya saat latihan, ia
memiliki denyut jantung latihan 146 x/menit. Atlet ini tidak bisa makan daging
sapi, tidak suka sayur hijau, dan memiliki riwayat alergi daging babi
1.
Menentukan
Status Gizi berdasarkan Data Atropometri dan Data Lain
a.
Status Gizi melalui
Tinggi Badan
TB: 182 cm
b.
Status Gizi melalui Berat
Badan
BB: 96 kg
c.
Status Gizi melalui
Indeks Massa Tubuh (IMT)
Interpretasi
Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk Asia Pasifik adalah:
Kategori
|
IMT
(kg/m2)
|
Berat badan kurang
|
<18.5
|
Normal
|
18.5-22.9
|
Berat badan lebih
|
≥23.0
|
Beresiko
|
23.0-24.9
|
Obesitas tingkat 1
|
25.0-29.9
|
Obesitas tingkat 2
|
≥30.0
|
IMT: 96/(1,82 X 1,82) = 30,73 →
menurut orang normal: obesitas tingkat 2
Namun,
Erawan (2010) menjelaskan bahwa dalam pertandingan gulat terdapat 5 kategori
umur, yaitu:
a. Remaja:
umur 14-15 tahun (boleh diikuti pegulat yang berusia 13 tahun dengan surat
dokter atau izin orang tua)
b. Kadet:
umur 16-17 tahun (boleh diikuti pegulat yang berusia 13 tahun dengan surat
dokter atau izin orang tua)
c. Junior:
umur 18-20 tahun (boleh diikuti pegulat yang berusia 13 tahun dengan surat
dokter atau izin orang tua)
d. Senior:
umur 10 tahun ke atas
e. Veteran:
umur 35 tahun ke atas
Selain
itu,ada pula pengelompokkan kelas-kelas yang dipertandingkan agar di dalam
pertandingan, pegulat dengan berat badan ringan tidak bertanding dengan pegulat
dengan berat badan berat. Pembagian kelas gulat adalah sebagai berikut:
Namun
menurut kategori kelas gulat, dalam kasus ini, dengan usia 25 tahun dan berat
badan 96 kg, atlet gulat ini termasuk dalam kategori senior kelas 6. Atlet ini
memiliki berat badan yang sudah sesuai dengan kelasnya
2.
Menentukan
Kebutuhan Gizi untuk Sesi Latihan Rutin
a. Jadwal Latihan dalam 1
minggu:
Senin : Lari pagi, latihan angkat beban
2x/hari
Selasa : Workout, latihan angkat beban 2x/hari, latihan skill
Rabu : Lari pagi, latihan angkat
beban 2x/hari
Kamis : Workout, latihan angkat beban 2x/hari
Jumat : Lari pagi, latihan angkat beban
2x/hari, latihan skill
Sabtu : Libur recovery
Minggu : Libur recovery
b. Jadwal Salah Satu Hari
(hari Jumat):
05.30 : bangun pagi
06.00
- 06.30 : snack pagi
07.30
- 08.30 : lari pagi
08.30
- 09.00 : istirahat
09.00
- 10.00 : makan pagi
10.00
- 11.00 : latihan angkat beban 1
11.00
- 11.30 : snack siang
11.30
- 13.00 : bermain game/membaca buku
13.00
- 14.00 : makan siang
14.00
- 15.00 : istirahat
15.00
- 16.00 : snack sore
16.00
- 18.00 : sparing/latihan skill
18.00
- 18.30 : istirahat
18.30
- 19.30 : latihan angkat beban 2
19.30
- 20.30 : makan malam, mandi
20.30
- 21.00 : istirahat
21.00
- 21.30 : snack malam
21.30
- 05.30 : tidur
b.
Kebutuhan Gizi untuk hari
Jumat:
Denyut
jantung maks. = 220 - usia
= 220 - 25
= 195
x/menit
Denyut jantung latihan = 146 x/menit (diketahui)→ 75% denyut
jantung
maksimal (intensitas latihan berat)
Metode
Mifflin = 10 x weight (kg) + 6,25 x height (cm) - 5 x age (y) + 5
=
10 x 96 + 6,25 x 182 - 5 x 25 + 5
=
960 + 1.137,5 - 125 + 5
=
1.977,5 kalori
TEE
= Kalori basal x Faktor Aktivitas
(berat)
=
1.977,5 x 2,1
=
4152,75 kalori
- Kebutuhan
Karbohidrat:
Intensitas tinggi = 7 gram/kgBB aktual/hari
= 7 gram x
96 kg
= 672 gram/hari
1
gram karbohidrat = 4 kalori
672
gram = 2.688 kalori
- Kebutuhan
Protein:
Asupan
harian = 2 gram/kgBB aktual/hari
= 2 gram x
69 kg
= 138 gram/hari
1
gram protein = 4 kalori
138
gram = 552 kalori
- Kebutuhan
Lemak:
Kebutuhan
lemak = TEE - (kebutuhan
karbohidrat + kebutuhan protein)
= 4.152,75
kalori - (2.688 kalori + 552 kalori)
= 4.152,75
kalori - 3.240 kalori
= 912,75
kalori
1
gram lemak = 9 kalori
912,75 = 101 gram/hari
- Kebutuhan
Air:
Kebutuhan
air minum atlet memang beragam. Hal ini bergantung pada usia, jenis kelamin,
dan aktivitas fisiknya. Jumlah kebutuhan tubuh akan air adalah 1 ml/kalori
kebutuhan energi tubuh. Misalnya pada seseorang dengan kebutuhan energi
1.800-3.000 kalori, kebutuhan cairannya beriksar 1,8 – 3 liter/hari. Umumnya
1/3 dari kebutuhan cairan dipenuhi dari makanan, maka, konsumsi air yang
diminum langsung sekitar 2 liter/hari. Untuk atlet jenis cairan yang
direkomendasikan adalah air putih, teh,
jus buah dengan sedikit gula. Ada juga sumber lain
yang mengatakan:
- Kebutuhan atlet yaitu 2,3- 4 liter/hari
- Apabila ada pertandingan, 1 hari sebelum minum 2-3
gelas besar
- 2 jam sebelum pertandingan minum 2-3 gelas
- Ketika olahraga, setiap istirahat diberikan minum.
General
Fluid Guidline
menyatakan bahwa, atlet harus
minum saat sebelum latihan, 30 menit sebelum latihan, dan setiap 15 menit selama latihan, dan
sesudah latihan dengan anjuran sbb:
- Sebelum
latihan 2-3 jam: minum 2-3 gelas (16-24 oz)
- 30 menit sebelum latihan: minum air ½ gelas -
1 gelas (5-10oz)
-
Setiap 15 menit selama latihan: minum air ½ gelas - 1 gelas (5-10oz)
-
Setelah latihan: minum sekurang-kurangnya 20 oz (2 ½ gelas) setiap penurunan
berat badan.
Perhitungan
kebutuhan air:
Kebutuhan
air total/hari = 1 ml x kebutuhan
kalori
=
1 ml x 4.153 = 4.153 ml
(dibulatkan menjadi 4.200 ml/hari)
1/3
kebutuhan air à
terkandung dalam makanan
1/3
x 4.153 ml = 1.384 ml
Kebutuhan
air yang diminum langsung/hari =
4.153 – 1.384 ml
=
2.769 ml/hari
(dibulatkan menjadi 2.800 ml/hari)
Nantinya
jumlah kebutuhan air total (4.200 ml/hari) akan didistribusikan dalam berbagai
menu makanan, aktivitas, dan konsumsi air.
3. Menyusun
2 Set Menu Diet 24 Jam
MENU
A
Ketentuan:
memenuhi kebutuhan energi atau maksimal 10% lebih dari kebutuhan energi
MENU B
Ketentuan: memenuhi kebutuhan energi atau minimal 10% kurang dari kebutuhan
energi



















Comments
Post a Comment