Susunan 2 Set Menu Olahraga Kelompok 2.6
BIOKIMIA: GIZI OLAHRAGA
MENU DIET UNTUK ATLET VOLI
Disusun oleh:
Kelompok 2.6
Denny Hendrawan 41150011
Felicia Karina Wiyanti 41160006
Dewa Ketut Kartika Putra 41160047
Vanessa Veronica 41160062
Naftali Novian Kristanto 41160097
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
2020
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang pada zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat, cerdas, dan produktif. Status gizi merupakan keadaan yang dihasilkan oleh status keseimbangan antara jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (requirement) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis antara lain pertumbuhan fisik, perkembangan, dan aktivitas .
Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variabel pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan atau panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan, dan panjang tungkai. Jika keseimbangan tadi terganggu, dimana keadaan berat badan lebih rendah daripada berat yang adekuat menurut usianya disebut gizi kurang.
1.2 LANDASAN TEORI
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Metabolisme karbohidrat menjadikan karbohidrat sebagai sumber dan cadangan energi. Karbohidrat dapat ditemukan pada tumbuhan dan hewan. Pada kehidupan sehari – hari karbohidrat dijumpai dalam bentuk :nasi, gandum, kentang, umbi, dan lain sebagainya (Robert, 2012).
Protein merupakan makromolekul kompleks yang secara fisik dan fungsional mencerminkan daur kehidupan organisme. Protein menentukan ukuran serta struktur sel. Ada 2 macam protein, yaitu : protein nabati dan protein hewani. Protein nabati merupakan protein yang berasal dari tumbuh – tumbuhan, seperti: biji – bijian dan kacang – kacangan. Protein hewani merupakan protein yang berasal dari hewan, seperti :daging, telur, susu (Robert, 2012).
Lemak merupakan senyawa kimia yang dijumpai dalam makanan yang berfungsi sebagai sumber energi, menjaga keseimbangan tubuh, serta melindungi organ. Lemak dapat dijumpai pada daging, keju, susu, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan karbohidrat, lemak menghasilkan energi 2 kali lebih besar, yaitu 9 Kkal/gram lemak yang dikonsumsi (Robert, 2012)
Kalori merupakan satuan energi. Kebutuhan kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda – beda. Kalori dihitung dari berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, umur, serta aktivitasnya. Setiap makanan yang dikonsumsi mengandung kalori yang berbeda. Karbohidrat 1 gram bernilai 4 kalori. Lemak 1 gram bernilai 9 kalori. Protein bernilai 4 kalori (Nikolaos, 2016).
1.2.1 Rumus Perhitungan Kalori
BMR (Basal Metabolic Rate) atau angka metabolisme basal adalah kebutuhan energi minimal untuk melakukan aktivitas vital tubuh. BMR berguna untuk mengetahui kebutuhan energi seseorang dengan tepat, tidak berlebih maupun kekurangan. Hal tersebut didasarkan pada kebutuhan energi setiap orang yang berbeda. Kebutuhan energi yang berbeda tersebut karena beberapa faktor, antara lain usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. BMR memiliki komponen tinggi badan (TB), berat badan (BB), dan usia (U). Dalam menghitung BMR tersebut terdapat beberapa cara, antara lain : (Wardhani, 2018)
● Metode Harris-Benedict
Laki-laki = 66+(13,7xBB)+(5xTB)-(6,8xU)
Perempuan = 655+(9,6xBB)+(1,8xTB)-(4,7xU)
● Metode Mifflin
Laki-laki = (10xBB)+(6,25xTB)-(5xU)+5
Perempuan = (10xBB)+(6,25xTB)-(5xU)-161
● Metode Krause
Laki-laki = 1 kal x 24 jam x BB Ideal
Perempuan = 0,9 kal x 24 jam x BB Ideal
1.2.2 IMT (Indeks Massa Tubuh)
IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah salah satu cara untuk mengukur tingkat status gizi seseorang. Namun, IMT tidak dapat mengukur lemak tubuh secara langsung. Pengukuran IMT tersebut dapat digunakan pada orang normal berusia 19 hingga 70 tahun. Tetapi IMT tidak tepat jika digunakan pada ibu hamil dan menyusui. IMT memiliki komponen yaitu tinggi badan (TB) dan berat badan (BB). IMT merupakan hasil dari penbagian antara berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Rumus IMT yaitu : (Astawan, 2009)
IMT = BB (kg)/ [TB (m)]2
IMT tersebut dapat membantu menentukan tingkat status gizi seseorang antara lain kurus, normal, kegemukan, ataupun obesitas. Dalam menentukan status gizi tersebut terdapat beberapa standar IMT yaitu : (Astawan, 2009)
● WHO (World Health Organization)
Kategori
|
IMT
|
Kurus
|
< 18,5
|
Normal
|
18,5 - 24,9
|
Kegemukan
|
> 25
|
Pre-Obesitas
|
25,0 - 29,9
|
Obesitas tingkat 1
|
30,0 - 34,9
|
Obesitas tingkat 2
|
35,0 - 39,9
|
Obesitas tingkat 3
|
> 40
|
● Asia Pasifik
Kategori
|
IMT
|
Berat Kurang
|
< 18,5
|
Normal
|
18,5 - 22,9
|
Kegemukan
|
> 23
|
Pre-Obesitas
|
23,0 - 24,9
|
Obesitas tingkat 1
|
25,0 - 29,9
|
Obesitas tingkat 2
|
> 30
|
● DepKes RI (Departemen Kesehatan Republik Indonesia) (DepKes RI, 2003)
Kategori
|
IMT
|
PEREMPUAN
| |
Kurus
|
< 17
|
Normal
|
17 - 23
|
Kegemukan
|
23 - 27
|
Obesitas
|
> 27
|
LAKI-LAKI
| |
Kurus
|
< 18
|
Normal
|
18 - 25
|
Kegemukan
|
25 - 27
|
Obesitas
|
> 27
|
1.3 TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan status gizi, menentukan masalah, gizi, menentukan kebutuhan gizi, menyusun menu lengkap, dan menyusun materi konseling dan edukasi untuk atlet voli pria.
BAB II
KASUS
Seorang atlet voli putra berinisial DK, posisi smasher, usia 29 tahun, alamat di Klitren Yogyakarta. TB=172 cm, BB=70 kg. Alergi kacang dan sangat suka makanan pedas. Pendidikan terakhir atlet DK adalah Sarjana S1. Belum menikah. Aktivitas sehari-hari difokuskan untuk latihan menghadapi pertandingan tahun depan dengan berlatih 7 hari/minggu dengan durasi latihan 2 jam/har. Atlet DK juga sedang melanjutkan pendidikan S2 ekonomi dengan waktu kuliah setiap Senin, Rabu, dan Kamis pukul 07.30-11.00 WIB. Makan teratur 3x/hari, kadang disertai selingan 1-2x/hari. Tidur malam mulai jam 22.00 - 06.00 WIB.
BAB III
PEMBAHASAN KASUS DAN PENYUSUNAN MENU
3.1 Anamnesis
● Insial : DK
● Umur : 29 tahun
● Jenis kelamin : Laki-laki
● Pekerjaan : Atlet voli
● Pendidikan : Sarjana S1
● Alamat : Klitren, Yogyakarta
● Status : Belum kawin
● Anak : -
● Alergi : kacang
● Jumlah jam kuliah : 6 jam/hari untuk hari senin, rabu, kamis
● Jumlah jam latihan : 2 jam/hari
● Jumlah jam tidur : 8 jam/hari
● Jenis olahraga : Voli
● Makanan pokok : 3x/hari
● Makanan selingan : 1-2x/hari
3.2 Menentukan Status Gizi
Status gizi merupakan suatu keadaan keseimbangan antara energi yang berasal dari asupan makanan tertentu dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh (Gibson,2015). Penilaian status gizi dapat diketahui melalui banyak parameter status gizi, salah satunya yaitu antopometri dengan menggunakan IMT (Indeks Massa Tubuh).
3.2.1 Status Gizi Melalui Antropometri
Interpretasi Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut Depkes RI:
Kategori
|
IMT
|
PEREMPUAN
| |
Kurus
|
< 17
|
Normal
|
17 - 23
|
Kegemukan
|
23 - 27
|
Obesitas
|
> 27
|
LAKI-LAKI
| |
Kurus
|
< 18
|
Normal
|
18 - 25
|
Kegemukan
|
25 - 27
|
Obesitas
|
> 27
|
3.2.2 Status Gizi Melalui Fisik Klinis
● Keadaan umum : Compos mentis
Vital sign 22/04/2020
● Suhu : 36.5áµ’C
● Nadi : 80x / menit
● Tekanan darah : 120/55 mmHg
● Respirasi : 16x/ menit
3.3 Menentukan Masalah Gizi
Masalah yang dialami atlet DK terdapat pada recall 24 jam. Asupan oral atlet tidak dapat memenuhi kebutuhan kalori yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan oleh pemilihan makanan yang tidak seimbang dan tidak cukup untuk pemenuhan kalori.
Atlet DK memiliki alergi kacang dan sangat suka makanan pedas. Makanan pedas dapat mengiritasi dinding usus dan lambung sehingga motilitas saluran cerna bertambah dan makanan bergerak lebih cepat melalui saluran pencernaan. Akibat yang ditimbulkan adalah penyerapan yang kurang sempurna sehingga terjadi diare. Sensasi panas dari makanan pedas juga dapat mengiritasi anus dan muncul rasa terbakar saat buang air besar.
3.4 Menentukan Kebutuhan Gizi
Olahraga voli termasuk olahraga permainan dimana kekuatan serta koordinasi sangat dibutuhkan. Waktu kompetisi terdiri dari 4 babak dimana setiap babak memiliki durasi 10 menit. Sehingga olahraga voli menggunakan fast twitch fibers dan juga slow twitch fibers karena terdiri dari 4 babak.
3.4.1 Data Berat Badan
● BB ideal = 90% x (TB - 100)kg
= 90% x (172 - 100)kg
= 64.8 kg
● BB minimal = BB ideal - 10%
= 64.8 kg-10%
= 58.32 kg
● BB maksimal = BB ideal + 10%
= 64.8 kg + 10%
= 75.24 kg
● BB normal = BB minimals/dBB maksimal
= 58.32 s/d 75.24 kg
● BB aktual = 70 kg (Normal)
3.4.2 Perhitungan Kalori Atlet Voli
Langkah 1
Hitung BMR + SDA 10% dari BMR
BMR = (15,3 x BB) + 679
= (15,3 X 70) + 679
= 1750 kkal
SDA = 10% x 1750
= 175 kkal
BMR + SDA = 1750 + 175 kkal
= 1925 kkal
Langkah 2
Sebagai seorang atlet dan mahasiswa, aktivitas fisiknya dikategorikan aktif (berat). Ditentukan angka aktivitas fisiknya 1,7
(BMR + SDA) x aktivitas fisik = 1925 x 1,7
= 3272,5 kkal
Langkah 3
Atlet voli DK diketahui berlatih 7 hari seminggu dengan setiap latihan olahraga lebih kurang 2 jam (120 menit) = 7 hari x 120 menit x 4 kkal = 3360 kkal.
Selanjutnya jumlah ini dibagi dengan 7 hari = 480 kkal
Jumlahkan perhitungan langkah 2 dan 3 = 3272,5 + 480 = 3755 kkal
3.4.3 Menghitung Kebutuhan Gizi
● 1 gram protein = 4 kalori
● 1 gram lemak = 9 kalori
● 1 gram karbohidrat = 4 kalori
● Kebutuhan protein = 10%x 3755
= 375,5 kalori
= 93,88 gram
● Kebutuhan lemak = 30%x 3755
= 1126,5 kalori
= 125,17 gram
● Kebutuhan karbohidrat = 60% x 3755
= 2253 kalori
= 563,25 gram
· Kebutuhan air = Kebutuhan per hari + 125% dari kehilangan cairan saat latihan
= (30ml x BB)+(125% x 1200ml/jam)
= (30 x 70)+ (125% x 2400)
=2100 + 3000
= 5100 ml
3.5 Jadwal Latihan dan Jadwal Kuliah
3.5.1 Jadwal Latihan
Hari : Senin - Minggu
Tanggal : 27 April - 2 Mei 2020
Waktu Latihan : 15.00-17.00 (120 Menit)
Tabel 4. Jadwal latihan atlet DK
No.
|
Materi Latihan
|
Dosis ( Durasi)
|
A.
|
Pengantar : Dibariskan, Berdoa, Penjelasan Materi Latihan
|
5 menit
|
B.
|
Pemanasan : Jogging, Streching Statis & Dinamis
1. Jogging
2. Streching Statis
3. Streching Dinamis
|
15 menit
8x Keliling Lapangan Voli
10 Tiap Gerakan
8 Macam
a. 4x4 hit
|
C.
|
INTI:
a. Teknik terima Servis
b. Teknik Smash Open
|
25 Menit
30 menit
|
D.
|
Bermain Penuh 6 Vs 6
|
30 Menit Atau sebanyak 1 set
|
E.
|
Penutup :
- Jogging dengan relaks 3x keliling lapangan voli
- Streching
- Evaluasi
|
15 Menit
|
3.5.2 Jadwal Kuliah
Hari : Senin, Rabu, Kamis
Pukul : 07.30 - 11.00 WIB
Tabel 5. Jadwal kuliah S2 ekonomi untuk atlet DK
No.
|
Mata Kuliah
|
Waktu
|
1
|
Akuntansi Manajerial
|
07.30 - 09.00 WIB
|
2
|
Istirahat
|
09.00 WIB - 09.30 WIB
|
3
|
Etika Bisnis
|
09.30 WIB - 11.00 WIB
|
3.6 Menyusun 2 Diet dalam 24 Jam
Atlet DK berlatih setiap hari dengan durasi dan jam latihan yang sama. Penulis memilih menyusun 2 pilihan menu untuk hari Senin, yaitu hari dimana atlet DK melakukan latihan dan memiliki jadwal kuliah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2013). Status Gizi. [online] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tersedia pada: http://www.depkes.go.id/index.php?txtKeyword=status+gizi&act=searh-by-map&pgnumber=0&charindex=&strucid=1280&fullcontent=1&C- ALL=1 [diakses pada Kamis, 23 April 2020 pukul 20.37 WIB].
Astawan, Made. (2009). Khasiat Whole Grain. Jakarta: Gramedia.
Belski, Regina, et.al. 2019. Nutrition for Sport, Exercise, and Performance. Australia: Allen & Unwin.
Gibson, R.S. (2015). Principal of Nutritional Assessment. New York: Oxford University Press.
Muth, Natalie Digate. (2015). Sports Nutrition for Health Professionals. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Nikolaos,K . (2013). Asuhan Gizi Klinik. Jakarta: EGC.
Robert, D. K. (2012). Biokimia Harper, edisi 29. Jakarta: EGC.
Wardhani, Siti Pramitha Retno. (2018). Gizi Dasar Plus 30 Resep Lezat Nan Praktis untuk Pemula. Yogyakarta: Penerbit Diandra.
















Comments
Post a Comment